Kebangkitan Madueke di Arsenal Ancam Masa Depan Nwaneri
Baca dalam 60 detik
- Noni Madueke tampil impresif sebagai pengganti Bukayo Saka, mencetak gol kemenangan melawan Slavia Prague.
- Peningkatan performa Madueke membuat peluang Ethan Nwaneri menembus tim utama Arsenal semakin tipis.
- Nwaneri yang sedang dipinjamkan ke Borussia Dortmund kemungkinan harus mencari klub baru pada 2027.

Kepergian Bukayo Saka akibat cedera pada laga melawan Bayern Munich sempat menimbulkan kekhawatiran di kubu Arsenal. Namun, kekhawatiran itu sirna setelah Noni Madueke tampil gemilang sebagai pengganti. Pemain sayap berusia 24 tahun itu menunjukkan performa impresif yang membuat lini serang The Gunners tetap tajam.
Madueke, yang didatangkan dari Chelsea pada musim panas 2025 dengan harga 52 juta poundsterling, kini mulai membuktikan nilainya. Dalam pertandingan melawan Slavia Prague, ia mencetak gol kemenangan melalui penyelesaian dingin menggunakan kaki lemahnya. Statistik menunjukkan ia memiliki dua tembakan tepat sasaran, lima sentuhan di kotak penalti lawan, dan memenangkan tujuh duel darat—terbanyak di pertandingan itu.
Peningkatan performa Madueke tidak lepas dari kepercayaan Mikel Arteta. Sejak bergabung, ia memang sempat menuai protes dari sebagian fans yang meragukan kemampuannya. Namun, kerja keras dan adaptasinya kini membuahkan hasil. Ia tidak hanya menjadi pelapis Saka, tetapi juga ancaman serius bagi lini pertahanan lawan.
"Ada sesuatu yang unik darinya yang saya sukai sejak awal: kemampuannya mengolah bola di area sempit dan melepaskan diri seperti yang biasa dilakukan Jack Wilshere," kata Arteta pada 2023, merujuk pada Nwaneri.
Di sisi lain, kebangkitan Madueke membawa dampak negatif bagi Ethan Nwaneri. Gelandang serang muda itu dulunya dianggap sebagai talenta menjanjikan setelah mencetak sembilan gol di musim perdananya bersama tim senior. Namun, kedatangan Madueke dan Eberechi Eze membuat menit bermainnya menyusut drastis. Nwaneri bahkan tidak pernah menjadi starter di Premier League musim lalu dan dipinjamkan ke Marseille, di mana ia hanya tiga kali menjadi starter di Ligue 1.
Musim ini, Nwaneri dipinjamkan ke Borussia Dortmund. Meski tampil lebih baik dengan empat kali menjadi starter di Bundesliga, ia belum mencetak gol dan baru mencatatkan satu assist. Performa tersebut rupanya belum cukup meyakinkan Arteta untuk memasukkannya ke dalam rencana jangka panjang. Kontrak Nwaneri yang bernilai 40 ribu poundsterling per pekan akan berakhir pada 2027, dan besar kemungkinan ia harus angkat kaki dari Emirates Stadium.
Bagi Arsenal, munculnya Madueke sebagai opsi utama di lini sayap memberikan fleksibilitas taktik. Namun, keputusan untuk melepas Nwaneri—salah satu produk akademi Hale End—tentu akan menuai reaksi dari fans. Di sisi lain, Nwaneri masih memiliki waktu untuk membuktikan diri di Dortmund. Jika ia mampu tampil konsisten, bukan tidak mungkin ia menarik perhatian klub lain atau bahkan kembali ke rencana Arteta.
Pertanyaannya, apakah Arsenal akan memberikan kesempatan kedua bagi Nwaneri, ataukah mereka lebih memilih menguangkan potensinya demi mendukung ambisi juara? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa bulan ke depan.



