Layar Lipat iPhone Duo Dilaporkan Retak di Engsel, iFixit Bongkar Titik Lemahnya
Baca dalam 60 detik
- Sejumlah pemilik iPhone Duo melaporkan keretakan atau garis piksel terang di sekitar engsel setelah pemakaian singkat tanpa benturan.
- Teardown iFixit menemukan potensi konsentrasi tekanan mekanis pada pertemuan panel fleksibel, rel engsel, dan jalur kabel di lipatan.
- Belum ada angka kegagalan resmi atau penarikan produk; pengguna diminta mewaspadai perubahan rasa engsel sebagai sinyal awal.

Keluhan soal layar dalam iPhone Duo mulai mencuat dari sejumlah pemilik awal. Gejalanya serupa: retakan halus atau garis piksel menyala di dekat engsel, muncul setelah beberapa kali lipat-buka, tanpa jejak benturan atau cairan. Karena pola tersebut berulang, dugaan mengarah ke persoalan struktural, bukan sekadar kelalaian pemakaian.
Hingga laporan ini disusun, belum ada angka kegagalan yang dipublikasikan maupun pernyataan resmi dari Apple. Namun, temuan awal dari pembongkaran perangkat oleh iFixit memberi petunjuk mengapa titik lipat menjadi area paling rawan. Panel layar fleksibel, batang penyangga engsel, rel, dan jalur kabel fleksibel bertemu di satu garis lipatan. Menurut analisis iFixit, pertemuan itu menciptakan konsentrasi tekanan mekanis yang berpotensi mempercepat kelelahan material.
Dua hipotesis mencuat dari pembongkaran itu, keduanya belum terverifikasi. Pertama, batang penyangga di bagian tengah diduga gagal masuk sepenuhnya ketika ponsel dilipat, sehingga menekan panel secara langsung. Kedua, rel engsel yang melengkung berpotensi terangkat dan bersentuhan dengan layar saat lipatan terus berulang. Laporan ZDNet menambahkan satu petunjuk penting: sebagian perangkat yang bermasalah sempat terasa lebih berat atau kaku saat dibuka-tutup sebelum layar benar-benar rusak. Gejala itu lebih konsisten dengan masalah mekanis engsel ketimbang aus permukaan biasa.
Ada jebakan diagnostik yang perlu dipahami. iFixit mencatat bahwa kerusakan kabel atau gangguan kelistrikan internal bisa memunculkan gejala yang nyaris identik dengan panel fleksibel yang retak. Artinya, kerusakan kabel dan layar pecah bisa menuntut perbaikan yang sangat berbeda, sehingga penilaian awal di gerai servis menjadi krusial. Apple sendiri merancang layar lipat berlapis agar tiap lapisan dapat bergeser relatif terhadap lapisan lain, dengan tujuan mengurangi bekas lipatan dan tekanan tekuk. Namun, apakah setiap unit engsel bekerja sesuai rancangan di pemakaian nyata masih menjadi pertanyaan terbuka.
Perubahan rasa pada engsel—mendadak kasar, tidak rata, atau berat—adalah tanda peringatan paling jelas sebelum kerusakan layar terlihat. Pengguna disarankan berhenti memaksa engsel dan mendokumentasikan kondisi perangkat.
Bagi pemilik yang mengalami gejala, langkah paling aman adalah menghentikan pemaksaan engsel dan mendokumentasikan kondisi secara rinci lewat foto atau video sebelum mendatangi Apple Store maupun menghubungi dukungan. Kerusakan layar tanpa bekas benturan atau air bisa relevan dalam evaluasi garansi, meski keputusan akhir tetap bergantung pada pemeriksaan Apple dan ketentuan yang berlaku. Satu miskonsepsi juga perlu diluruskan: rating IP68 pada iPhone Duo mencakup ketahanan terhadap cipratan, air, dan debu dalam kondisi laboratorium terkontrol, bukan jaminan terhadap partikel yang tersangkut di engsel atau komponen yang menekan layar.
Konteks Indonesia memberi dimensi tersendiri. Pasar ponsel lipat di Tanah Air masih kecil, tetapi daya tariknya sebagai produk premium cukup kuat, terutama di kalangan profesional muda di kota besar. Jika isu engsel ini meluas, calon pembeli di Indonesia—yang umumnya harus merogoh kocek jauh lebih dalam untuk perangkat lipat—akan semakin berhati-hati. Distributor dan gerai resmi pun berpotensi menghadapi pertanyaan soal prosedur klaim garansi untuk kerusakan yang tidak disebabkan benturan.
Yang perlu dicatat, belum ada penarikan produk maupun pernyataan khusus dari Apple. Apakah masalah ini berasal dari satu batch komponen engsel, variasi toleransi perakitan, atau faktor lain, masih merupakan inferensi, bukan temuan final. Pembeli yang tengah mempertimbangkan iPhone Duo menghadapi risiko nyata tetapi belum terukur. Dalam beberapa pekan ke depan, tambahan pembongkaran dan laporan pemilik akan menjadi penentu apakah keluhan ini mengarah pada cacat desain sistematis atau sekadar insiden terbatas.



