Starlink dan Starshield Kembali Normal di Ukraina, Ketegangan dengan SpaceX Belum Usai
Baca dalam 60 detik
- Kementerian Pertahanan Ukraina memastikan koneksi Starlink dan Starshield kembali stabil pada perangkat yang bergerak di atas 400 km/jam.
- Pembatasan kecepatan sebelumnya mengganggu operasi drone dan melemahkan respons Ukraina terhadap serangan Rusia.
- Anggota parlemen AS dari kedua partai menuntut investigasi atas perubahan layanan yang dilakukan SpaceX secara sepihak.

Kementerian Pertahanan Ukraina mengumumkan pada Sabtu (24/10/2026) bahwa layanan kecepatan tinggi untuk sistem komunikasi satelit Starlink dan Starshield milik SpaceX telah pulih. Pemulihan ini terjadi sehari setelah otoritas Kyiv menyatakan bahwa layanan tersebut masih dibatasi, yang sempat memicu kekhawatiran tentang kemampuan pertahanan negara di tengah perang dengan Rusia.
Menurut pernyataan kementerian, sistem pemantauan mereka secara resmi mencatat pemulihan kecepatan Starlink/Starshield. Koneksi dilaporkan tetap stabil bahkan ketika perangkat bergerak dengan kecepatan melebihi 400 km/jam (249 mph). Sebelumnya, pembatasan kecepatan telah terdeteksi dan dianggap mengganggu operasional peralatan militer tertentu.
Starlink adalah jaringan internet satelit komersial SpaceX yang luas, sedangkan Starshield merupakan layanan operasi pemerintah yang dibangun di atas teknologi Starlink. SpaceX belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari CNBC terkait perkembangan ini.
Sejak 14 Oktober, pejabat Ukraina menuduh SpaceX yang dimiliki Elon Musk telah membatasi kecepatan Starshield, versi militer dari Starlink. Menurut mereka, drone yang melaju di atas 100 mph kehilangan koneksi, sehingga mengganggu sejumlah misi. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam unggahan di X pada Jumat (23/10) menyatakan bahwa pembatasan masih berlaku dan kecepatan belum dipulihkan. Ia juga mencatat bahwa negaranya masih menunggu pengiriman rudal pencegat dari AS yang telah disepakati.
"Situasi menjadi lebih sulit, sebagian karena kebijakan Starlink dan Starshield serta batasan kecepatan. Namun garis depan kami masih bertahan dan saya bangga pada kekuatan rakyat kami," tulis Zelenskyy.
Menteri Pertahanan Ukraina Yevgeny Khmara menegaskan bahwa pemulihan ini sangat penting bagi garis depan, operasi militer, kerja drone, logistik, dan komunikasi. Kementerian Pertahanan juga menyatakan akan terus memantau pengoperasian sistem tersebut.
Di Washington, anggota parlemen dari Partai Demokrat dan Republik telah menyerukan penyelidikan formal terhadap Musk dan SpaceX terkait perubahan sepihak yang diduga dilakukan perusahaan pada layanan di Ukraina. Dmitri Alperovitch, ketua Silverado Policy Accelerator, sebuah think tank yang fokus pada energi, teknologi pertahanan, dan perdagangan global, mengatakan bahwa meskipun Presiden AS Donald Trump menyatakan layanan telah pulih, terminal Starshield Ukraina masih mengalami masalah pada Jumat.
Perkembangan ini menyoroti kerentanan infrastruktur komunikasi militer Ukraina yang sangat bergantung pada teknologi swasta asing. Ketergantungan pada Starlink dan Starshield telah menjadi tulang punggung komunikasi di medan perang, tetapi juga menimbulkan pertanyaan tentang kendali dan akuntabilitas perusahaan teknologi dalam konflik geopolitik. Keputusan SpaceX untuk membatasi layanan, meskipun kemudian dicabut, menunjukkan bahwa perusahaan swasta dapat memengaruhi jalannya perang secara signifikan.
Bagi Indonesia, kasus ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya kedaulatan teknologi dan diversifikasi penyedia layanan satelit, terutama untuk keperluan pertahanan dan keamanan nasional. Ketergantungan pada satu penyedia asing dapat menimbulkan risiko strategis jika terjadi perubahan kebijakan mendadak. Indonesia sendiri tengah mengembangkan satelit komunikasi nasional dan perlu mempertimbangkan aspek ketahanan serta kemandirian dalam infrastruktur kritis.
Ke depan, penyelidikan yang didorong oleh anggota parlemen AS dapat memaksa SpaceX untuk lebih transparan dalam kebijakan layanannya, terutama untuk penggunaan militer. Sementara itu, Ukraina mungkin akan mempercepat upaya mencari alternatif komunikasi satelit guna mengurangi ketergantungan pada satu perusahaan. Pertanyaannya, apakah insiden ini akan mengubah cara negara-negara mengandalkan operator swasta dalam situasi konflik?



