Norris Unggul 0,001 Detik atas Antonelli di FP3 Meksiko, Kualifikasi Diprediksi Sengit
Baca dalam 60 detik
- Lando Norris mencatat waktu tercepat di sesi latihan ketiga GP Meksiko, mengungguli Kimi Antonelli dengan selisih hanya 0,001 detik.
- Persaingan empat tim papan atas semakin ketat, sementara beberapa pembalap mengalami masalah unit daya di sirkuit berketinggian tinggi.
- Kualifikasi nanti diperkirakan berlangsung dramatis dengan selisih tipis antar pembalap, dan insiden penggantian mesin Perez menambah ketidakpastian.

Lando Norris memastikan diri sebagai yang tercepat di sesi latihan ketiga (FP3) Formula 1 Grand Prix Meksiko, Sabtu (26/10/2025), setelah menorehkan waktu 1 menit 17,601 detik. Pembalap McLaren itu mengalahkan pemimpin klasemen Kimi Antonelli dengan margin sangat tipis, hanya 0,001 detik, di Sirkuit Autodromo Hermanos Rodriguez. Hasil ini menjadi sinyal bahwa kualifikasi nanti akan berlangsung sengit, mengingat empat tim teratas menunjukkan performa kompetitif di trek berketinggian 2.285 meter di atas permukaan laut tersebut.
Antonelli, yang tampil impresif bersama Mercedes, sempat memimpin catatan waktu sebelum Norris menyalip di akhir sesi. Charles Leclerc dari Ferrari harus puas di posisi ketiga, terpaut 0,117 detik, diikuti rekan setim Norris, Oscar Piastri, di urutan keempat. Sementara itu, Max Verstappen (Red Bull) menempati posisi kelima dengan defisit 0,351 detik setelah mengeluhkan masalah rem pada mobilnya. Lewis Hamilton, yang kehilangan waktu berharga di FP2 akibat masalah mesin, finis keenam, lebih dari empat persepuluh detik di belakang Norris.
Persaingan di sesi latihan ini juga diwarnai sejumlah insiden dan kejutan. Pembalap pengganti Haas, Ryo Hirakawa, yang menggantikan Esteban Ocon untuk sisa akhir pekan, harus puas di posisi ke-19. Ocon sendiri absen setelah terlibat adu mulut dengan insinyur balapnya di FP2, meski alasan pastinya belum diungkap tim. Sementara itu, Gabriel Bortoleto (Audi) dan Sergio Perez (Cadillac) tidak dapat menyelesaikan sesi karena masalah teknis. Perez, yang tampil di hadapan pendukung sendiri, dipastikan akan menjalani penggantian mesin sebagai tindakan pencegahan sebelum kualifikasi.
"Mobil ini adalah yang terburuk yang pernah saya kendarai akhir pekan ini, sangat buruk," ujar Isack Hadjar (Red Bull) usai sesi, menggambarkan betapa sulitnya mengendalikan mobil di trek yang licin dan menantang.
Bagi tim papan tengah, sesi ini menjadi ajang pembuktian. Racing Bulls kembali menunjukkan dominasi sebagai tim terbaik di luar empat besar, dengan Liam Lawson di posisi kesembilan dan rookie Arvid Lindblad kesepuluh. Sementara itu, George Russell (Mercedes) mengeluhkan kurangnya cengkeraman di Tikungan 12, bagian dari stadion Foro Sol yang terkenal tricky. Keluhan serupa juga disampaikan beberapa pembalap lain, menandakan bahwa kondisi trek masih menjadi faktor krusial dalam menentukan performa.
Dari kacamata Indonesia, persaingan ketat di GP Meksiko ini menjadi cermin bagaimana kompetisi F1 semakin merata. Meski tidak ada pembalap Indonesia yang berlaga, antusiasme penggemar tanah air terhadap F1 tetap tinggi, terutama dengan hadirnya Grand Prix Indonesia di kalender MotoGP. Keberhasilan Norris menyaingi Antonelli menunjukkan bahwa tim-tim seperti McLaren dan Mercedes kini mampu menantang dominasi Red Bull yang belakangan menurun. Hal ini tentu menjadi tontonan menarik bagi penggemar otomotif nasional yang ingin melihat dinamika baru di lintasan.
Dengan selisih waktu yang sangat tipis, kualifikasi GP Meksiko nanti diprediksi akan menjadi pertarungan sengit antar pembalap papan atas. Norris dan Antonelli akan kembali berduel untuk merebut pole position, sementara Leclerc dan Piastri siap mencuri kesempatan. Verstappen yang masih bergulat dengan masalah rem perlu segera menemukan solusi jika ingin tetap kompetitif. Akankah Norris melanjutkan momentumnya, atau justru Antonelli yang bangkit? Semua akan terjawab dalam sesi kualifikasi yang akan digelar beberapa jam lagi.



