Langkah Persib Bandung di babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2) musim 2025/2026 harus dimulai dengan pil pahit. Bertandang ke Ratchaburi Stadium pada Rabu malam, 11 Februari 2026, Maung Bandung dipaksa menyerah dengan skor telak 0-3 oleh tuan rumah Ratchaburi FC. Kekalahan ini tidak hanya mengecewakan ribuan Bobotoh yang hadir maupun yang menonton dari tanah air, tetapi juga menempatkan skuad asuhan Bojan Hodak dalam posisi yang sangat sulit untuk bisa melaju ke babak perempat final.
Dominasi Tuan Rumah dan Masalah Adaptasi
Ratchaburi FC tampil agresif sejak menit awal dan berhasil memecah kebuntuan melalui gol cepat Pedro Tana pada menit ke-5. Persib sebenarnya mencoba memberikan perlawanan dan mendominasi penguasaan bola di babak pertama, namun peluang emas dari Luciano Guaycochea hanya membentur tiang gawang. Di babak kedua, koordinasi lini belakang Persib kembali rapuh; sundulan Gabriel Mutombo (menit 53) dan gol kedua Pedro Tana (menit 84) mengunci kemenangan telak bagi tim berjuluk The Dragons tersebut.
Pasca pertandingan, Bojan Hodak secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada suporter. Pelatih asal Kroasia tersebut mengakui bahwa performa anak asuhnya berada di bawah standar dan sering kalah duel di lini tengah. Ia juga menyinggung faktor cuaca panas di Thailand yang cukup menguras fisik pemain, meski enggan menjadikannya sebagai alasan utama. Laga ini juga menjadi momen debut bagi pemain anyar Sergio Castel dan bek asal Prancis, Layvin Kurzawa, yang masuk sebagai pengganti di menit-menit akhir, namun belum mampu memberikan dampak signifikan terhadap hasil akhir.
Skenario 'Miracle of Bandung'
Kini, Persib dihadapkan pada misi yang nyaris mustahil. Untuk bisa lolos ke babak 8 besar, mereka wajib menang dengan selisih minimal empat gol (skor 4-0 atau lebih) saat menjamu Ratchaburi FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Rabu, 18 Februari mendatang. Federico Barba dan kolega harus menunjukkan mentalitas juara di kandang sendiri jika ingin membalikkan keadaan. Dukungan penuh Bobotoh diharapkan mampu menciptakan atmosfer neraka bagi lawan dan membantu Maung Bandung mencatatkan sejarah comeback terbesar mereka di kompetisi Asia.



