Kamara Bikin Gelandang Rp3,4 Triliun City Tak Berkutik, Villa Makin Mengerikan
Baca dalam 60 detik
- Aston Villa menghentikan rekor sempurna Manchester City dengan kemenangan yang mengejutkan, berkat penampilan dominan Boubacar Kamara di lini tengah.
- Kamara memenangkan sembilan duel dan mencatat 12 kontribusi defensif, membuat Enzo Fernandez dan Elliot Anderson yang dibeli lebih dari £200 juta tampak biasa saja.
- Kemenangan ini menempatkan Villa sebagai penantang serius gelar dan tiket Liga Champions, sementara masa depan City di liga terancam akibat pelanggaran finansial.

Boubacar Kamara menjadi bintang tak terduga saat Aston Villa membungkam Manchester City 2-1 di Villa Park, Sabtu (24/10/2026) malam WIB. Gelandang asal Prancis itu tampil gemilang di lini tengah, membuat dua rekrutan mahal City, Enzo Fernandez dan Elliot Anderson, tak berkutik sepanjang pertandingan.
Kemenangan ini menghentikan laju sempurna City yang sebelumnya menyapu bersih tujuh laga awal Premier League. Lebih dari itu, hasil ini menegaskan bahwa Villa di bawah asuhan Unai Emery bukan lagi tim papan tengah yang bisa dianggap remeh. Meski kehilangan beberapa pilar musim panas lalu, The Villans mampu menunjukkan kualitas dan mentalitas juara.
Di lini depan, Nicolas Jackson kembali menjadi momok. Penyerang Senegal itu mencetak dua gol ke gawang Gianluigi Donnarumma, membawa total golnya menjadi tujuh dari 11 pertandingan di semua kompetisi musim ini. Sejak didatangkan dari Chelsea dengan harga £65 juta, Jackson menjelma menjadi mesin gol yang jauh lebih tajam dibandingkan saat membela The Blues.
Namun, sorotan utama justru tertuju pada Kamara. Tanpa gelandang kreatif Youri Tielemans yang dijual ke Manchester United dan Amadou Onana yang cedera lutut, Kamara mengambil tanggung jawab besar di jantung permainan Villa. Ia memenangkan sembilan duel, mencatat 12 kontribusi defensif, dan meski beberapa kali melakukan pelanggaran, agresivitasnya justru menjadi kunci untuk meredam dominasi City.
"Enzo dan Anderson benar-benar dibuat tak berdaya oleh Kamara," ujar analis BBC Sport, Raj Chohan, seusai pertandingan.
Penampilan Kamara memang layak mendapat pujian tinggi. Ia membaca permainan dengan cerdas, menutup ruang gerak lawan, dan memenangkan bola di area-area krusial. Dengan harga pasar yang jauh di bawah Fernandez dan Anderson, Kamara membuktikan bahwa kualitas tidak selalu identik dengan mahar transfer.
Di sektor pertahanan, Matty Cash juga tampil solid. Bek kanan asal Polandia itu sukses mengawal Jeremy Doku, memenangkan sembilan duel, melakukan tiga tekel, dan menciptakan satu peluang. Performa Cash menegaskan bahwa ia masih layak menjadi pilihan utama Emery meski usianya tak lagi muda.
Kemenangan ini membawa Aston Villa ke posisi yang lebih baik di klasemen, mengangkat mereka kembali ke jajaran penantang tiket Liga Champions. Sementara itu, Manchester City yang tengah diterpa masalah pelanggaran finansial serius menghadapi ketidakpastian masa depan. Jika sanksi berat dijatuhkan, bisa jadi ini adalah musim terakhir mereka tampil di Premier League untuk sementara waktu.
Bagi Villa, konsistensi menjadi kunci. Dengan performa apik Kamara, ketajaman Jackson, dan taktik cerdas Emery, bukan tidak mungkin mereka akan menjadi kejutan besar musim ini. Pertanyaannya, mampukah The Villans mempertahankan momentum hingga akhir musim dan mengakhiri puasa gelar yang sudah berlangsung lama?



