Guirassy Absen, Dortmund Waspadai Elversberg di Tengah Persaingan Ketat dengan Bayern
Baca dalam 60 detik
- Serhou Guirassy dipastikan melewatkan laga Dortmund vs Elversberg setelah mengalami cedera otot paha saat melawan Real Betis di Liga Champions.
- Pelatih Niko Kovač menyatakan Guirassy kemungkinan besar tetap di Dortmund selama jeda internasional, meski komunikasi dengan federasi Guinea terus dilakukan.
- Dortmund saat ini hanya terpaut selisih gol dari Bayern Munich di puncak klasemen, sehingga absennya Guirassy menjadi pukulan telak bagi ambisi tim.

Borussia Dortmund harus kehilangan ujung tombak utamanya, Serhou Guirassy, saat menjamu Elversberg pada pekan ke-9 Bundesliga di Signal Iduna Park, Sabtu (2/11/2024). Striker asal Guinea itu mengalami cedera otot paha dalam kemenangan 2-1 atas Real Betis di Liga Champions, Rabu lalu, dan dipastikan tidak masuk dalam skuad.
Guirassy ditarik keluar pada menit ke-31 setelah mengeluh nyeri di bagian paha. Posisinya digantikan oleh Konstantinos Karetsas, yang kemudian menjadi pencetak gol kemenangan Dortmund. Insiden tersebut menambah daftar panjang masalah kebugaran di lini depan Die Borussen, yang musim ini sangat bergantung pada ketajaman Guirassy.
Dalam konferensi pers Jumat (1/11/2024), pelatih Niko Kovač menegaskan bahwa Guirassy mengalami cedera regangan otot dan tidak akan tersedia untuk pertandingan melawan Elversberg. "Serhou mengalami regangan, jadi dia tidak bisa bermain besok," ujar Kovač. Ia juga menambahkan bahwa kemungkinan besar Guirassy akan tetap berada di Dortmund selama jeda internasional mendatang, meskipun pihaknya terus berkomunikasi dengan federasi sepak bola Guinea. "Kami akan melihat perkembangan dalam beberapa hari ke depan. Komunikasi dengan federasi berjalan baik, tetapi kemungkinan besar dia tidak akan pergi dan tetap di sini," jelasnya.
Absennya Guirassy menjadi pukulan berat bagi Dortmund yang sedang mengejar Bayern Munich di puncak klasemen. Kedua tim hanya dipisahkan selisih gol, dan setiap poin sangat berarti. Guirassy sendiri telah menjadi mesin gol utama Dortmund dengan koleksi delapan gol di semua kompetisi, termasuk empat gol dalam empat pertandingan Liga Champions. Ketajamannya terbukti krusial, terutama saat mencetak gol dalam laga melawan Bayern pekan lalu.
Kovač pun harus memutar otak untuk mencari pengganti yang sepadan. Opsi yang tersedia termasuk Karetsas yang tampil impresif sebagai pengganti, atau mungkin memainkan penyerang lain seperti Youssoufa Moukoko. Namun, kehilangan Guirassy tetap mengurangi daya gedor Dortmund, terutama menghadapi Elversberg yang akan datang dengan motivasi tinggi untuk mencuri poin di kandang lawan.
"Kami akan melihat bagaimana perkembangan dalam beberapa hari ke depan. Komunikasi dengan federasi berjalan baik, tetapi kemungkinan besar dia tidak akan pergi dan tetap di sini," kata Niko Kovač.
Elversberg, yang dilatih Vincent Wagner, bukan lawan yang bisa diremehkan. Meski secara kualitas di atas kertas Dortmund lebih unggul, tim promosi ini telah menunjukkan performa solid musim ini. Dortmund wajib waspada terhadap potensi kejutan, terlebih dengan absennya Guirassy yang selama ini menjadi andalan di lini depan.
Dari kacamata taktik, Dortmund mungkin akan mengandalkan kecepatan para winger dan gelandang serang untuk membongkar pertahanan Elversberg. Kovač bisa saja mengubah formasi menjadi 4-2-3-1 dengan menempatkan Julian Brandt sebagai false nine, atau memberikan kesempatan kepada Moukoko untuk tampil sejak awal. Apapun pilihannya, laga ini menjadi ujian kedalaman skuad Dortmund di tengah jadwal padat.
Bagi Guirassy, cedera ini juga menjadi pukulan pribadi. Ia sedang dalam performa terbaik dan menjadi tumpuan Guinea di ajang internasional. Jika ia tetap di Dortmund selama jeda, tim medis akan fokus pada pemulihan agar bisa kembali merumput dalam waktu dekat. Namun, keputusan final tetap akan dibicarakan dengan federasi Guinea, mengingat jadwal kualifikasi Piala Afrika yang juga penting bagi negaranya.
Kehilangan Guirassy untuk sementara waktu menjadi peringatan bagi Dortmund akan pentingnya rotasi dan manajemen beban pemain. Musim masih panjang, dan kompetisi di Liga Champions serta Bundesliga menuntut konsistensi. Kovač dituntut untuk bisa memaksimalkan seluruh potensi skuad, termasuk pemain muda, agar tetap bersaing di jalur juara.
Pertanyaan besarnya: mampukah Dortmund menjaga tekanan kepada Bayern tanpa Guirassy? Ataukah ini menjadi momentum bagi Elversberg untuk mencuri poin dan mengubah peta persaingan di papan atas? Jawabannya akan terlihat di Signal Iduna Park akhir pekan ini.



