GP Meksiko F1 2025: Verstappen Buka Suara soal Lawson, Antonelli Akui Kelelahan di Ambang Gelar
Baca dalam 60 detik
- Max Verstappen akhirnya angkat bicara mengenai hubungannya dengan Liam Lawson, namun tetap bungkam perihal kursi Racing Bulls.
- Kimi Antonelli mengaku mengemudi dalam kondisi tegang dan lelah, bahkan berencana mengonsumsi melatonin untuk membantu tidur.
- Ryo Hirakawa yakin bisa lolos Q2 di GP Meksiko andai tidak terhalang lalu lintas pada sesi kualifikasi.

Max Verstappen memilih mengakhiri spekulasi mengenai hubungannya dengan Liam Lawson, tetapi pembalap Red Bull itu tetap menutup rapat peluang Lawson kembali ke Racing Bulls. Pernyataan tersebut muncul di tengah persiapan GP Meksiko, saat paddock F1 diwarnai dinamika kursi pembalap untuk musim depan.
Verstappen menegaskan tidak ada masalah pribadi dengan Lawson, namun enggan mengomentari masa depan pembalap Selandia Baru itu. Sikap tersebut kontras dengan beberapa pekan terakhir yang diwarnai ketegangan antara kubu Red Bull dan Racing Bulls. Sejumlah pengamat menilai pernyataan Verstappen sebagai upaya meredam tekanan publik, tanpa harus mengonfirmasi skenario transfer yang belum final.
Di sisi lain, Kimi Antonelli menjadi sorotan setelah mengaku mengemudi dalam kondisi tegang dan kelelahan. Pembalap muda Mercedes itu mengatakan akan "membombardir diri sendiri dengan melatonin" untuk membantu tidur menjelang sesi balapan. Pengakuan ini menggarisbawahi beban psikologis yang dihadapi pembalap muda ketika berada di ambang gelar juara dunia.
"Saya mengemudi dengan tegang dan lelah. Saya akan membanjiri diri saya dengan melatonin," ujar Antonelli, seperti dikutip Motorsport.com.
Komentar Antonelli memantik diskusi tentang kesehatan mental pembalap di kalender F1 yang padat. Musim 2025 menyisakan empat seri, termasuk Meksiko, dan tekanan untuk tampil konsisten semakin besar. Beberapa tim dikabarkan mulai memperhatikan aspek pemulihan fisik dan psikologis pembalap, bukan hanya performa di lintasan.
Sementara itu, Ryo Hirakawa merasa yakin bisa lolos ke Q2 pada kualifikasi GP Meksiko jika tidak terhalang lalu lintas di akhir sesi. Pembalap Jepang itu menyebut insiden tersebut sebagai faktor utama kegagalannya menembus babak kedua. Hirakawa, yang membalap untuk tim dengan performa mobil terbatas, tetap optimistis menghadapi sisa musim.
Di ajang NASCAR, Carson Kvapil memenangi balapan di Martinsville, sementara Justin Allgaier mengambil alih pimpinan klasemen poin O'Reilly. Denny Hamlin meraih pole di Martinsville dan bertekad memberikan segalanya. Kyle Larson, pemimpin klasemen, akan start dari posisi ketiga. Persaingan menuju playoff semakin memanas dengan seri tersisa yang menentukan.
Bagi publik Indonesia, dinamika di paddock F1 dan NASCAR mungkin terasa jauh dari keseharian. Namun, isu kesehatan mental pembalap dan manajemen tekanan di kompetisi elite memiliki relevansi dengan perkembangan olahraga nasional, terutama dalam pembinaan atlet muda. Pengakuan Antonelli dapat menjadi cermin bahwa dukungan psikologis sama pentingnya dengan latihan fisik.
Ke depan, pertanyaannya adalah seberapa serius tim dan otoritas balap menangani beban mental pembalap di tengah jadwal yang kian padat. Apakah regulasi baru akan memasukkan protokol kesehatan mental, ataukah tekanan justru meningkat seiring ekspansi kalender? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa musim mendatang.



