Wolff Akui Mercedes Gagal Total di Austin: Russell Frustrasi, Antonelli Menang
Baca dalam 60 detik
- Toto Wolff menyalahkan timnya sendiri atas performa buruk George Russell di GP Amerika Serikat, sementara Andrea Kimi Antonelli justru menang dominan.
- Penalti lima detik kontroversial di lap pertama memperparah masalah Russell yang kesulitan menemukan grip pada mobil Mercedes.
- Wolff menegaskan bahwa perbaikan harus datang dari dinding pit dan pabrik Brackley, bukan dari pembalap veteran tersebut.

Kepala tim Mercedes, Toto Wolff, secara terbuka menanggung kesalahan atas penampilan buruk George Russell pada Grand Prix Amerika Serikat di Sirkuit Austin, Minggu (19/10/2025). Sementara rekan setimnya, Andrea Kimi Antonelli, merayakan kemenangan dominan, Russell harus puas finis jauh di belakang setelah insiden penalti dan masalah cengkeraman yang membuat performanya terpuruk.
Kontras di garasi Mercedes bakal jadi sorotan jelang rangkaian balapan Amerika. Di satu sisi, Antonelli tampil memukau dengan kemenangan perdananya, sementara Russell—pembalap yang dianggap sudah matang—justru kesulitan mengekstrak potensi mobil. Wolff tidak menutup mata. Ia menilai masalahnya bukan pada Russell, melainkan pada mobil yang tidak bisa diadaptasi oleh pembalap Inggris itu.
“Di sisi lain garasi, kami punya seorang juara. Dia punya semua kemampuan, tapi tidak klik dengan mobilnya. Kami harus mencari tahu penyebabnya,” ujar Wolff dalam wawancara pasca-balapan, seperti dikutip Motorsport.com. “Tidak menyenangkan melihat seseorang yang berjalan di atas air di sisi lain garasi, sementara pembalap dengan segala kemampuannya tidak bisa mengeluarkan performa dari mobil.”
Penalti lima detik yang diterima Russell pada lap pembuka—akibat keluar lintasan saat balapan baru dimulai—memang menambah derita. Namun, baik Wolff maupun Russell mengakui bahwa kecepatan dasar mobil W15 di Austin memang jauh dari ekspektasi. Direktur teknik sirkuit, Andrew Shovlin, sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa paket upgrade aerodinamika terbaru telah mempersempit jendela setelan secara ekstrem, membuat mobil sulit dikendarai konsisten.
Wolff bahkan sempat melempar sindiran pedas ke arah pengawas balapan FIA. Menanggapi komentar David Coulthard yang mempertanyakan dasar penalti, Wolff berkelakar, “Di sini legal untuk merokok,” merujuk pada legalisasi ganja di Texas. Meski demikian, ia tetap menyoroti keputusan stewards yang dianggap terlalu keras untuk insiden lap pertama.
“Ini tanggung jawab kami. Kami bersama-sama dalam masalah ini,” tegas Wolff, menegaskan bahwa perbaikan harus dimulai dari tim, bukan dari pembalap.
Bagi Mercedes, hasil di Austin menjadi pukulan telak di tengah upaya mengembalikan kejayaan. Russell, yang dikontrak hingga akhir 2025, tengah menghadapi tekanan besar untuk membuktikan kualitasnya di tengah spekulasi masa depan. Sementara Antonelli, yang baru menjalani musim debutnya, justru menjelma sebagai ancaman nyata bagi status Russell sebagai pembalap nomor satu di tim.
Kegagalan Russell juga memunculkan pertanyaan tentang arah pengembangan mobil Mercedes. Jika masalah setelan tidak segera diatasi, bukan tidak mungkin performa Russell akan terus terpuruk di sisa musim. Wolff sendiri menyadari bahwa solusi harus segera ditemukan, terutama karena balapan berikutnya di Meksiko menuntut konsistensi di ketinggian.
Dengan modal kemenangan Antonelli, Mercedes memiliki alasan untuk optimistis. Namun, nasib Russell menjadi bayang-bayang yang perlu diselesaikan. Akankah Wolff mampu membalikkan keadaan dan mengembalikan Russell ke jalur juara, atau justru semakin tenggelam dalam pusaran masalah teknis yang tak berujung?



