Kyle Larson Menangi Talladega, Gelar NASCAR Kian di Depan Mata
Baca dalam 60 detik
- Kyle Larson meraih kemenangan superspeedway pertamanya di Talladega sekaligus mengoleksi poin stage terbanyak, memperlebar jarak di klasemen Chase.
- Hampir semua pesaing utama terlibat insiden, membuat peluang Larson mengunci gelar semakin terbuka lebar, bahkan bisa terwujud di Martinsville pekan depan.
- Dengan hanya tujuh pembalap yang masih punya peluang matematis, tim Hendrick Motorsports No. 5 bersiap meraih trofi Bill France Cup ketiga dalam enam tahun.

Kyle Larson mengubah tekanan menjadi peluang saat memenangi balapan superspeedway pertamanya di Talladega, Minggu (6/10). Kemenangan ini tidak hanya memutus dahaga Larson di lintasan cepat, tetapi juga memperlebar jarak di puncak klasemen Chase for the Championship, membuat gelar juara NASCAR Cup Series 2024 kian dekat ke genggamannya.
Larson, yang sebelumnya gagal tampil maksimal di Phoenix, bangkit dengan performa dominan. Ia tidak hanya finis terdepan, tetapi juga mengumpulkan poin stage terbanyak di antara semua pembalap. Sementara itu, para pesaing terdekatnya mengalami nasib nahas: satu per satu terseret insiden, termasuk Ryan Blaney, Joey Logano, dan Denny Hamlin. Kondisi ini membuat tim Hendrick Motorsports No. 5 semakin diunggulkan untuk meraih trofi Bill France Cup ketiga dalam enam tahun terakhir.
Kemenangan di Talladega menjadi titik balik penting. Sebelumnya, di Phoenix, Larson mengakui performanya buruk dan sempat menuai kritik. Namun, kepala kru Cliff Daniels mengambil tanggung jawab penuh atas kegagalan setup di Phoenix. โSaya datang hari Senin dan mengakui semuanya. Itu salah saya soal setup mobil. Saya pikir ada yang bisa diadaptasi dari Gateway ke Phoenix, tapi kenyataannya tidak,โ ujar Daniels. Ia pun bangga dengan respons timnya yang tetap solid dan fokus menyiapkan Talladega.
Dengan dua balapan tersisa, Larson hanya butuh tambahan tiga poin lebih banyak dari pembalap lain untuk mengunci gelar. Jika pekan depan di Martinsville ia sudah unggul 77 poin atas semua pesaing, atau 76 poin atas semua pembalap kecuali Chase Briscoe yang tertinggal lebih jauh, maka gelar resmi menjadi miliknya. Briscoe sendiri harus menyapu bersih dua balapan tersisa dan berharap Larson gagal finis untuk bisa menyalip. Kini hanya tujuh pembalap yang masih memiliki peluang matematis, dan skenario mereka sangat bergantung pada insiden besar yang menimpa Larson.
Meski peluang terbuka lebar, Larson enggan terburu-buru. โMasih ada dua balapan. Sangat mudah untuk berkata, โOh, mobil No. 5 sudah pasti menang.โ Tapi bisa saja di Martinsville nanti ada tabrakan beruntun di Tikungan 3 pada lap pertama, radiator saya rusak, dan perlombaan selesai. Saya tidak mau terlena,โ kata Larson. Ia menegaskan tidak akan membiarkan opini media mempengaruhi fokusnya.
Denny Hamlin, yang finis kedelapan, mengakui keunggulan Larson. โMobil No. 5 sedang dalam performa luar biasa di waktu yang tepat. Jika ditanya sebelum balapan apakah saya mau finis kedelapan, mungkin saya terima. Tapi ini mengecewakan. Kami mencoba meraih poin stage, tapi gagal. Banyak permainan terjadi, dan ini sangat sulit,โ ujarnya. Hamlin juga menyoroti armada Chevrolet yang melindungi posisi Larson, terutama William Byron yang setia mendorong dan membantu Larson mengumpulkan poin stage sebanyak mungkin. Ross Chastain, yang tertinggal satu lap namun memimpin lajur luar, turut berperan sebagai penahan laju pembalap lain dan akhirnya mendorong Larson ke garis finis.
Insiden besar kedua yang melibatkan beberapa pembalap, termasuk Joey Logano, tidak lepas dari peran Chastain. Logano sendiri tidak menyalahkan siapa pun. โIni balapan. Setiap orang berhak untuk balapan. Dia juga balapan untuk dirinya sendiri. Saya tidak tahu apakah dia tertinggal satu lap? Dia berada di lap yang sama, jadi bukan salahnya kami kecelakaan. Saya rasa tidak ada yang bisa disalahkan. Inilah balapan superspeedway saat ini. Kadang menyebalkan, kadang luar biasa. Kadang Anda terjungkal dan berkata sial. Saya tidak tahu. Saya suka Martinsville,โ kata Logano.
Ryan Blaney, yang difavoritkan menang di Martinsville, mengakui peluangnya hampir tertutup. โPeluang kami seperti di alat bantu hidup. Itu pasti, tapi Anda tidak pernah tahu. Ini jelas tidak membantu. Kami tidak bisa mengalami hari seperti ini, tapi sayangnya terjadi. Kami hanya harus tampil sebaik mungkin pekan depan,โ ujarnya.
Bagi Larson, kemenangan ini adalah buah dari ketenangan tim yang tidak pernah larut dalam euforia kemenangan maupun keterpurukan. โKami tidak banyak merayakan kemenangan, dan tidak terlalu terpuruk saat balapan buruk. Itu yang selalu kami lakukan. Kami sangat baik dalam mengembalikan fokus pada apa yang ada di depan,โ tutupnya. Dengan modal ini, Larson tinggal selangkah lagi menuju gelar juara, dan Martinsville akan menjadi panggung penentuan apakah dominasinya berlanjut atau justru menjadi plot twist dramatis dalam perburuan titel NASCAR 2024.



