Anggaran Tunawisma Inggris Digandakan, Janji Burnham Berakhir Natal Dipertanyakan
Baca dalam 60 detik
- Pemerintah Inggris menambah £432 juta untuk program penanganan tunawisma, sehingga total dana menjadi £874 juta hingga akhir parlemen.
- Perdana Menteri Andy Burnham berjanji setiap gelandangan di Inggris mendapat tempat tinggal sebelum Natal, tetapi oposisi meragukan rekam jejaknya.
- Sektor perumahan menilai dana besar tidak cukup tanpa perbaikan kebijakan Local Housing Allowance yang membiarkan selisih sewa membengkak.

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham menggandakan komitmen fiskalnya untuk mengakhiri tunawisma di jalanan Inggris sebelum Natal, dengan tambahan £432 juta yang akan diumumkan dalam anggaran negara hari Rabu. Langkah ini menempatkan janji politiknya di bawah sorotan tajam, mengingat angka tunawisma nasional justru berada di titik tertinggi sejak pencatatan dimulai pada 2010.
Paket awal senilai £442 juta diluncurkan Burnham begitu ia masuk ke Downing Street, dengan fokus pada penyediaan akomodasi darurat dan dukungan praktis. Dana tambahan yang dikucurkan pekan ini memperpanjang cakupan program hingga akhir masa jabatan parlemen, melampaui batas Maret 2027, sehingga total investasi mencapai £874 juta. Pemerintah menegaskan komitmennya: setiap orang yang tidur di jalanan harus bisa pindah ke tempat tinggal sebelum Natal, atau setidaknya menerima dukungan agar tidak kembali ke jalan. Mereka yang menolak tempat tinggal tetap akan ditawari bantuan.
Namun janji itu tidak lepas dari catatan sejarah. Sebagai Wali Kota Greater Manchester, Burnham pernah berikrar mengakhiri tunawisma di wilayahnya pada 2020. Saat ia terpilih pada 2017, tercatat 268 orang tidur di jalanan; angka itu turun menjadi 125 pada 2020, lalu 90 pada 2021. Setelahnya, jumlahnya kembali naik setiap tahun hingga mencapai 197 pada 2025. Skema Bed Every Night yang ia gagas memang kini menyediakan lebih dari 600 tempat tidur per malam, tetapi target nol tunawisma tetap tidak tercapai.
Kritik datang dari Partai Konservatif. Juru bicara perumahan bayangan Katie Lam menuduh Burnham hanya melempar uang ke masalah yang gagal ia selesaikan di Manchester. Menurutnya, di bawah pemerintahan Labour, tunawisma mencapai rekor tertinggi, sementara solusi yang ditawarkan selalu berupa uang pajak tambahan dan janji kosong. Lam mendesak Menteri Keuangan Healey memangkas pajak, mengendalikan belanja kesejahteraan, dan menurunkan harga energi alih-alih membebani rakyat.
Di sisi lain, organisasi perumahan menyambut baik fokus pemerintah, tetapi menilai langkah itu belum menyentuh akar masalah. Pekan lalu, pimpinan 40 lembaga sektor perumahan dan tunawisma menandatangani surat terbuka yang meminta pemerintah memulihkan Local Housing Allowance (LHA) agar kembali mencerminkan sewa lokal. Kebijakan ini dinilai krusial untuk mencegah orang kehilangan tempat tinggal sejak awal dan mengurangi ketergantungan pada akomodasi sementara. Resolution Foundation memperkirakan lebih dari 1,1 juta penyewa berpenghasilan rendah kini mengalami kekurangan dana antara bantuan perumahan dan sewa riil, dengan selisih yang diprediksi mencapai rekor tertinggi pada Oktober.
"Tunawisma bukan takdir. Itu adalah pilihan yang diambil atau ditolak oleh pemerintah. Saya memilih untuk tidak menerimanya," kata Burnham menjelang KTT Tunawisma pertama di Downing Street, Senin.
Pemerintah mengklaim dana awal telah menghadirkan tim penjangkauan spesialis dan tempat tidur baru di Coventry, dengan perluasan ke Plymouth dan Camden dalam beberapa pekan mendatang. Lebih dari 30 organisasi, termasuk perusahaan komersial dan badan amal, berjanji mendukung rencana ini melalui kemitraan baru. National Housing Federation tengah bekerja sama dengan asosiasi perumahan untuk mengidentifikasi setidaknya 2.000 rumah dan tempat tidur potensial, termasuk properti kosong yang bisa difungsikan kembali. Namun, belum jelas berapa banyak dari unit tersebut yang berdiri sendiri dan berapa yang mampu menampung banyak orang.
Pertanyaan mendasar pun muncul: apakah skala akomodasi yang teridentifikasi cukup untuk menampung hampir 5.000 orang tunawisma? Jika tidak, janji Natal itu berisiko menjadi simbol politik tanpa dampak nyata. Yang lebih penting, tanpa perbaikan kebijakan LHA, gelombang tunawisma baru bisa terus muncul seiring kenaikan sewa dan tekanan biaya hidup. Pemerintah Inggris kini dihadapkan pada ujian kredibilitas: apakah dana miliaran pound ini akan berujung pada perubahan struktural, atau hanya menjadi tambalan musiman yang gagal mengatasi akar persoalan?



