Kekalahan menyakitkan Barcelona dari Girona pada 16 Februari 2026 menyisakan kemarahan besar di kubu Blaugrana. Fokus kritik tertuju pada gol kemenangan Girona di menit-menit akhir yang tetap disahkan meskipun dianggap berbau pelanggaran. Kiper Barcelona, Joan Garcia, menyatakan keheranannya atas keputusan wasit dan VAR yang tidak membatalkan gol tersebut. Laporan dari Barca Blaugranes menyoroti insiden ini sebagai titik balik yang menghambat upaya Barcelona dalam mempertahankan gelar juara La Liga musim ini.
Protes Keras Terhadap Integritas VAR
Insiden bermula ketika pemain Girona melakukan kontak fisik yang signifikan terhadap pemain bertahan Barcelona sesaat sebelum gol tercipta. Joan Garcia mengklaim bahwa pelanggaran tersebut terlihat sangat jelas dari posisinya di bawah mistar gawang. "Itu benar-benar pelanggaran," tegas Garcia dalam wawancara pasca-pertandingan. Rasa frustrasi Garcia mencerminkan ketidakpuasan kolektif tim asuhan Xabi Alonso terhadap inkonsistensi penggunaan teknologi VAR dalam momen-momen krusial yang menentukan hasil akhir laga.
Bagi Barcelona, kekalahan ini bukan sekadar hilangnya tiga poin dalam partai derby, melainkan juga pukulan terhadap mentalitas tim yang sedang berjuang di papan atas. Keputusan wasit untuk membiarkan gol tersebut tetap sah memicu perdebatan luas di media Spanyol mengenai standar perwasitan musim 2025/2026. Fokus kini beralih pada bagaimana komite wasit La Liga menanggapi keluhan resmi dari pihak Barcelona. Kegagalan meraih poin di Montilivi membuat selisih poin dengan pemuncak klasemen kian melebar, memaksa Barcelona untuk tampil sempurna di pertandingan-pertandingan berikutnya guna menjaga asa juara.
Konsekuensi Taktis dan Psikologis
Kejadian ini memaksa Xabi Alonso untuk tidak hanya melakukan evaluasi taktis, tetapi juga menjaga kestabilan emosi para pemainnya agar tidak terlarut dalam rasa tidak adil. Fokus utama manajemen Barcelona saat ini adalah memastikan insiden ini tidak merusak harmoni ruang ganti. Sementara itu, Girona semakin mengukuhkan posisi mereka sebagai kuda hitam yang patut diwaspadai. Dengan tensi yang semakin memanas di La Liga, setiap keputusan wasit akan terus berada di bawah mikroskop publik dan media internasional.




