Laga sengit antara Brentford dan Arsenal di Gtech Community Stadium pada Kamis malam (12/2/2026) berakhir dengan skor imbang 2-2, namun drama di luar lapangan justru memanas. Manajer Brentford, Thomas Frank, secara terbuka mengecam keputusan wasit yang dinilai menguntungkan tim tamu. Sorotan utama tertuju pada insiden yang melibatkan bek Arsenal, Gabriel Magalhaes, yang menurut Frank seharusnya diusir keluar lapangan karena pelanggaran keras.
Insiden Menit ke-18
Momen kontroversial terjadi di babak pertama saat Gabriel, yang sudah mengantongi kartu kuning, terlihat melakukan pelanggaran terhadap penyerang Brentford, Yoane Wissa. Wasit Simon Hooper memutuskan untuk tidak memberikan kartu kuning kedua, keputusan yang membuat bangku cadangan tuan rumah berang. Thomas Frank bersikeras bahwa jika Gabriel diusir saat itu, jalannya pertandingan akan berubah drastis mengingat Arsenal harus bermain dengan 10 orang selama lebih dari 70 menit.
"Itu 100% kartu kuning kedua. Saya tidak mengerti bagaimana wasit bisa melewatkannya," ujar Frank dalam konferensi pers pasca-laga. Kekecewaan ini semakin beralasan karena Brentford sempat unggul dua kali melalui gol Wissa dan Bryan Mbeumo, sebelum akhirnya Arsenal menyamakan kedudukan lewat aksi heroik Bukayo Saka di menit-menit akhir.
Dampak pada Klasemen
Hasil imbang ini membuat Arsenal gagal memangkas jarak poin secara signifikan dengan pemuncak klasemen, sementara bagi Brentford, satu poin melawan tim kandidat juara tetaplah hasil positif meski diwarnai rasa frustrasi. Kontroversi wasit ini kemungkinan akan kembali memicu perdebatan mengenai konsistensi penggunaan VAR dan standar kepemimpinan wasit di Premier League musim ini.




