Kemenangan dramatis Celtic atas Kilmarnock di Rugby Park baru-baru ini menyisakan perdebatan sengit di luar lapangan. Julian Araujo menjadi pahlawan bagi The Hoops setelah mencetak gol kemenangan tepat di menit terakhir masa tambahan waktu, memastikan timnya bangkit dari ketertinggalan 2-0 menjadi menang 3-2. Namun, durasi tambahan waktu tujuh menit yang diberikan wasit Duncan Nicolson memicu kemarahan besar dari kubu Kilmarnock. Laporan dari Daily Record pada 16 Februari 2026 menyoroti perang urat saraf antara dua pengamat sepak bola ternama, Chris Sutton dan Neil McCann, terkait integritas keputusan tersebut.
Tudingan 'Mengarang' Waktu vs Fakta Lapangan
Neil McCann, yang tampak geram dalam konferensi pers pasca-pertandingan, menuduh para ofisial pertandingan hanya "mengarang" durasi tambahan waktu sesuka hati. Ia mempertanyakan asal-usul angka tujuh menit tersebut, mengklaim bahwa gangguan permainan selama babak kedua tidaklah sepanjang itu. Di sisi lain, Chris Sutton membela keputusan wasit dengan merujuk pada serangkaian penghentian medis yang cukup lama untuk pemain seperti Brad Lyons dan Dom Thompson, serta adanya lima slot pergantian pemain.
Melalui media sosial, Sutton membalas kritik McCann dengan tajam. Ia menyatakan bahwa durasi tambahan waktu tersebut sudah tepat secara fakta dan menuding mereka yang memprotesnya sebagai pihak yang sedang "iri" atau merasa kalah secara tidak sportif (sour grapes). Bagi Sutton, kemenangan Celtic di detik-detik akhir adalah hasil dari ketangguhan mental, bukan bantuan ofisial. Kemenangan ini sangat krusial bagi Celtic untuk terus menempel ketat perolehan poin Rangers di puncak klasemen Scottish Premiership.
Dampak pada Persaingan Gelar
Insiden ini semakin memperkeruh atmosfer persaingan gelar juara musim ini. Di saat para pendukung Celtic merayakan kembalinya performa tim yang penuh semangat, narasi konspirasi mengenai durasi tambahan waktu mulai merebak di kalangan rival. Namun, bagi para pemain Celtic, fokus utama tetap pada konsistensi performa di lapangan. Perdebatan antara Sutton dan McCann hanyalah puncak gunung es dari rivalitas panas yang selalu menyelimuti sepak bola Skotlandia, di mana setiap detik di akhir pertandingan bisa menentukan nasib sebuah klub di tangga juara.




