Man United Hubungi Deschamps, Legenda Prancis Itu Ogah Ambil Risiko
Baca dalam 60 detik
- Manchester United dikabarkan telah menghubungi Didier Deschamps untuk membahas kemungkinan menggantikan Michael Carrick, namun sang pelatih belum tertarik.
- Kekhawatiran Deschamps terhadap arah klub dan kebijakan rekrutmen menjadi alasan utama ia menolak tawaran tersebut.
- Posisi Carrick semakin tertekan jelang laga melawan Aston Villa, sementara manajemen mulai menjajaki sejumlah nama pelatih top Eropa.

Manchester United dilaporkan telah menghubungi Didier Deschamps untuk menjajaki kemungkinan merekrutnya sebagai pelatih, tetapi mantan arsitek timnas Prancis itu disebut belum bersedia menerima tawaran tersebut. Laporan dari Foot Mercato yang dikutip Football FanCast menyebutkan bahwa Deschamps merasa ragu dengan arah klub dan kebijakan transfer yang ada, sehingga ia lebih memilih menunggu hingga musim panas mendatang untuk kembali ke dunia kepelatihan.
Ketidakpastian di kursi pelatih Old Trafford semakin memanas setelah Michael Carrick hanya mampu membawa United meraih satu kemenangan dari sembilan pertandingan pembuka Liga Premier. Saat ini, Setan Merah terpuruk di peringkat ke-17 dan hanya unggul selisih gol dari zona degradasi. Kemenangan dramatis 3-2 atas AS Roma di Liga Champions tengah pekan lalu memang memberikan napas sementara, tetapi tidak serta-merta mengamankan posisi Carrick.
Menurut laporan Sky Sports, manajemen klub masih memberikan dukungan kepada Carrick, namun kekhawatiran terhadap performa dan konsistensi tim terus membayangi. Jika pun terjadi pemecatan, United disebut tidak akan menunjuk pelatih interim lagi. Kondisi ini membuat laga melawan Aston Villa pada akhir pekan nanti menjadi penentu besar bagi masa depan Carrick, terlebih jeda internasional akan segera menyusul.
Kegagalan United mendekati Deschamps bukan tanpa alasan. Pelatih berusia 56 tahun itu memiliki rekam jejak mentereng: 14 tahun menangani Les Bleus, meraih gelar Piala Dunia 2018, Nations League 2021, serta membawa Prancis ke final Euro 2016 dan Piala Dunia 2022. Di level klub, ia sukses mempersembahkan gelar Ligue 1 bersama Marseille pada 2010, tiga Piala Liga, dan dua Piala Super Prancis. Prestasi tersebut tentu menggoda bagi klub yang tengah kelaparan trofi, tetapi membujuknya untuk segera menangani United yang sedang terpuruk jelas bukan perkara mudah.
"Deschamps tidak antusias dengan prospek bergabung dengan United saat ini, terutama karena kekhawatiran tentang arah klub dan rekrutmen," demikian bunyi laporan Foot Mercato.
Sementara itu, Direktur Sepak Bola Jason Wilcox dan CEO Omar Berrada tengah menimbang sejumlah alternatif. Nama Unai Emery sempat mencuat, tetapi pelatih Aston Villa itu sedang dalam proses perpanjangan kontrak, sehingga peluangnya mengecil. Situasi ini mencerminkan dilema klasik Manchester United: hasrat untuk mendatangkan pelatih kelas dunia berhadapan dengan realitas performa tim yang jauh dari standar.
Bagi penggemar di Indonesia, saga kursi pelatih United selalu menjadi tontonan menarik. Klub dengan basis penggemar besar di Tanah Air ini kerap menjadi barometer diskusi sepak bola nasional. Jika Carrick didepak, maka keputusan manajemen akan sangat dinantikan, apakah mereka mampu mendatangkan sosok berpengalaman atau justru kembali terjebak dalam siklus pergantian pelatih yang tak berujung.
Pertanyaannya kini: mampukah Carrick membalikkan keadaan, atau justru Deschamps dan kandidat lain akan menjadi bagian dari sejarah baru United? Yang jelas, tekanan di Old Trafford tidak akan surut dalam waktu dekat.



