Tekanan diplomatik terhadap sekutu-sekutu NATO untuk memodernisasi kekuatan udara mereka terus meningkat di tengah dinamika keamanan Eropa yang tidak menentu. Berdasarkan laporan The Jerusalem Post pada 23 Februari 2026, Duta Besar Amerika Serikat untuk Portugal, John Arrigo, secara terbuka mendesak pemerintah Lisbon untuk segera melakukan transisi dari armada F-16 mereka yang mulai menua ke jet tempur siluman F-35 Lightning II. Arrigo menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar peningkatan teknis, melainkan tiket bagi Portugal untuk bergabung dalam tingkat elit pertahanan udara global.
Interoperabilitas dan Dilema Pilihan Alutsista
Argumen utama yang dibawa oleh AS adalah pentingnya interoperabilitas penuh dengan sekutu utama di Eropa, seperti Jerman dan Republik Ceko, yang telah berkomitmen pada platform generasi kelima ini. Secara teknis, F-35 menawarkan keunggulan dalam perang elektronika dan kemampuan siluman (stealth) yang tidak dimiliki oleh pesawat generasi sebelumnya. Namun, pemerintah Portugal di bawah Menteri Pertahanan Nuno Melo masih bersikap hati-hati, mengingat beban anggaran jangka panjang yang diperkirakan mencapai β¬5,5 miliar selama 20 tahun ke depan untuk transisi penuh tersebut.
Portugal saat ini berada di persimpangan jalan strategis. Meskipun Angkatan Udara telah merekomendasikan F-35, pemerintah Lisbon juga tengah mempertimbangkan alternatif buatan Eropa seperti Dassault Rafale. Keputusan ini dipengaruhi oleh faktor otonomi industri dan transfer teknologi yang mungkin lebih menguntungkan jika bekerja sama dengan produsen Uni Eropa. Ketidakpastian arah kebijakan luar negeri AS di masa lalu sempat membuat Portugal ragu, namun kebutuhan mendesak untuk mengganti 28 unit F-16 yang ada memaksa diskusi ini kembali ke meja prioritas nasional pada tahun 2026.
Menuju Keputusan Pertahanan Strategis
Keputusan Portugal nantinya akan menjadi indikator penting bagi keseimbangan pengaruh industri pertahanan AS dan Eropa di kawasan Mediterania. Duta Besar Arrigo menekankan bahwa F-35 akan memberikan Portugal kemampuan untuk "bermain di liga utama" (Champions League) dalam operasi militer internasional. Ke depan, proses tender resmi akan sangat dinantikan untuk melihat apakah Portugal akan memilih loyalitas penuh pada teknologi Amerika atau memilih kemandirian strategis melalui platform tempur Eropa.




