Keanu Reeves Resmi Kembali sebagai John Wick di Film Animasi Prequel
Baca dalam 60 detik
- Keanu Reeves telah menandatangani kontrak untuk mengisi suara John Wick dalam film animasi prekuel yang tengah digarap Lionsgate.
- Film ini akan mengisahkan 'Impossible Task', misi pembantaian rival yang membebaskan Wick dari cengkeraman High Table, disutradarai Shannon Tindle.
- Kepastian ini memperluas waralaba John Wick yang kini mencakup sekuel live-action, spin-off, dan serial televisi, meski tanggal rilis belum diumumkan.

Keanu Reeves dipastikan kembali ke dunia John Wick, tetapi kali ini bukan dalam format live-action. Aktor tersebut telah menyelesaikan kesepakatan untuk mengisi suara karakter ikoniknya dalam film animasi prekuel yang sedang dikembangkan Lionsgate, demikian diumumkan pihak studio belum lama ini.
Proyek animasi ini pertama kali mendapat lampu hijau dari Lionsgate pada April tahun lalu. Menurut keterangan resmi, film akan menyoroti momen krusial dalam sejarah hidup Wick, yakni "Impossible Task"โsebuah misi berdarah yang mengharuskannya melenyapkan semua saingan demi terbebas dari cengkeraman High Table. Peristiwa tersebut selama ini hanya disinggung sekilas dalam dialog di film live-action, sehingga animasi ini menjanjikan eksplorasi latar belakang yang lebih mendalam.
Langkah ini menegaskan ambisi Lionsgate untuk terus menghidupkan waralaba yang dimulai pada 2014 silam. Film pertama John Wick awalnya diposisikan sebagai cerita mandiri, namun kesuksesannya melahirkan serangkaian sekuel yang semakin memperluas mitologi dunia assassin. Selain sekuel live-action kelima yang sedang dalam pengembangan, semesta John Wick juga merambah ke spin-off, seperti film yang berfokus pada Caine, karakter buta yang diperankan Donnie Yen di Chapter 4. Produksi spin-off tersebut baru saja rampung. Sebelumnya, pada 2023, waralaba ini juga berekspansi ke serial televisi The Continental: From the World of John Wick yang mengisahkan hotel khusus para pembunuh bayaran.
Bagi industri hiburan, kepastian keterlibatan Reeves dalam proyek animasi ini menjadi sinyal bahwa model waralaba lintas format semakin menjadi strategi utama studio besar. Animasi memungkinkan eksplorasi cerita yang sulit diwujudkan dalam live-action, terutama untuk adegan aksi ekstrem atau periode waktu tertentu, tanpa terikat anggaran dan jadwal syuting para bintangnya. Di sisi lain, penggemar di Indonesia yang selama ini mengikuti franchise melalui bioskop dan platform streaming patut menantikan bagaimana Lionsgate mengemas cerita prekuel ini agar tetap konsisten dengan gaya visual dan tone yang sudah melekat.
"Keputusan Reeves untuk kembali mengisi suara menunjukkan komitmennya terhadap karakter yang telah membesarkan namanya, sekaligus membuka peluang baru bagi waralaba ini untuk menjangkau audiens yang lebih luas," ujar seorang sumber di Lionsgate seperti dikutip Polygon.
Meski demikian, belum ada tanggal rilis yang diumumkan untuk film animasi ini. Lionsgate juga belum membocorkan studio animasi mana yang akan terlibat, sehingga gaya visual dan tingkat kedetailan produksi masih menjadi tanda tanya. Yang jelas, proyek ini akan menjadi ujian bagi waralaba John Wick dalam mempertahankan daya tariknya di luar format live-action yang sudah identik dengan aksi koreografi khasnya. Apakah animasi mampu menghadirkan sensasi yang setara, atau justru menjadi eksperimen yang menguntungkan secara komersial namun kehilangan nyawa? Waktu yang akan menjawab, tetapi antusiasme penggemar tampaknya sudah terlanjur membara.



