Veda Ega Pratama Cetak Awal Impresif di Moto3 Qatar, tapi Sesinya Ternoda Insiden Quiles
Baca dalam 60 detik
- Veda Ega Pratama mengawali Moto3 Qatar 2026 dengan menempati urutan kelima pada sesi latihan bebas pertama di Sirkuit Lusail.
- Maximo Quiles tetap menjadi yang tercepat meski mengalami highside di akhir sesi, sementara Veda sempat memimpin waktu sebelum akhirnya turun ke posisi tujuh.
- Persaingan menuju Q2 akan berlangsung Jumat malam, dengan hanya 14 pembalap teratas yang berhak lolos otomatis.

Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, membuka perhelatan Moto3 Qatar 2026 dengan hasil menggembirakan. Dalam sesi latihan bebas pertama (FP1) di Sirkuit Lusail, Jumat (6/11/2026), ia menempati posisi kelima, menandai awal yang kompetitif bagi pembalap Honda Team Asia tersebut.
Veda sempat menunjukkan kecepatan menjanjikan dengan memimpin catatan waktu di awal sesi. Namun, konsistensi menjadi tantangan ketika ia sempat melorot ke urutan ketujuh sebelum akhirnya memperbaiki penampilan dan mengunci posisi lima besar di penghujung FP1. Hasil ini menjadi sinyal positif bagi pembalap yang tengah berupaya menembus persaingan papan atas kelas ringan.
Sementara itu, juara dunia 2026 Maximo Quiles dari CFMoto Aspar Team tampil sebagai yang tercepat dengan torehan 2 menit 04,143 detik. Meski demikian, sesi Quiles tidak sepenuhnya mulus. Di akhir FP1, ia mengalami highside yang membuatnya terjatuh. Beruntung, pembalap Spanyol itu tidak mengalami cedera serius dan mampu meninggalkan area lintasan tanpa bantuan tandu.
Persaingan sesungguhnya baru akan dimulai Jumat malam waktu setempat, ketika para pembalap melakoni sesi practice untuk memperebutkan tiket otomatis ke kualifikasi kedua (Q2) yang digelar sehari kemudian. Regulasi menetapkan hanya 14 pembalap dengan catatan waktu terbaik yang berhak langsung ke Q2, sementara sisanya harus melewati jalur Q1 yang lebih ketat.
Bagi Veda, posisi lima di FP1 bukan jaminan, tetapi setidaknya memberikan modal kepercayaan diri. Ia perlu mempertahankan konsistensi dan mungkin meningkatkan agresivitas di sektor-sektor krusial untuk mengamankan tempat di Q2. Persaingan di Moto3 memang dikenal ketat, dengan selisih waktu antar pembalap yang kerap sangat tipis.
"Sesi latihan bebas pertama menunjukkan bahwa Veda memiliki kecepatan yang kompetitif, tetapi tantangan terbesarnya adalah menjaga performa di sepanjang sesi," kata seorang pengamat balap.
Di sisi lain, insiden yang dialami Quiles menjadi pengingat bahwa Sirkuit Lusail menyimpan risiko tinggi, terutama bagi pembalap yang memacu motor hingga batas maksimal. Meski demikian, Quiles membuktikan bahwa kecepatannya tetap sulit ditandingi, bahkan ketika ia harus berjuang mengendalikan motor usai highside.
Bagi publik Indonesia, penampilan Veda di Qatar menjadi oase di tengah minimnya representasi Tanah Air di ajang balap dunia. Setiap hasil positif yang diraihnya tidak hanya mengangkat nama bangsa, tetapi juga menjadi barometer perkembangan pembalap muda Indonesia di kancah internasional. Dukungan moral dari tanah air diharapkan mampu menjadi energi tambahan bagi Veda untuk tampil lebih baik di sesi-sesi berikutnya.
Pertanyaannya, mampukah Veda mempertahankan momentum dan menembus Q2 secara langsung? Ataukah ia harus melewati jalur Q1 yang lebih berliku? Semua akan terjawab dalam sesi practice Jumat malam nanti.



