Verstappen Sindir Radio Red Bull: "Mungkin Lebih Murah Pakai Bahasa Isyarat"
Baca dalam 60 detik
- Max Verstappen menyebut gangguan radio yang berulang sebagai bencana dan mengusulkan komunikasi bahasa isyarat.
- Rekan setim Isack Hadjar juga terdampak, salah memasang map mesin akibat tidak mendengar instruksi dari pit.
- Dengan lima balapan tersisa, peluang Verstappen merebut gelar juara dunia musim ini sudah tertutup.

Max Verstappen melontarkan kritik pedas terhadap Red Bull Racing setelah serangkaian masalah radio yang kembali menghampirinya pada Grand Prix Amerika Serikat di Sirkuit Austin, Minggu (19/10/2025). Pembalap asal Belanda itu menyebut gangguan komunikasi tersebut sebagai "bencana" dan bahkan berkelakar bahwa tim sebaiknya beralih ke bahasa isyarat karena dinilai lebih hemat biaya.
Insiden ini bukan kali pertama terjadi. Verstappen mengaku sudah kehilangan hitungan berapa kali radio timnya bermasalah sepanjang musim. "Ini bukan kedua kalinya. Sudah entah berapa kali tahun ini. Mungkin sebaiknya kita mulai berkomunikasi dengan bahasa isyarat. Mungkin itu lebih murah juga. Ini bencana. Sungguh membuat frustrasi," ujarnya dalam konferensi pers usai balapan.
Masalah radio tidak hanya dialami Verstappen. Rekan setimnya, Isack Hadjar, yang finis keenam setelah sempat turun dari posisi ketiga pada lap pembuka, mengaku tidak dapat mendengar instruksi dari pit dengan jelas. Akibatnya, ia meninggalkan pit dengan pengaturan mesin yang salah. "Saya tidak bisa mendengar apa yang terjadi di pit. Saya keluar dengan map yang salah," kata Hadjar kepada Sky Sports F1.
Selain radio, Verstappen juga menyoroti sejumlah persoalan teknis lain yang membuat performanya terhambat. Ia mengkritik pilihan ban tim, pit stop yang lambat, serta perilaku power unit yang tidak konsisten dari tikungan ke tikungan. "Terlalu banyak masalah dengan power unit, perilakunya sangat tidak konsisten di setiap tikungan, setiap lap. Jadi Anda tidak bisa membangun ritme, tidak ada konsistensi di mobil. Saya juga mengalami pit stop yang lambat. Terlalu banyak hal hari ini yang tidak berjalan baik," jelasnya.
Hasil di Austin menghentikan tren dua kemenangan beruntun Verstappen setelah ia menang di Sepang dan Singapura. Meski demikian, ia mengakui bahwa finis di podium kali ini sedikit beruntung, terutama dengan adanya periode safety car virtual (VSC) di akhir balapan. "Kami masih bisa naik podium, mungkin sedikit beruntung dengan VSC di akhir, tapi saya terima," tuturnya.
Dengan lima balapan tersisa, Verstappen kini benar-benar di luar perburuan gelar. Fokus tim beralih ke perebutan posisi ketiga klasemen konstruktor melawan McLaren. Verstappen pun mengakui bahwa Red Bull tampil di bawah standar biasanya. "Biasanya kami sangat baik dalam hal-hal seperti ini, tapi hari ini tidak," pungkasnya.
Pertanyaannya sekarang: akankah Red Bull mampu membenahi masalah komunikasi dan keandalan mobil sebelum musim berakhir, atau justru kehilangan momentum untuk mempertahankan posisi di tiga besar konstruktor? Yang jelas, bagi Verstappen, radio yang error bukan sekadar gangguan teknis, melainkan cerminan dari inkonsistensi yang lebih luas di tim.



