Isack Hadjar Dipanggil Steward Usai Dorong Fans di Meksiko, Publik F1 Membela
Baca dalam 60 detik
- Isack Hadjar menghadapi pemeriksaan steward akibat insiden dorongan terhadap penggemar yang memaksa swafoto di paddock Meksiko.
- Mayoritas penggemar membela pembalap Red Bull itu, menekankan pentingnya menghormati ruang pribadi di area kerja.
- Sanksi potensial berupa denda โฌ5.000 atau peringatan, sementara insiden ini memicu diskusi soal keamanan paddock.

Pembalap Red Bull, Isack Hadjar, harus menghadapi pemeriksaan steward Formula 1 setelah video yang memperlihatkan dirinya mendorong seorang penggemar di paddock Grand Prix Meksiko viral di media sosial. Insiden tersebut terjadi di sela sesi latihan bebas pertama (FP1) dan kedua (FP2) pada Jumat (25/10) waktu setempat, ketika seorang pria dewasa berusaha memeluk dan memotretnya secara paksa.
Rekaman yang beredar luas menunjukkan Hadjar berjalan di area paddock sebelum seorang penggemar tiba-tiba mendekat dan mencoba merangkulnya. Pembalap berusia 20 tahun itu awalnya menahan lengan pria tersebut, namun setelah upaya pemaksaan berlanjut, ia memberikan dorongan kuat. Aksi itu memicu perdebatan di jagat maya, dengan sebagian pihak mengecam reaksi Hadjar, sementara mayoritas penggemar justru membelanya.
Insiden ini menjadi sorotan karena paddock F1 sejatinya merupakan area kerja yang aksesnya dibatasi. Para pembalap kerap kali harus berhadapan dengan penggemar yang nekat menerobos batas demi mendapatkan momen pribadi. Hadjar sendiri tengah menjalani musim perdananya bersama tim satelit Red Bull, Racing Bulls, dan insiden ini menambah tekanan di tengah performa fluktuatifnya.
Di media sosial X, gelombang dukungan untuk Hadjar mengalir deras. Seorang pengguna menulis, "Saat Anda bersikap sopan dan tidak melanggar ruang pribadinya, dia sebenarnya sangat ramah kepada penggemar... Bertemu pembalap itu privilege, bukan hak." Postingan itu mendapat lebih dari 3.000 suka. Pengguna lain menambahkan, "Baguslah Hadjar. Penggemar harus sadar diri. Ruang pribadi itu ada dan harus dihormati."
Beberapa warganet mempertanyakan mengapa Hadjar yang justru dipanggil steward, bukan penggemar yang dianggap melakukan kontak fisik terlebih dahulu. "Hadjar tidak seharusnya dihukum. Pria dewasa itu yang seharusnya tidak menyentuhnya. Paddock adalah tempat kerja, bukan taman hiburan. Pembalap itu manusia, bukan properti," tulis seorang pengguna. Ada pula yang menilai reaksi Hadjar bisa lebih terkendali, namun menekankan bahwa petugas keamanan seharusnya lebih sigap. "Max (Verstappen) benar, ini seperti kebun binatang. Orang-orang tidak menghormati batas. Tapi mungkin bisa ditangani lebih baik. Keamanan harus turun tangan lebih cepat," komentar netizen lain.
"Ini bukan pertama kalinya pembalap menghadapi situasi seperti ini. Penting bagi FIA untuk menegaskan bahwa paddock adalah area kerja yang dilindungi, bukan ajang perburuan swafoto," ujar seorang pengamat F1 yang enggan disebutkan namanya.
Insiden ini juga terjadi hanya beberapa hari setelah mantan pembalap Ralf Schumacher menyarankan Hadjar untuk "menurunkan tensi" menyusul pesan radio emosionalnya di Austin. Tekanan di dalam dan di luar lintasan tampaknya sedang menguji ketenangan pembalap muda asal Prancis tersebut. Meski demikian, banyak penggemar menilai bahwa kejadian di Meksiko lebih merupakan persoalan pelanggaran batas pribadi daripada masalah perilaku Hadjar.
Jika terbukti melanggar aturan, Hadjar bisa menghadapi denda atau peringatan. Namun, kasus ini lebih jauh menyoroti perlunya protokol keamanan yang lebih ketat di paddock, terutama di balapan dengan antusiasme penonton tinggi seperti Meksiko. FIA dan penyelenggara balapan menghadapi pertanyaan tentang bagaimana melindungi pembalap dari kontak fisik yang tidak diinginkan tanpa mengorbankan interaksi positif dengan penggemar.
Keputusan steward pada Sabtu nanti akan menjadi sinyal penting bagi batas toleransi antara hak penggemar dan privasi pembalap. Apakah insiden ini akan menjadi preseden bagi pengetatan akses paddock, atau justru sebaliknya, menjadi pengingat bahwa bintang F1 tetap manusia yang berhak atas ruang aman?



