Haaland Tegur Donnarumma, Kekalahan Perdana City di Liga Musim Ini
Baca dalam 60 detik
- Manchester City menelan kekalahan liga pertamanya musim ini setelah takluk 1-2 dari Aston Villa di Villa Park, dengan Nicolas Jackson mencetak dua gol.
- Erling Haaland terlihat memarahi kiper Gianluigi Donnarumma pada menit ke-33, insiden yang menjadi sorotan warganet.
- Pelatih Enzo Maresca menilai timnya layak mendapat hasil lebih baik, tetapi efektivitas penyelesaian akhir menjadi pembeda.

Manchester City harus menerima kenyataan pahit ketika catatan sempurna mereka di Premier League musim ini terhenti di Villa Park. Dua gol Nicolas Jackson memastikan Aston Villa menang 2-1, sekaligus memberikan kekalahan liga pertama bagi pasukan Pep Guardiola pada Sabtu (24/10/2026). Kekalahan ini tidak hanya merusak rekor tak terkalahkan City, tetapi juga memunculkan dinamika internal yang terlihat di lapangan.
Jackson membuka keunggulan tuan rumah pada menit keenam dengan penyelesaian apik ke sudut atas gawang. Keunggulan cepat itu langsung mengubah tempo pertandingan. City yang biasanya mendominasi penguasaan bola harus bekerja lebih keras untuk mengejar ketertinggalan, sementara Villa tampil disiplin menunggu celah.
Ketegangan di kubu City memuncak pada menit ke-33. Erling Haaland terlihat meluapkan kekesalannya kepada kiper Gianluigi Donnarumma yang keluar dari sarangnya untuk memprotes keputusan wasit menjelang tendangan bebas. Striker asal Norwegia itu memberi isyarat dengan nada kesal agar Donnarumma segera kembali ke posisinya di bawah mistar. Insiden tersebut dengan cepat menjadi perbincangan hangat di media sosial, dengan sebagian penggemar menyoroti sikap Haaland yang berani menegur rekan setimnya di tengah pertandingan.
City akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-52 melalui sundulan keras Haaland. Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama. Delapan menit berselang, Jackson kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah tembakannya gagal diantisipasi dengan baik oleh Donnarumma. Gol kedua Jackson menjadi penentu kemenangan tuan rumah.
Meski kalah, City sebenarnya lebih dominan secara statistik. Mereka mencatatkan 63 persen penguasaan bola dan melepaskan 15 tembakan, tujuh di antaranya tepat sasaran. Sebaliknya, Villa hanya menguasai 37 persen bola dan menghasilkan delapan tembakan, dengan dua mengarah ke gawang. Efektivitas penyelesaian akhir menjadi pembeda dalam pertandingan ini.
"Menurut saya, kami pantas mendapatkan sesuatu yang lebih dari pertandingan ini. Kami menciptakan cukup banyak peluang untuk mencetak lebih banyak gol," ujar pelatih Manchester City, Enzo Maresca, seperti dikutip dari The Sun.
Maresca juga menyoroti gol kedua Aston Villa yang tercipta setelah tuan rumah hanya menghasilkan satu tembakan pada babak kedua. "Sayangnya, kami hanya kebobolan dari satu tembakan pada babak kedua, tetapi mereka berhasil mencetak gol. Semoga kami bisa belajar dari hal ini dan segera melangkah ke depan," lanjutnya.
Pelatih asal Italia itu mengakui bermain di stadion seperti Villa Park selalu menuntut konsentrasi tinggi. Ia menyebut gol pertama Aston Villa tercipta setelah kesalahan timnya, meski City kemudian mampu mengendalikan permainan, terutama pada babak kedua. "Kami terus berjuang sampai akhir dan itu sangat bagus. Semangat tim juga baik. Kami bisa mengambil pelajaran dari pertandingan ini dan melanjutkan perjalanan," tuturnya.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi ambisi Manchester City mempertahankan gelar. Meski demikian, The Citizens harus segera mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya. Mereka dijadwalkan menjamu Brighton di Etihad Stadium pada Rabu untuk menghadapi putaran keempat Carabao Cup. Akankah kekalahan ini menjadi titik balik atau justru awal dari krisis kepercayaan diri di tubuh City?



