Unalaska: Ketika Kebijakan Trump Mengubah Wajah Pelabuhan Seafood Terbesar AS
Baca dalam 60 detik
- Unalaska, pelabuhan seafood terbesar di AS, terancam karena harga diesel melonjak akibat perang dengan Iran dan pemotongan anggaran federal.
- Pemotongan dana menyebabkan perpustakaan, museum, dan radio publik kehilangan sumber daya, sementara nelayan dan pekerja pelabuhan menanggung beban biaya.
- Pemilu paruh waktu menjadi ujian bagi warga Unalaska yang mulai mempertanyakan dukungan mereka terhadap Partai Republik.

Di Unalaska, Alaska, nelayan Oystein Lone berdiri di dermaga menjelang musim kepiting Bering Sea. Bukan cuaca buruk atau kuota yang menjadi kekhawatiran utamanya, melainkan harga solar yang melonjak akibat perang dengan Iran. Lone telah menghabiskan $86.000 untuk 12.000 galon bahan bakar, dan jika ingin mengisi lagi, ia harus merogoh $100.000.
Unalaska, yang terletak lebih barat dari Hawaii dan lebih dekat ke Beijing daripada Washington DC, adalah pelabuhan seafood paling produktif di AS selama lebih dari 25 tahun. Pada 2023, lebih dari 780 juta pon hasil tangkapan senilai hampir $225 juta melewati pelabuhan Dutch Harbor. Namun, kebijakan Presiden Donald Trump telah menimbulkan dampak signifikan: pemotongan dana federal untuk perpustakaan, museum, dan radio publik, serta tarif yang memaksa longshoreman memuat kontainer kosong.
Dampak kebijakan Trump terasa di berbagai aspek. Perpustakaan kehilangan dana untuk membeli buku, museum terpaksa memberhentikan enam karyawan setelah grant NEH dibatalkan, dan stasiun radio KUCB kehilangan separuh anggaran. Namun, beberapa dana kemudian dipulihkan setelah gugatan hukum. Di sisi lain, klinik kesehatan setempat menerima lebih dari $400.000 dari Program Transformasi Kesehatan Pedesaan untuk membuka apotek.
"Saya merasa pemerintah kita sekarang seperti nakal, dan saya tidak merasa Partai Republik menjalankan tugasnya," kata Daneen Looby, anggota dewan kota dan pemilik Norwegian Rat Saloon.
Kenaikan harga solar juga memukul industri perikanan yang sudah tertekan oleh hasil tangkapan pollock yang sedikit dan badai yang sering. Para pekerja pelabuhan mengeluhkan permintaan manajemen untuk memuat kontainer kosong guna menghindari tarif. "Itu bukan bisnis yang baik," ujar Shawn Schomer, perwakilan serikat pekerja di Matson.
Meskipun Alaska dengan tegas mendukung Trump pada 2024, gelombang ketidakpuasan mulai muncul. Pemilu paruh waktu menjadi ajang uji bagi Senator Dan Sullivan dan anggota kongres Nick Begich, yang dianggap tidak cukup memperjuangkan kepentingan Alaska. Sementara itu, Senator Lisa Murkowski menentang perang Iran dan pemotongan dana media publik.
Di tengah kesulitan, warga Unalaska tetap berharap ada solusi jangka panjang. Radio publik KUCB, misalnya, menerima sumbangan darurat dari pendengar, tetapi belum ada solusi permanen. "Ketika Anda hanya mengandalkan sumbangan, berapa lama itu bisa bertahan?" tanya Lauren Adams, manajer umum KUCB. Pertanyaan serupa juga menggantung di udara: akankah kebijakan Washington berubah, atau akankah Unalaska terus berjuang sendiri?



