Mancini Panggil 31 Pemain untuk Hadapi Prancis dan Belgia, Sinyal Regenerasi Timnas Italia
Baca dalam 60 detik
- Roberto Mancini memanggil 31 pemain untuk dua laga Nations League melawan Prancis dan Belgia, dengan lima nama tanpa caps senior.
- Italia saat ini berada di peringkat kedua grup dengan 7 poin, tertinggal tiga poin dari Prancis, sementara Belgia menguntit di posisi ketiga.
- Absennya Di Lorenzo karena cedera membuka peluang bagi Palestra, sementara sejumlah debutan berpeluang mengubah peta persaingan skuad.

Roberto Mancini telah mengumumkan daftar 31 pemain untuk memperkuat Timnas Italia pada dua pertandingan Nations League November mendatang, melawan Prancis di San Siro (12/11) dan Belgia di kandang lawan (15/11). Keputusan ini menjadi sorotan karena Mancini memasukkan sejumlah nama baru yang belum memiliki caps senior, seperti Alphadjo Cisse, Simone Lontani, dan Riccardo Cassano.
Italia saat ini menempati posisi kedua Grup A dengan koleksi 7 poin dari empat laga, tertinggal tiga poin dari Prancis yang memimpin dengan 10 poin. Belgia berada di peringkat ketiga dengan 6 poin, sedangkan Turkiye belum meraih poin. Dua laga ini akan sangat menentukan peluang Italia untuk tetap bersaing di jalur juara grup, mengingat hanya juara grup yang lolos ke putaran final Nations League.
Dibandingkan dengan pemanggilan pertama Mancini bulan lalu yang berisi 34 pemain, kali ini jumlahnya berkurang tiga menjadi 31. Namun, yang lebih mencolok adalah kehadiran para pemain muda potensial. Selain Cisse, Lontani, dan Cassano, ada pula Mattia Liberali dan Luca Koleosho yang mendapat kesempatan perdana. Kehadiran mereka menandakan bahwa Mancini mulai serius melakukan regenerasi di skuad Azzurri, meski tetap mempertahankan inti pemain senior seperti Gianluigi Donnarumma, Alessandro Bastoni, Riccardo Calafiori, Federico Dimarco, Nicolo Barella, Sandro Tonali, dan Pio Esposito.
Menariknya, Honest Ahanor juga kembali masuk daftar setelah sebelumnya memperkuat Italia U21 untuk membantu kualifikasi Piala Eropa mendatang. Bek Crystal Palace itu sudah dua kali memperkuat tim senior pada laga persahabatan Juni lalu di bawah asuhan Silvio Baldini, tetapi belum pernah tampil di pertandingan kompetitif. Kesempatan ini bisa menjadi batu loncatan baginya untuk mengamankan tempat di skuad utama.
Di lini belakang, absennya Giovanni Di Lorenzo akibat cedera yang didapat saat Napoli kalah 0-2 dari Juventus menjadi perhatian. Namun, Mancini masih memiliki stok bek sayap mumpuni seperti Dimarco, Calafiori, dan Bastoni. Kembalinya Marco Palestra setelah pulih dari cedera dan tampil di Premier League bersama Chelsea memberikan opsi tambahan di sektor pertahanan. Sementara itu, nama-nama seperti Guglielmo Vicario (Juventus), Marco Carnesecchi (Atalanta), dan Donnarumma tetap menjadi pilihan utama di posisi kiper.
"Kami ingin membangun tim yang kompetitif untuk jangka panjang. Pemain muda ini adalah masa depan Italia," ujar Mancini dalam konferensi pers, seperti dikutip dari laman resmi FIGC.
Di lini tengah, Mancini memanggil kembali Nicolo Fagioli (Fiorentina), Davide Frattesi (Lazio), dan Samuele Ricci (Como), serta memberi kepercayaan kepada Niccolo Pisilli (Roma) dan Alessandro Romano (Cagliari). Sektor depan dihuni oleh nama-nama familiar seperti Gianluca Scamacca (Atalanta), Nicolo Zaniolo (Udinese), dan Sebastiano Esposito (Sassuolo), plus kejutan dari Cisse (Milan) dan Koleosho (Paris FC). Kombinasi antara pengalaman dan energi muda ini diharapkan mampu menembus pertahanan Prancis dan Belgia yang dikenal solid.
Bagi Italia, dua laga ini bukan sekadar ajang pembuktian di Nations League, tetapi juga persiapan menuju kualifikasi Piala Dunia 2026. Mancini tampaknya ingin memanfaatkan momen ini untuk menguji kedalaman skuad dan memberi menit bermain kepada para pemain pelapis. Jika para debutan mampu tampil impresif, bukan tidak mungkin mereka akan menjadi andalan di masa depan.
Pertanyaannya, mampukah Italia mengatasi tekanan Prancis dan Belgia dengan skuad yang sedang dalam transisi ini? Jawabannya akan terlihat di lapangan, dan hasilnya bisa menjadi indikator arah tim Azzurri di bawah kendali Mancini untuk beberapa tahun ke depan.



