Ocon Bantah Bentrok Fisik dengan Bos Haas, Masa Depan di F1 Kian Tak Pasti
Baca dalam 60 detik
- Esteban Ocon membantah keras rumor bentrok fisik dengan kepala tim Haas, Ayao Komatsu, setelah insiden di sesi latihan bebas GP Meksiko.
- Haas mengambil keputusan mengejutkan dengan mencoret Ocon untuk sisa akhir pekan, digantikan pembalap cadangan Ryo Hirakawa sejak FP3.
- Nasib Ocon di F1 semakin terancam karena kursinya di Haas untuk 2027 sudah diberikan kepada pembalap Ferrari, Rafa Camara.

Esteban Ocon akhirnya angkat bicara setelah namanya terseret spekulasi bentrok fisik dengan kepala tim Haas, Ayao Komatsu. Pembalap Prancis itu menegaskan tidak ada kekerasan dalam penyelesaian perbedaan pendapat yang terjadi di Grand Prix Meksiko, sekaligus membantah laporan media Prancis yang menyebut insiden tersebut sebagai altercations fisik.
Keputusan Haas untuk mencoret Ocon dari balapan di Mexico City memang memicu tanda tanya besar. Pasalnya, insiden bermula dari ketegangan di sesi latihan bebas ketika Ocon terlibat adu mulut dengan insinyur balapnya. Diskusi panas dengan pihak tim pada Jumat malam pun tak terhindarkan, dan hubungan antara pembalap berusia 30 tahun itu dengan tim semakin meruncing.
Manajemen Haas lantas mengambil langkah drastis dengan menyingkirkan Ocon untuk sisa akhir pekan. Kursinya diserahkan kepada pembalap cadangan sekaligus pilot Toyota di WEC, Ryo Hirakawa, yang langsung turun sejak sesi FP3. Keputusan ini diambil setelah melalui pertimbangan internal, meski detail pasti insiden masih minim informasi.
Spekulasi liar di media Prancis tentang sifat perselisihan Ocon-Komatsu memaksa kubu pembalap untuk bereaksi. Melalui akun media sosialnya, Ocon menyatakan menghormati keputusan tim namun menolak segala tuduhan kekerasan fisik. "Saya mengakui adanya perbedaan pandangan yang memicu diskusi, tetapi saya menolak keras tuduhan yang menyebutkan adanya kekerasan fisik dalam menyelesaikan perbedaan apa pun," tulisnya.
"Saya sangat mengecam kekerasan dalam segala bentuk dan percaya bahwa perbedaan pendapat harus diselesaikan dengan profesionalisme, rasa hormat, dan saling pengertian. Saya meminta spekulasi dihindari selama masalah ini ditangani. Pembaruan lebih lanjut akan disampaikan pada waktunya."
Yang menarik, keputusan Haas ini bukan sekadar soal disiplin internal. Ocon sedang berada di ujung tanduk karier F1-nya. Juara grand prix satu kali itu sudah dipastikan kehilangan kursi di Haas untuk 2027, digantikan oleh pembalap muda Ferrari, Rafa Camara. Opsi untuk tetap bertahan di grid F1 pun semakin menyusut.
Dalam beberapa musim terakhir, Ocon memang dikenal sebagai pembalap yang vokal dan terkadang bersitegang dengan tim. Namun insiden di Meksiko ini menjadi puncak dari hubungan yang memanas. Publik pun bertanya-tanya apakah Haas akan mempertahankannya hingga akhir musim atau justru mengambil langkah lebih tegas.
Bagi tim yang berbasis di Amerika Serikat itu, keputusan mencoret Ocon menunjukkan bahwa mereka tidak segan mengambil tindakan tegas demi menjaga stabilitas internal. Namun di sisi lain, langkah ini juga menimbulkan pertanyaan tentang manajemen konflik di dalam tim. Apakah ini bentuk ketegasan yang diperlukan, atau justru sinyal bahwa komunikasi antara pembalap dan tim telah lama rusak?
Hingga kini, belum ada kepastian apakah Ocon akan kembali membalap di GP Brasil akhir pekan depan atau bahkan menyelesaikan musim bersama Haas. Yang jelas, masa depannya di F1 semakin tidak pasti. Dengan kursi yang kian terbatas dan reputasi yang tercoreng, Ocon harus segera mencari jalan keluar dari situasi pelik ini.
Jika benar ia tidak kembali ke kokpit Haas, langkah apa yang akan diambil Ocon? Apakah ia akan mencoba peruntungan di ajang lain, atau masih ada tim F1 yang bersedia menampungnya? Publik menanti kejelasan, sementara Haas tampaknya sudah mulai bergerak ke arah lain.



