Laporan Tenaga Kerja AS Oktober Meledak: 165 Ribu Lapangan Kerja Baru, Sinyal Kenaikan Suku Bunga Fed Menguat
Baca dalam 60 detik
- Ekonomi AS menciptakan 165.000 pekerjaan pada Oktober 2025, jauh melampaui konsensus 65.000 dan merevisi naik data September menjadi 60.000.
- Tingkat pengangguran turun ke 4,1% dan upah rata-rata naik 0,4% bulanan, memperkuat ekspektasi pasar bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada Desember.
- Pasar kripto tertekan tipis dengan Bitcoin di kisaran US$75.800, sementara yield obligasi tenor 10 tahun melonjak ke 4,894% dan futures Nasdaq menguat 1,5%.

Pasar tenaga kerja Amerika Serikat kembali menunjukkan ketangguhannya pada Oktober 2025. Laporan Nonfarm Payrolls yang dirilis Jumat (6/11) mencatat penambahan 165.000 lapangan kerja baru, hampir tiga kali lipat dari perkiraan konsensus ekonom sebesar 65.000. Angka ini sekaligus membalikkan pelemahan September yang semula dilaporkan hanya 29.000, kini direvisi naik menjadi 60.000.
Penurunan tingkat pengangguran ke 4,1% dari sebelumnya 4,2% menjadi sinyal bahwa pasar kerja tidak sekadar pulih, tetapi mulai menyerap tenaga kerja dengan laju yang lebih cepat dari dugaan. Kenaikan upah rata-rata per jam sebesar 0,4% secara bulanan—di atas ekspektasi 0,3%—menambah tekanan inflasi sisi permintaan. Secara tahunan, upah tumbuh 3,1%, juga melampaui proyeksi 2,9%.
Reaksi pasar obligasi langsung terlihat. Imbal hasil surat utang pemerintah AS tenor 10 tahun melonjak 6,4 basis poin menjadi 4,894%, mencerminkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan sikap hawkish. Di pasar ekuitas, futures Nasdaq 100 justru menguat 1,5%, menunjukkan bahwa pelaku pasar menafsirkan data ini sebagai konfirmasi ekonomi yang solid, bukan ancaman resesi. Sementara itu, Bitcoin hanya melemah tipis ke US$75.800, mengindikasikan bahwa aset kripto belum sepenuhnya bereaksi terhadap pergeseran ekspektasi kebijakan moneter.
Yang menarik, laporan ini muncul setelah beberapa pekan terakhir pelaku pasar mengurangi taruhan pada kenaikan suku bunga Desember akibat koreksi tajam di pasar saham. Peluang kenaikan sempat merosot ke sekitar 70% dari sebelumnya 95%. Kini, data tenaga kerja yang kuat diperkirakan akan mengembalikan posisi pasar ke skenario kenaikan, meskipun dua laporan inflasi—CPI dan PPI—pekan depan akan menjadi penentu utama dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) bulan depan.
"Laporan ini kemungkinan besar akan mendorong trader kembali bertaruh pada kenaikan suku bunga Desember, tetapi data CPI dan PPI pekan depan akan lebih menentukan arah kebijakan Fed," demikian analisis yang beredar di kalangan pelaku pasar, seperti dikutip dari sumber laporan.
Bagi Indonesia, dinamika ini bukan tanpa implikasi. Kenaikan suku bunga Fed yang lebih agresif berpotensi memperlebar selisih imbal hasil (yield spread) antara obligasi AS dan Surat Berharga Negara (SBN), yang dapat memicu arus modal keluar dari pasar keuangan domestik. Bank Indonesia pun menghadapi dilema: menahan suku bunga untuk mendukung pertumbuhan, atau menaikkannya guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Tekanan pada rupiah akan semakin terasa jika yield UST 10 tahun terus mendekati 5%.
Selain itu, sektor kripto domestik yang belakangan tumbuh pesat juga perlu mencermati pergeseran likuiditas global. Bitcoin yang tertahan di level US$75.800 menunjukkan bahwa pasar kripto masih relatif resilient, tetapi kenaikan yield obligasi dapat mengalihkan minat investor institusi dari aset berisiko. Bagi investor ritel Indonesia, diversifikasi portofolio menjadi kian penting di tengah ketidakpastian arah kebijakan moneter global.
Ke depan, perhatian akan tertuju pada rilis CPI dan PPI AS pekan depan, serta apakah pasar saham mampu stabil setelah koreksi. Jika inflasi ternyata lebih panas dari perkiraan, peluang kenaikan suku bunga Desember akan semakin besar, dan gelombang apresiasi dolar AS bisa menekan mata uang emerging market, termasuk rupiah. Sebaliknya, jika data inflasi melunak, pasar mungkin kembali berharap The Fed menunda pengetatan. Bagaimana pemerintah dan bank sentral Indonesia mengantisipasi skenario ini akan menjadi ujian tersendiri.



