Emery Pilih Setia, Manchester United Harus Cari Pelatih Lain
Baca dalam 60 detik
- Unai Emery resmi berkomitmen bertahan di Aston Villa dengan perpanjangan kontrak melewati 2029, menutup peluang Manchester United merekrutnya.
- Kegagalan mendatangkan Emery memaksa MU beralih ke Eddie Howe, dengan konsekuensi kompensasi hingga 6 juta paun kepada Newcastle United.
- Laga Aston Villa versus MU akhir pekan ini bisa menjadi penentu nasib Michael Carrick di kursi pelatih Setan Merah.

Manchester United harus menerima kenyataan pahit bahwa target utamanya, Unai Emery, memilih bertahan di Aston Villa. Melalui pernyataan resmi yang dirilis Rabu malam waktu setempat, Villa menegaskan bahwa pelatih asal Spanyol itu telah menyepakati komitmen jangka panjang, termasuk perpanjangan kontrak yang akan membuatnya tetap di Villa Park hingga melampaui 2029.
Keputusan ini menjadi pukulan bagi MU yang tengah mencari pengganti Michael Carrick. Emery sebelumnya masuk dalam daftar teratas kandidat pelatih Setan Merah, bahkan disebut oleh jurnalis transfer terkemuka Fabrizio Romano sebagai "target impian". Namun, kesepakatan baru antara Emery dan Villa menutup pintu bagi MU untuk merekrutnya.
Pertemuan penting digelar di markas Villa pada Rabu, dihadiri Chairman Nassef Sawiris, Presiden Operasi Sepak Bola Roberto Olabe, Direktur Operasi Sepak Bola Damian Vidagany, dan Emery sendiri. Dalam pernyataannya, klub menyebut diskusi tersebut menghasilkan "komitmen yang jelas untuk melanjutkan pengembangan klub setelah 2029 di bawah kepemimpinan olahraga Unai Emery". Villa juga menegaskan ambisi untuk membangun tim yang kompetitif dan mampu meraih pencapaian terbesar.
Sejak ditangani Emery, Aston Villa menjelma dari tim papan tengah menjadi pesaing rutin di Liga Champions. Prestasi puncaknya adalah trofi mayor pertama sejak 1996, yakni gelar Liga Europa pada Mei lalu. Kesuksesan itu membuat MU kepincut dan menjadikan Emery sebagai incaran utama. Namun, Villa bergerak cepat mengamankan jasa pelatih berusia 54 tahun tersebut.
Dengan Emery hampir pasti bertahan, MU kini harus mengalihkan fokus ke kandidat lain. Menurut laporan Fabrizio Romano, MU telah menyusun urutan kandidat: Eddie Howe di posisi teratas, disusul Julian Nagelsmann dan Antonio Conte. The Guardian bahkan mengklaim Howe menjadi pilihan utama jika Emery tidak tersedia. Konsekuensinya, MU harus merogoh kocek kompensasi sekitar 3 juta paun kepada Newcastle United, dan bisa meningkat hingga 6 juta paun jika turut merekrut staf kepelatihan Howe, termasuk asisten lamanya Jason Tindall.
Menariknya, nasib Carrick bisa ditentukan oleh Emery. MU dijadwalkan menghadapi Aston Villa pada akhir pekan ini. Jika Carrick mampu membawa tim meraih kemenangan, terutama setelah dua kemenangan beruntun atas lawan berkualitas, keputusan untuk memecatnya akan semakin sulit. Sebaliknya, kekalahan bisa mempercepat pergantian pelatih. Emery pun berpotensi menjadi penentu tak langsung masa depan Carrick di Old Trafford.
Bagi MU, kegagalan mendapatkan Emery menjadi pukulan telak. Pasalnya, Emery adalah sosok yang dianggap mampu mengembalikan kejayaan Setan Merah. Namun, Villa telah menunjukkan ambisi besar dengan mengikat pelatih yang membawa mereka kembali ke kompetisi elite Eropa. Sementara itu, MU harus segera mengambil keputusan: mempertahankan Carrick atau beralih ke Howe dengan biaya kompensasi yang tidak sedikit. Laga akhir pekan ini akan menjadi momen krusial bagi masa depan kursi pelatih di Old Trafford.



