Cole Campbell Kembali ke Signal Iduna Park: Dari Debut Liga Champions ke Misi Tim Promosi Elversberg
Baca dalam 60 detik
- Cole Campbell akan menghadapi Borussia Dortmund di Signal Iduna Park untuk pertama kalinya sebagai pemain Elversberg pada matchday ke-9 Bundesliga.
- Striker 20 tahun itu mengaku energi suporter Dortmund tak tertandingi dan menjadi kenangan terbaik selama membela Die Schwarzgelben.
- Elversberg yang promosi musim ini mengandalkan pressing tinggi dan semangat tanpa rasa takut untuk mencuri poin dari kandang Dortmund.

Cole Campbell tidak pernah membayangkan akan menginjakkan kaki di Signal Iduna Park sebagai lawan. Namun itulah yang akan terjadi akhir pekan ini ketika Elversberg, tim promosi Bundesliga, bertandang ke markas Borussia Dortmund pada matchday ke-9. Bagi penyerang berusia 20 tahun tersebut, laga ini bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan reunion emosional dengan klub yang membesarkan namanya.
Campbell meninggalkan Dortmund setelah sempat mencicipi atmosfer Liga Champions pada November 2024 silam. Kini ia kembali dengan jersey Elversberg, tim yang baru pertama kali merasakan kompetisi kasta tertinggi Jerman. “Akan sangat aneh berada di sana tanpa mengenakan jersey Dortmund. Saya sangat menantikan momen ini dan tidak sabar bertemu teman-teman lama,” ujarnya dalam wawancara eksklusif dengan Bundesliga.
Perjalanan Campbell bersama Elversberg sejauh ini terbilang impresif. Tim asuhan Vincent Wagner itu mampu mencetak 16 gol dalam delapan laga pembuka, dengan sembilan di antaranya lahir di babak pertama. Statistik ini menunjukkan agresivitas luar biasa sejak menit awal. “Kami menekan tinggi dan memberikan tekanan sejak awal. Itu membuat lawan kesulitan mengembangkan permainan,” kata Campbell menjelaskan resep keberhasilan timnya.
Elversberg memang bukan tim dengan sumber daya melimpah. Namun semangat kebersamaan menjadi kekuatan utama. Campbell menggambarkan ruang ganti Elversberg seperti keluarga besar. “Semua orang positif dan saling mendukung. Suasana seperti ini tidak selalu ada di klub lain, dan itu sangat membantu kami tampil maksimal,” tuturnya.
Meski demikian, laga melawan Dortmund akan menjadi ujian sesungguhnya. Dortmund dikenal memiliki atmosfer stadion yang legendaris. Campbell sendiri tak menyangkal hal itu. “Energi di sana sungguh luar biasa. Saya sudah mengunjungi banyak stadion, tapi tidak ada yang menyamai Signal Iduna Park. Suasananya berbeda,” kenangnya.
“Saya tidak tahu apa yang akan terjadi nanti. Yang pasti kami akan memberikan segalanya dan melihat hasilnya. Saya sangat bersemangat,” ujar Campbell menatap laga melawan mantan klubnya.
Kembalinya Campbell ke Dortmund juga menyimpan cerita personal. Ia mengaku sempat melalui masa sulit ketika jarang mendapat menit bermain di Dortmund dan Hoffenheim. Periode itu, katanya, membentuk mentalitasnya. “Saya belajar untuk mengendalikan apa yang bisa dikendalikan dan menerima keadaan. Iman saya juga semakin kuat,” ucapnya.
Dari sisi taktik, Elversberg memang masih memiliki kelemahan di babak kedua. Beberapa laga terakhir menunjukkan penurunan performa setelah turun minum. Campbell menyadari hal itu dan menyebut timnya telah melakukan sesi video untuk memperbaiki transisi bertahan. “Kami terus berbenah. Di laga terakhir kami tidak kebobolan banyak, itu kemajuan. Kami akan berusaha bertahan hingga peluit akhir,” tegasnya.
Bagi publik Indonesia, laga Dortmund kontra Elversberg bisa menjadi tontonan menarik untuk mengamati bagaimana tim promosi berani melawan raksasa. Meski tidak ada pemain Indonesia di kedua kubu, duel ini menunjukkan bahwa Bundesliga tetap menjadi liga yang kompetitif dan memberi ruang bagi talenta muda seperti Campbell. Kiprahnya bersama Elversberg juga menjadi bukti bahwa kepercayaan pada pemain muda bisa membuah hasil.
Pertanyaannya, mampukah Elversberg mencuri poin di kandang Dortmund? Atau justru Campbell dan kawan-kawan yang harus mengakui keunggulan mantan klubnya? Jawabannya akan terlihat di lapangan, tetapi satu hal yang pasti: laga ini akan menjadi momen istimewa bagi Campbell, apa pun hasilnya.



