Marcos Reina Sebut Persik Layak Bawa Poin dari JIS, Soroti Kualitas Rumput
Baca dalam 60 detik
- Persik Kediri kalah tipis 1-2 dari Persija Jakarta di Jakarta International Stadium, namun pelatih Marcos Reina menilai timnya pantas mendapat minimal satu poin.
- Reina menyoroti buruknya kondisi rumput JIS yang memaksa Persik meninggalkan gaya permainan berbasis penguasaan bola dan umpan pendek.
- Meski demikian, pelatih asal Spanyol itu memuji karakter anak asuhnya yang bertarung hingga akhir dan beradaptasi dengan situasi lapangan.

Persik Kediri harus mengakui keunggulan Persija Jakarta dengan skor 1-2 dalam laga yang digelar di Jakarta International Stadium (JIS), Senin (26/10/2026). Meski pulang tanpa poin, pelatih Marcos Reina menilai anak asuhnya tampil heroik dan layak mendapatkan setidaknya satu angka dari lawatan ke ibu kota.
Kekalahan tersebut membuat Persik gagal mencuri poin dari salah satu kandidat juara, tetapi performa tim asal Jawa Timur itu mendapat apresiasi. Reina secara khusus menyoroti semangat juang para pemain yang tidak pernah menyerah sepanjang 90 menit. Menurutnya, menghadapi tim sekuat Persija di kandang sendiri merupakan ujian berat yang berhasil dilalui dengan baik oleh pasukannya.
“Saya sangat bangga dengan tim dan para pemain. Mereka bertarung seperti singa di stadion ini,” ujar Reina dalam konferensi pers usai pertandingan, seperti dikutip Bola.com. Ia menambahkan bahwa hasil akhir belum mencerminkan kualitas permainan yang ditunjukkan anak asuhnya, terutama karena Persik mampu memberikan perlawanan sengit hingga peluit akhir.
“Kami setidaknya layak membawa pulang satu poin dari Jakarta. Para pemain telah memberikan segalanya, tetapi sepak bola memang kadang tidak berpihak pada tim yang berjuang lebih keras.”
Salah satu faktor yang disorot Reina adalah kondisi rumput JIS yang dinilainya sangat buruk. Menurut pelatih asal Spanyol itu, lapangan yang tidak rata membuat kedua tim kesulitan mengembangkan permainan sesuai gaya masing-masing. Persik, yang biasanya mengandalkan penguasaan bola dan umpan-umpan pendek, terpaksa mengubah pendekatan dan bermain lebih sederhana.
Perubahan taktik tersebut, lanjut Reina, merupakan bentuk adaptasi cepat terhadap situasi di lapangan. Ia menegaskan bahwa para pemain tetap berusaha mencari celah untuk mencetak gol dan menyamakan kedudukan, meski tidak dapat bermain sesuai rencana awal. “Kami harus bermain lebih langsung dan mengandalkan perjuangan individu. Itu bukan gaya kami, tetapi itulah yang harus dilakukan,” imbuhnya.
Kekalahan ini menjadi catatan tersendiri bagi Persik yang tengah berupaya bersaing di papan tengah klasemen. Meski demikian, Reina optimistis karakter tim yang pantang menyerah akan menjadi modal berharga untuk menghadapi laga-laga berikutnya. Ia berharap para pemain tetap menjaga semangat dan segera melupakan hasil di JIS.
Di sisi lain, kemenangan Persija semakin mengukuhkan posisi mereka di jajaran atas. Namun, sorotan terhadap kualitas rumput JIS kembali mencuat. Sejumlah pihak menilai fasilitas stadion berstandar internasional itu perlu segera diperbaiki, terutama menjelang pertandingan-pertandingan penting berikutnya. Kualitas lapangan yang buruk tidak hanya merugikan tim tamu, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas pertandingan secara keseluruhan.
Bagi Persik, fokus kini beralih ke pertandingan selanjutnya. Reina menegaskan bahwa timnya akan memanfaatkan jeda untuk membenahi fisik dan taktik, sekaligus mengembalikan gaya permainan khas mereka. “Kami harus bangkit. Liga masih panjang, dan setiap poin sangat berarti,” tutupnya.
Pertanyaannya, apakah Persik mampu membuktikan kualitas mereka di laga kandang berikutnya, ataukah hasil di JIS menjadi awal dari tren negatif? Yang jelas, semangat “bertarung seperti singa” yang ditunjukkan pasukan Marcos Reina patut diapresiasi, meski hasil akhir belum berpihak.



