Liam Lawson Curi Perhatian di Austin: Dari Kokpit F1 ke Panggung Musik Setelah 10 Tahun
Baca dalam 60 detik
- Pembalap Racing Bulls Liam Lawson tampil perdana sebagai musisi live setelah terakhir kali manggung pada usia 11 tahun.
- Aksi panggungnya di Esses Bazaar, Austin, disaksikan sejumlah pembalap F1 seperti Daniel Ricciardo dan Isack Hadjar.
- Penampilan ini menjadi sorotan menjelang GP Amerika Serikat, di mana Lawson kini menempati peringkat kesembilan klasemen dengan 75 poin.

Pembalap Formula 1 asal Selandia Baru, Liam Lawson, menunjukkan sisi lain di luar lintasan dengan menggelar konser musik live perdananya dalam lebih dari satu dekade. Acara tersebut berlangsung pada Kamis malam (17/10) di Esses Bazaar, Austin, menjelang Grand Prix Amerika Serikat di Circuit of the Americas.
Lawson, yang kini membela tim Racing Bulls, tampil bersama saudaranya Marcus serta dua sahabat masa kecil, Thomas dan Harrison. Penampilan ini menjadi momen langka karena terakhir kali ia manggung di depan penonton adalah saat berusia 11 tahun. โSaya pernah tampil di depan penonton ketika berusia 11 tahun, dan itu yang terakhir. Sudah lama sekali,โ ujarnya kepada People sebelum acara.
Kecintaan Lawson pada musik tumbuh sejak dini. Ayahnya memperkenalkan gitar kepada Liam dan Marcus, dan mereka menghabiskan masa kecil dengan bermain musik bersama. โMusik sudah menjadi bagian dari hidup saya dan keluarga sejak saya sangat muda. Ayah membawa saya dan saudara saya belajar gitar. Kami tumbuh dengan bermain bersama,โ tambahnya. Ia bahkan menempuh ujian gitar selama tujuh tahun dan sempat menulis lagu sendiri saat kecil, meski kini tidak berencana menekuni dunia cipta lagu secara serius.
Acara yang digelar di Inn Cahoots, East Sixth Street, itu menarik perhatian banyak bintang F1. Lawson membawakan sebagian besar lagu cover bergenre country dengan gitar Taylor khusus yang dibuat untuknya. Tim Racing Bulls melalui pernyataan resminya menyebut malam itu sebagai โmalam yang tak terlupakan penuh musik dan temanโ.
โIni kesempatan keren bisa tampil bersama saudara saya dan beberapa teman yang tumbuh besar bermain musik bersama. Sejujurnya, kami sudah tidak melakukan ini sekitar 10 tahun,โ kata Lawson.
Bagi Lawson, penampilan ini bukan sekadar hobi. Di tengah jadwal balap yang padat, ia mampu menyeimbangkan passion di dunia musik dengan karier profesionalnya sebagai pembalap. Momen ini juga memperlihatkan bahwa pembalap F1 memiliki kehidupan di luar lintasan yang kerap luput dari perhatian publik.
Menjelang balapan di Austin, Lawson berada dalam posisi yang cukup baik di klasemen sementara. Dengan 75 poin, ia menempati urutan kesembilan. Penampilan musiknya diyakini tidak akan mengganggu fokusnya untuk menghadapi sisa musim.
Ke depannya, akankah lebih banyak pembalap F1 yang menunjukkan bakat non-balap mereka? Ataukah ini akan menjadi tren baru dalam industri olahraga otomotif yang semakin mendekatkan atlet dengan penggemar melalui sisi humanis? Yang jelas, aksi Lawson malam itu telah menambah warna tersendiri dalam gelaran GP Amerika Serikat.



