El Niño Super Picu Keruntuhan Alien Throne, Situs Geologi Ikonik New Mexico
Baca dalam 60 detik
- Formasi batu Alien Throne di New Mexico hancur akibat hujan deras yang dikaitkan dengan musim El Niño super.
- Kerusakan juga melanda King of Wings, sementara komunitas Navajo dan Bureau of Land Management akan menyelidiki penyebabnya.
- Peristiwa ini menyoroti dampak perubahan iklim terhadap situs warisan alam dan budaya di seluruh dunia.

Fenomena cuaca ekstrem yang dipicu El Niño super telah meruntuhkan Alien Throne, salah satu formasi batu paling ikonik di New Mexico, Amerika Serikat. Penemuan itu terjadi pada 30 Oktober ketika Kialo Winters, pemandu wisata Navajo Tours USA, tengah memimpin rombongan di jalur Valley of Dreams, dekat Ah-Shi-Sle-Pah Wilderness. Begitu tiba di lokasi, ia mendapati menara batu yang menjadi daya tarik utama kawasan tersebut telah berserakan.
“Kami berbelok, dan jantung saya langsung jatuh,” ujarnya seperti dikutip The Guardian. Alien Throne, yang selama ini menjadi primadona dalam promosi pariwisata lokal, hancur menjadi pecahan. Winters menduga kuat hujan lebat dan banjir yang melanda wilayah barat laut New Mexico seminggu sebelumnya menjadi penyebabnya. Saat itu, ratusan orang harus dievakuasi dan diselamatkan dari atap rumah mereka di Farmington, kota terdekat.
Kerusakan bukan hanya pada Alien Throne. Formasi lain yang dijuluki King of Wings—oleh Winters disebut “unicorn of hoodoos”—juga dilaporkan rusak. Unggahan pengguna di situs pendakian AllTrails mengindikasikan formasi itu telah patah sebelum 9 Oktober, sebelum hujan deras mengguyur. “Itu kerugian besar bagi kami,” kata Winters. Namun ia menambahkan, “Tanah itu hidup, dan kami paham ia berubah. Erosi yang membentuknya juga yang meruntuhkannya, begitu kata para tetua kami.”
Menara batu atau hoodoo di kawasan Four Corners—meliputi Utah, Colorado, Arizona, dan New Mexico—memang terbentuk dari erosi selama ribuan tahun. Namun, intensitas badai yang luar biasa dalam musim El Niño super tahun ini mempercepat proses alamiah tersebut. Belum ada laporan resmi mengenai kerusakan serupa di taman nasional lain seperti Chiricahua, Goblin Valley, Gold Butte, dan Cathedral Gorge, meskipun para ranger mengaku belum melakukan pendataan menyeluruh.
“Mereka adalah titik penanda tradisional dalam sejarah adat kami yang telah menuntun leluhur melintasi tanah ini selama bergenerasi,” kata Winters.
Bagi masyarakat adat Navajo, formasi batu itu bukan sekadar objek wisata, melainkan bagian dari narasi budaya dan penanda jalan yang sakral. Karena itu, Winters mengimbau pengunjung untuk membiarkan situs yang rusak “beristirahat” dan tidak memanjat sisa-sisa formasi atau mengambil batu sebagai suvenir. “Itu ilegal dan tidak menghormati komunitas secara keseluruhan,” tegasnya.
Peristiwa ini bukan kasus terisolasi. Pada Oktober lalu, lengkungan laut Hōlei di Hawaii yang berusia berabad-abad juga runtuh ke Samudra Pasifik. Pola ini menunjukkan bahwa perubahan iklim tidak hanya mengancam infrastruktur manusia, tetapi juga warisan geologi dan budaya yang tak ternilai. Para ilmuwan memperingatkan bahwa El Niño super dapat memicu cuaca ekstrem lebih sering, mempercepat pelapukan formasi batuan alami.
Meski demikian, pemerintah setempat belum memberikan pernyataan resmi terkait penyebab pasti keruntuhan. Navajo Nation dan Bureau of Land Management dijadwalkan melakukan pemeriksaan lapangan untuk memastikan apakah faktor alamiah atau ada campur tangan manusia. Sementara itu, dampak terhadap sektor pariwisata diperkirakan signifikan karena Alien Throne merupakan salah satu ikon utama yang menarik ribuan pengunjung setiap tahun.
Bagi Indonesia, fenomena ini menjadi pengingat bahwa situs geologi dan warisan budaya di dalam negeri—seperti formasi karst di Gunung Sewu atau cagar alam di Nusa Tenggara—juga rentan terhadap cuaca ekstrem yang semakin intens. Diperlukan langkah mitigasi dan pemantauan dini untuk melindungi aset alam yang tidak hanya bernilai ekonomi tetapi juga spiritual bagi masyarakat lokal.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah seberapa banyak lagi keajaiban alam yang akan hilang sebelum dunia serius menangani krisis iklim. Kisah Alien Throne mungkin baru awal dari daftar panjang kerusakan yang tak bisa dipulihkan.



