Bayern vs Dortmund: Klassiker Pertama Tanpa Kompany, Panggung Pembuktian Kane dan Kobel
Baca dalam 60 detik
- Bayern Munich dan Borussia Dortmund sama-sama mengoleksi poin identik setelah tujuh pekan, membuka persaingan juara yang jarang terjadi.
- Dortmund mengandalkan pertahanan solid dengan hanya empat kebobolan, sementara Bayern punya lini serang produktif yang dipimpin Michael Olise.
- Absennya pelatih Vincent Kompany di pinggir lapangan menambah ketidakpastian jelang duel di Allianz Arena.

Duel bertajuk Klassiker antara Bayern Munich dan Borussia Dortmund pada pekan kedelapan Bundesliga menjadi sorotan utama setelah kedua tim menorehkan poin sempurna yang sama di puncak klasemen. Pertandingan di Allianz Arena, Sabtu malam WIB, bukan sekadar benturan dua raksasa, melainkan ujian awal bagi ambisi Dortmund untuk mengakhiri dominasi Bayern yang selama ini tak terbantahkan.
Berbeda dengan musim lalu, ketika Bayern sudah unggul empat poin sebelum Klassiker pertama dan kemudian melebarkan jarak menjadi 16 poin di akhir musim, kali ini tidak ada tim yang benar-benar superior. Selisih gol menjadi satu-satunya pembeda setelah tujuh laga bergulir. Soliditas Dortmund di lini belakang menjadi kunci: mereka baru kebobolan empat gol, jumlah terendah di liga. Sementara Bayern, yang dikenal dengan agresivitas serangan, justru menghadapi ujian ketajaman melawan pertahanan terbaik.
Di bawah asuhan Niko Kovač, Dortmund menjelma menjadi tim yang sulit ditaklukkan. Kiper Gregor Kobel tampil luar biasa dengan mencatatkan lima clean sheet, terbanyak di liga, dan persentase penyelamatan mencapai 82 persen. Namun, Kobel memiliki catatan buruk melawan Bayern: belum pernah menang dalam 10 pertemuan Bundesliga. Di depannya, Nico Schlotterbeck yang kembali bugar setelah cedera serius menjadi tembok kokoh. Schlotterbeck memenangkan 67 persen duel udara dan menjadi pemimpin di ruang ganti, terutama saat kapten Emre Can absen. Sinergi dengan Waldemar Anton di jantung pertahanan membuat Dortmund hanya kebobolan enam gol di semua kompetisi.
Meski pertahanan solid, Dortmund memiliki pekerjaan rumah di lini serang. Serhou Guirassy menjadi andalan dengan empat gol di Liga Champions, tetapi baru mencetak dua gol di Bundesliga. Secara keseluruhan, Dortmund baru mencetak 12 gol, peringkat kesembilan di liga. Julian Ryerson, yang musim lalu mencatat 15 assist, belum membuka rekening assist meski telah mengirim 34 umpan silang terbanyak di liga. Minimnya penyelesaian akhir menjadi titik lemah yang harus segera diatasi jika ingin mencuri poin dari Bayern.
Bayern tidak kalah menakutkan. Lini depan yang diperkuat peraih Ballon d'Or, Harry Kane, memang baru mencetak empat gol liga, tetapi itu lebih karena standar tinggi yang ia tetapkan sendiri. Justru Michael Olise yang menjadi motor serangan dengan enam gol dan tiga assist, plus kontribusi di Liga Champions. Kekuatan Bayern juga datang dari kedalaman skuad, seperti Serge Gnabry yang mencetak gol ke-100 untuk klub pekan lalu. Namun, kedalaman itu sedang diuji: Joshua Kimmich, Aleksandar Pavlović, dan Manuel Neuer masih diragukan, Luis Díaz dipastikan absen, dan Jamal Musiala masih berjuang untuk tampil. Yang paling krusial, pelatih Vincent Kompany tidak akan mendampingi tim karena pemulihan masalah kesehatan, sehingga asisten pelatih Aaron Danks harus mengambil keputusan penting.
"Upamecano tampil kelas dunia musim ini," kata Max Eberl, anggota dewan olahraga Bayern, seperti dikutip dari laman resmi klub. Pernyataan itu menegaskan betapa pentingnya kehadiran bek Prancis tersebut di lini belakang.
Faktor Upamecano menjadi kunci. Pemain Prancis itu adalah satu-satunya penggawa Bayern yang selalu menjadi starter di tujuh laga liga musim ini. Ia telah mencetak dua gol dan memenangkan 63 persen duel. Yang lebih menakjubkan, Bayern tidak pernah kalah dalam 51 pertandingan liga terakhir yang ia mainkan, hanya terpaut lima laga dari rekor sepanjang masa. Kehadirannya memberikan stabilitas di tengah badai cedera yang menerpa skuad Kompany.
Dengan segala kelebihan dan kekurangan masing-masing, laga ini benar-benar sulit diprediksi. Dortmund datang dengan pertahanan terbaik, sementara Bayern memiliki daya ledak serangan yang luar biasa. Pertanyaan besarnya: apakah Dortmund mampu memanfaatkan absennya Kompany untuk mencuri kemenangan pertama di Allianz Arena sejak lama, atau justru Bayern yang membuktikan bahwa dominasi mereka belum berakhir? Jawabannya akan terlihat Sabtu malam, dan hasilnya bisa menjadi sinyal awal bagi perburuan gelar Meisterschale musim ini.



