Shin Tae-yong Apresiasi Mentalitas Persija, tapi Soroti Kualitas Rumput JIS
Baca dalam 60 detik
- Persija Jakarta menaklukkan Persik Kediri 2-1 lewat gol Denis Kolinger dan Rizky Ridho, memperkokoh posisi puncak klasemen BRI Super League dengan 18 poin.
- Kemenangan ini menjadi yang keenam dari tujuh laga, tetapi pelatih Shin Tae-yong menyoroti buruknya kondisi lapangan JIS yang dinilai tak layak untuk kompetisi elite.
- Kritik terhadap rumput JIS mencuatkan persoalan infrastruktur yang bisa berdampak pada kualitas pertandingan dan pengalaman suporter di masa mendatang.

Persija Jakarta sukses membalikkan keadaan untuk mengalahkan Persik Kediri 2-1 dalam laga pekan ketujuh BRI Super League 2026/2027 di Jakarta International Stadium (JIS), Senin (26/10/2026). Kemenangan ini tidak hanya memperpanjang tren positif Macan Kemayoran, tetapi juga mengokohkan posisi mereka di puncak klasemen sementara dengan koleksi 18 poin, unggul empat angka atas Dewa United Banten FC.
Namun, di balik euforia tiga poin, pelatih Shin Tae-yong melontarkan kritik tajam terhadap kualitas rumput JIS. Menurutnya, kondisi lapangan yang buruk menghambat aliran permainan dan mengurangi kenyamanan suporter yang hadir langsung. “Kondisi lapangan sangat-sangat tidak baik. Sebenarnya tidak boleh bermain bola dengan kondisi lapangan seperti itu,” ujar Shin dalam jumpa pers usai laga.
Kritik ini bukan kali pertama muncul. Sebelumnya, beberapa pelatih dan pemain juga sempat mengeluhkan standar perawatan lapangan di beberapa stadion Indonesia. Jika dibiarkan, hal ini bisa berdampak pada kualitas kompetisi secara keseluruhan, terutama ketika BRI Super League berupaya meningkatkan daya saing di level Asia.
Dari sisi permainan, Persija sempat tertinggal lebih dulu setelah Imanol Garcia membobol gawang tuan rumah pada menit ke-10. Tertinggal 0-1 hingga turun minum, Shin Tae-yong melakukan penyesuaian taktis di babak kedua. Perubahan itu berbuah manis ketika Kolinger menyamakan kedudukan lewat sundulan pada menit ke-64, disusul gol Ridho dua menit berselang.
“Para pemain bekerja keras sampai akhir dan tidak menyerah. Itu kunci kemenangan,” kata Shin.
Mentalitas juang yang ditunjukkan para pemain mendapat apresiasi. Namun, Shin mengingatkan bahwa kualitas pertandingan juga ditentukan oleh faktor eksternal seperti kondisi lapangan. Ia berharap ada evaluasi menyeluruh dari pihak pengelola stadion agar standar kompetisi tetap terjaga.
Persija sendiri tengah menghadapi sanksi dari Komdis PSSI terkait insiden gesekan suporter dengan Persita pada pekan kelima. Sanksi berupa larangan suporter away selama setengah musim dan denda Rp30 juta menjadi catatan tersendiri bagi manajemen klub. Meski demikian, fokus tim tetap pada performa di lapangan.
Ke depan, Persija akan menghadapi jadwal padat yang menguji konsistensi. Jika mampu mempertahankan tren positif, bukan tidak mungkin Macan Kemayoran kembali menorehkan sejarah. Namun, tanpa perbaikan infrastruktur, kritik serupa berpotensi terus menghantui kompetisi.



