Sean Dyche Kini Kandidat Terdepan Gantikan Pierre Sage di Crystal Palace
Baca dalam 60 detik
- Kekalahan 0-2 dari Newcastle membuat posisi Pierre Sage di Crystal Palace semakin terancam.
- Sean Dyche, yang berpengalaman menyelamatkan tim dari degradasi, muncul sebagai kandidat utama pengganti Sage.
- Manajemen Palace mulai mempertimbangkan opsi lain, termasuk Thomas Frank dan Vitor Pereira, menjelang laga krusial berikutnya.

Kekalahan 0-2 Crystal Palace dari Newcastle United di Selhurst Park pada Minggu (25/10/2026) membuat posisi manajer Pierre Sage semakin tidak aman. Kini, Sean Dyche disebut-sebut sebagai kandidat terdepan untuk menggantikan Sage, menurut laporan The Telegraph. Dyche, yang saat ini tanpa klub setelah dipecat Nottingham Forest pada Februari lalu, dinilai memiliki rekam jejak mumpuni dalam menyelamatkan tim dari ancaman degradasi.
Palace saat ini hanya berjarak satu poin dari zona degradasi, tepatnya di atas Nottingham Forest yang menempati peringkat ke-18. Kekalahan telak 0-5 dari Brighton pekan sebelumnya memperburuk situasi. Sage, 47 tahun, mengaku masih percaya diri mendapat dukungan dari manajemen, namun tekanan eksternal terus meningkat. "Saya pikir mereka masih percaya. Tekanan itu normal karena kami tidak meraih hasil. Kebisingan di luar adalah konsekuensi dari performa tim," ujarnya usai laga.
Manajemen Crystal Palace dikabarkan mulai mengevaluasi opsi pelatih. Selain Dyche, nama Thomas Frank dan Vitor Pereira juga masuk dalam pertimbangan. Namun, pengalaman Dyche di Premier League menjadi pembeda. Ia pernah membawa Burnley bertahan selama lima musim berturut-turut di kasta tertinggi, dan menyelamatkan Everton dari degradasi pada 2022/2023. Pep Guardiola pun sempat memuji kinerjanya: "Sean Dyche melakukan pekerjaan luar biasa; saya tidak lupa bagaimana ia mengambil alih di momen sulit dan menghindari degradasi."
Jika Dyche ditunjuk, ia akan menghadapi tantangan berat untuk membangkitkan skuad yang sedang dilanda krisis kepercayaan diri. Palace memiliki materi pemain yang cukup untuk bersaing di papan tengah, tetapi konsistensi menjadi masalah utama. Dyche dikenal dengan gaya bermain disiplin dan efektif, yang mungkin cocok untuk misi penyelamatan. Namun, keputusan manajemen tidak bisa ditunda terlalu lama mengingat jadwal padat dan risiko semakin terpuruk.
Keputusan akhir ada di tangan pemilik klub, Steve Parish, yang dikenal sabar namun juga pragmatis. Jika Sage gagal meraih hasil positif dalam satu atau dua laga berikutnya, kursi pelatih bisa segera berpindah tangan. Akankah Dyche menjadi penyelamat Palace, atau justru opsi lain yang dipilih? Waktu akan menjawab, tetapi tekanan di Selhurst Park jelas semakin panas.



