Lineker dan Shearer Peringatkan Fabregas: Kursi Pelatih MU Kini Bak Kuburan Karier
Baca dalam 60 detik
- Gary Lineker dan Alan Shearer menilai kursi pelatih Manchester United saat ini sangat berisiko bagi pelatih muda seperti Cesc Fabregas.
- Rentetan pergantian pelatih dan tekanan hasil buruk membuat MU dianggap tidak lagi menjadi tujuan ideal untuk membangun reputasi kepelatihan.
- Fabregas tengah bersinar bersama Como, tetapi keputusan pindah ke Old Trafford berpotensi menghambat laju kariernya.

Mantan striker timnas Inggris, Gary Lineker dan Alan Shearer, kompak memperingatkan Cesc Fabregas agar tidak tergoda menerima tawaran menjadi pelatih Manchester United. Keduanya menilai kursi kepelatihan di Old Trafford saat ini bukan tempat yang tepat bagi sosok yang sedang membangun karier kepelatihan, seperti Fabregas.
Peringatan itu muncul setelah MU dilaporkan hanya mampu meraih satu kemenangan dari tujuh pertandingan pembuka Premier League 2026/2027. Posisi Michael Carrick sebagai pelatih kepala pun semakin terancam, dan sejumlah nama mulai dikaitkan dengan kursi panas tersebut, termasuk Fabregas yang kini menangani Como.
Lineker, dalam podcast The Rest Is Football, menyebut bahwa Fabregas sebaiknya berpikir panjang sebelum menerima pinangan MU. Menurutnya, jika Fabregas terus menunjukkan performa apik bersama Como, klub-klub besar Eropa akan datang dengan sendirinya. Namun, jika ia memilih MU sekarang, keputusan itu dinilai terlalu berisiko. "Klub itu benar-benar seperti kuburan bagi pelatih," ujar Lineker, seperti dikutip Bola.com.
Shearer menambahkan bahwa meskipun MU tetap klub besar, pekerjaan sebagai pelatih kepala saat ini tidak menarik. Ia menyoroti banyaknya pergantian pelatih dan pemecatan dalam satu dekade terakhir sebagai masalah serius. "Sudah berapa banyak pelatih yang datang dan berapa banyak yang dipecat?" kata Shearer. Ia bahkan menyindir bahwa satu-satunya daya tarik pekerjaan itu adalah potensi pesangon besar jika pelatih dipecat dalam 12 hingga 18 bulan.
"Jika dia mengambil pekerjaan itu, dia gila! Klub itu benar-benar seperti kuburan bagi pelatih." โ Gary Lineker
Fabregas sendiri tengah menikmati masa keemasan bersama Como. Dalam dua musim, ia membawa klub tersebut dari tim promosi Serie A menjadi penantang tiket Liga Champions. Mantan gelandang Arsenal, Chelsea, dan Barcelona itu mulai diperhitungkan sebagai salah satu kandidat pelatih klub elite Eropa. Kemenangan Como atas MU pada 21 Oktober 2026 semakin menegaskan kapasitasnya.
Meski demikian, belum ada kepastian apakah Fabregas akan meninggalkan Como untuk menerima tantangan di Old Trafford. MU sendiri masih berjuang mengembalikan konsistensi tim, dan tekanan terhadap Carrick diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa pekan mendatang.
Bagi sepak bola Indonesia, dinamika di MU ini bisa menjadi pelajaran berharga. Klub-klub besar Tanah Air kerap tergoda menunjuk pelatih muda berbakat, tetapi sering kali tidak memberikan waktu dan dukungan yang cukup. Kasus MU menunjukkan bahwa reputasi besar sebuah klub tidak selalu menjamin kesuksesan pelatih, terutama jika manajemen tidak stabil. Ke depan, keputusan Fabregas akan menjadi ujian bagi para pelatih muda dalam memilih jalur karier: bertahan di klub yang memberi ruang tumbuh, atau melompat ke klub raksasa yang penuh tekanan.



