Sumpah WNI Taisei Marukawa Tinggal Menunggu, Pintu Timnas Indonesia Mulai Terbuka
Baca dalam 60 detik
- Kementerian Hukum menyatakan seluruh berkas naturalisasi Taisei Marukawa rampung dan hanya menyisakan pengambilan sumpah kewarganegaraan.
- Lokasi pelantikan bisa digelar di Banten atau kantor AHU Jakarta, memberi keleluasaan administratif tanpa mengganggu jadwal pemain bersama Dewa United.
- Nama Marukawa telah disinggung pelatih John Herdman, tetapi seleksi akhir tetap bergantung pada data dan kebutuhan taktik Skuad Garuda.

Proses naturalisasi winger Dewa United, Taisei Marukawa, memasuki babak penentuan setelah Kementerian Hukum menyatakan seluruh tahapan administratif selesai. Kini, satu-satunya agenda yang tersisa adalah pengambilan sumpah setia sebagai warga negara Indonesia (WNI).
Kepastian itu disampaikan Staf Khusus Menteri Hukum RI, Noor Korompot, dalam siniar Bola Break Bola.com. Menurutnya, tidak ada hambatan berarti dalam berkas Marukawa. "Dari Kementerian Hukum sudah selesai sebenarnya, tidak ada masalah. Tinggal kita mengambil sumpah, kita berharap dalam waktu dekat ini sudah bisa diambil sumpah, entah bulan depan," ujarnya.
Meski demikian, tanggal pasti pelantikan belum ditetapkan. Fleksibilitas lokasi menjadi salah satu pertimbangan. Marukawa masih aktif memperkuat Dewa United yang berbasis di Banten, sehingga sumpah bisa digelar di wilayah Banten atau di kantor Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) Jakarta.
Noor menegaskan, penentuan lokasi tidak akan memengaruhi jadwal. "Yang penting dia masih bermain di Dewa United, kan? Jadi, tidak ke mana-mana juga. Tidak terlalu sulit kapan mau dilantik. Misalnya, dia di Banten, kita lantik di Banten juga tidak ada masalah," jelasnya. Keberadaan kantor wilayah Kementerian Hukum di Banten disebut memudahkan proses tanpa harus memaksakan pemain datang ke Jakarta.
Perhatian publik terhadap Marukawa meningkat setelah namanya disebut dalam pembahasan pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. Namun, peluang Marukawa memperkuat Skuad Garuda tidak otomatis terbuka. Menurut Noor, Herdman dan tim analis masih mengumpulkan data lengkap sebelum mengambil keputusan. "Saya kira kalau coach John Herdman sudah menyinggung nama beliau, itu satu di antara opsi. Untuk naturalisasi pemain yang sekarang itu tentu tidak mudah. Satu, tentu tim pelatih dan tim analis dari coach John Herdman mengambil pemain dengan data lengkap dulu," ungkapnya.
"Tinggal kita mengambil sumpah, kita berharap dalam waktu dekat ini sudah bisa diambil sumpah, entah bulan depan." โ Noor Korompot, Staf Khusus Menteri Hukum RI
Bagi Timnas Indonesia, kepastian status Marukawa menjadi ujian bagi strategi naturalisasi yang kian terukur. Sejak Herdman menakhodai, pendekatan seleksi tampak lebih berbasis data dan kebutuhan posisi, bukan sekadar menambah amunisi. Marukawa, yang telah menunjukkan performa konsisten di Liga 1 bersama Dewa United, dinilai cocok dengan skema pressing dan transisi cepat yang biasa diterapkan Herdman.
Namun, naturalisasi bukan sekadar urusan teknis di lapangan. Ada konsekuensi administratif dan sosial yang menyertainya. Proses sumpah yang semestinya sederhana justru menjadi penentu akhir yang kerap molor karena koordinasi antarlembaga. Dalam kasus Marukawa, sinyal positif dari Kementerian Hukum setidaknya mempersempit ketidakpastian yang selama ini menyelimuti.
Ke depan, publik akan menanti apakah sumpah benar-benar terlaksana bulan depan sesuai harapan Noor. Jika terealisasi, Marukawa bisa segera mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia dan membuktikan diri di bawah arahan Herdman. Sebaliknya, jika kembali tertunda, pertanyaan tentang efisiensi jalur naturalisasi akan kembali mengemuka. Bagaimana pun, langkah Marukawa kini hanya terpaut satu upacara dari status WNI.



