Albon Balas Alonso: Grid F1 Sekarang Terkuat, Era Pay Driver Sudah Berakhir
Baca dalam 60 detik
- Alex Albon menolak keras anggapan Fernando Alonso bahwa kualitas pembalap di sepertiga bawah grid Formula 1 sangat rendah.
- Albon menegaskan standar kompetisi saat ini jauh lebih tinggi karena tidak ada lagi pembalap yang membeli kursi (pay driver).
- Sejumlah pembalap lain seperti Pierre Gasly, Sergio Perez, dan Oliver Bearman ikut membela Albon dan menyoroti tingginya level persaingan di seluruh grid.

Pembalap Williams, Alex Albon, membantah keras kritik Fernando Alonso yang menyebut kualitas pembalap di sepertiga bawah grid Formula 1 sangat rendah. Kritik itu muncul setelah insiden kontak antara keduanya di lap pertama Grand Prix Amerika Serikat di Circuit of the Americas, yang membuat Alonso kehilangan downforce akibat kerusakan permanen pada lantai mobilnya.
Alonso, yang start dari posisi belakang, menyatakan bahwa risiko benturan selalu ada ketika memulai balapan dari belakang. Ia pun melontarkan pernyataan pedas seusai balapan. Namun, alih-alih mereda, empat hari kemudian di paddock Grand Prix Meksiko, juara dunia dua kali itu justru mempertegas kritiknya. Ia menyebut bahwa insiden tersebut adalah kesalahan yang tidak perlu dan mengaku sulit memahami peluang apa yang dilihat Albon saat itu.
Menanggapi hal tersebut, Albon mengaku kecewa karena Alonso adalah sosok yang ia kagumi sejak kecil. Meski demikian, ia tetap pada pendiriannya bahwa level kompetisi di grid saat ini sangat merata. Menurutnya, 10 hingga 15 tahun lalu, bagian belakang grid tidak sekompetitif sekarang karena masih banyak pembalap yang membeli kursi. "Kami tidak lagi memiliki pay driver. Jika ada, saya katakan grid saat ini adalah yang terkuat dalam beberapa waktu terakhir," ujar Albon.
Albon juga menilai duelnya dengan Alonso di Austin sebagai pertarungan yang fair. Ia menganggap insiden tersebut sebagai konsekuensi balapan yang wajar, dengan posisi mobil saat itu berada di batas 50-50. "Saya pikir itu pertarungan yang bagus. Kami saling bertarung sepanjang balapan. Jelas dia tidak berpikir demikian, tetapi insiden itu sendiri sangat berimbang," jelasnya.
Pernyataan Albon mendapat dukungan dari sejumlah pembalap lain. Pierre Gasly dari Alpine, yang akrab disapa dengan gaya khasnya, menyebut level grid saat ini adalah salah satu yang tertinggi selama sembilan tahun terakhir. Sergio Perez, yang kini membalap untuk tim pendatang Cadillac, menegaskan bahwa level di belakang sama tingginya dengan di depan. Menurutnya, jika pembalap belakang bertukar mobil dengan pembalap depan, hasilnya akan mirip. Hal ini menyoroti masalah klasik F1: performa pembalap sangat bergantung pada kualitas mobil dan tim.
Oliver Bearman dari Haas menambahkan bahwa kesimpulan Alonso terlalu keras. Ia menilai bahwa dengan gap performa yang lebar antar tim tahun ini, pembalap di belakang harus sangat oportunistik, yang terkadang berujung pada insiden. "Ini bukan soal kualitas, melainkan soal berusaha semaksimal mungkin untuk menciptakan peluang, yang sangat sulit ketika delapan posisi teratas hampir selalu diisi oleh empat tim teratas," ujarnya.
Kontroversi ini memperlihatkan perdebatan abadi di F1: apakah prestasi pembalap di belakang grid murni ditentukan oleh kualitas individu ataukah oleh keterbatasan mesin dan tim. Albon dan pendukungnya menegaskan bahwa standar pembalap saat ini jauh lebih tinggi daripada era ketika kursi bisa dibeli. Sementara itu, Alonso, yang telah lama berkecimpung di balap, tetap pada pandangannya bahwa ada perbedaan kualitas yang nyata. Ke depan, diskusi tentang kompetisi di grid mungkin akan terus berlanjut, terutama jika insiden serupa kembali terjadi di sisa musim.



