Kabinett Inggris Terbelah: Nasib Ladang Minyak Rosebank Jadi Taruhan Iklim vs Ekonomi
Baca dalam 60 detik
- Menteri Keuangan John Healey mendukung persetujuan ladang minyak Rosebank, sementara Menteri Energi Miatta Fahnbulleh condong menolak karena alasan lingkungan.
- Rosebank diproyeksikan menghasilkan emisi tujuh kali lipat lebih besar dari ladang gas Jackdaw dan sebagian besar minyaknya untuk ekspor, sehingga dinilai kurang mendukung ketahanan energi domestik.
- Keputusan akhir diperkirakan sebelum akhir tahun dan berpotensi memicu pemberontakan internal Partai Buruh serta menjadi preseden bagi proyek energi fosil baru di tengah transisi net zero.

Pemerintah Inggris dihadapkan pada ujian politik yang menentukan arah kebijakan energi: menyetujui atau menolak pengeboran di ladang minyak Rosebank di Laut Utara. Perpecahan di tingkat kabinet mencuat setelah Menteri Keuangan John Healey secara terbuka menyokong proyek kontroversial tersebut, sementara Menteri Energi Miatta Fahnbulleh โ yang memegang kewenangan akhir โ dilaporkan condong menolak. Keputusan final dijadwalkan sebelum akhir tahun dan akan menjadi sinyal jelas tentang komitmen London terhadap transisi energi.
Rosebank bukan sekadar proyek tambang biasa. Ladang ini menyimpan cadangan minyak yang cukup besar, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran lingkungan yang serius. Menurut sejumlah pejabat, emisi yang dihasilkan Rosebank diperkirakan sekitar tujuh kali lebih tinggi dibanding ladang gas Jackdaw yang baru saja disetujui. Perbedaan skala dampak inilah yang membuat Fahnbulleh menilai kedua proyek tidak bisa disamakan. Ia menegaskan bahwa Jackdaw adalah ladang gas untuk pasar domestik, sedangkan Rosebank adalah ladang minyak yang sebagian besar hasilnya akan diekspor. "Adalah tepat untuk menilai setiap aplikasi secara individual, dan sangat penting bahwa keputusan tersebut konsisten dengan kewajiban iklim, anggaran karbon, dan tujuan akhir transisi energi kita," ujarnya.
Di sisi lain, Healey memberi sinyal dukungannya pekan lalu ketika ia mengatakan kepada ITV bahwa ia mengharapkan pendapatan minyak dan gas berkontribusi pada dana kekayaan energi baru. Pernyataan itu memicu spekulasi bahwa ia sudah memperhitungkan pemasukan dari Rosebank. Perdana Menteri akan diminta mengambil keputusan akhir jika terjadi konflik di kabinet. Namun, kantor Perdana Menteri menolak berkomentar atas laporan Mail on Sunday yang menyebut Andy Burnham dan Healey sepakat mendorong proyek tersebut. Juru bicara pemerintah hanya menyatakan bahwa keputusan sepenuhnya berada di tangan menteri energi.
Tekanan politik tidak hanya datang dari kabinet. Sejumlah anggota parlemen dari Partai Buruh telah menyatakan akan ada gelombang penolakan besar jika Rosebank disetujui. Mereka bahkan membahas cara-cara untuk memaksa atau mendorong pemungutan suara di parlemen sebagai bentuk protes. Meski demikian, sebagian besar dari mereka menerima argumen bahwa Jackdaw adalah bagian penting dari transisi menuju net zero. Sikap ini menunjukkan bahwa perdebatan tentang Rosebank lebih dari sekadar proyek energi; ia telah menjadi ujian loyalitas partai dan komitmen terhadap agenda iklim.
Kementerian Keamanan Energi dan Net Zero menegaskan bahwa Laut Utara tetap menjadi aset nasional vital dan minyak serta gas akan terus berperan dalam sistem energi selama beberapa dekade ke depan. Namun, mereka juga menekankan bahwa setiap keputusan akan mempertimbangkan semua bukti relevan, termasuk penilaian lingkungan dan masukan publik. Pernyataan ini mencerminkan upaya pemerintah menyeimbangkan kepentingan ekonomi jangka pendek dengan kewajiban iklim jangka panjang.
Jika Rosebank ditolak, dampaknya akan terasa besar bagi industri energi Laut Utara dan menjadi kemenangan simbolis bagi para aktivis iklim. Sebaliknya, persetujuan akan memperkuat posisi mereka yang menganggap eksploitasi fosil masih diperlukan selama transisi. Fahnbulleh sendiri telah berjanji bahwa pendapatan masa depan dari Laut Utara akan dialokasikan untuk proyek energi hijau melalui dana kekayaan energi. Namun, ia belum dapat merinci pajak mana yang akan masuk ke dana tersebut atau berapa potensi pendapatannya. "Menteri Keuangan akan menjelaskan detailnya dalam anggaran," katanya.
Keputusan atas Rosebank akan menjadi cermin bagi arah kebijakan energi Inggris di tengah tekanan global untuk mengurangi emisi. Akankah London memilih jalan pragmatis dengan tetap mengandalkan fosil, atau menegaskan komitmennya pada transisi hijau dengan menolak proyek yang berpotensi memperpanjang ketergantungan pada minyak? Jawabannya tidak hanya akan menentukan nasib ladang minyak itu, tetapi juga kredibilitas Inggris di panggung iklim internasional.



