Persib Hadapi Jadwal Padat, Dedi Kusnandar: 27 Pemain Siap Tempur
Baca dalam 60 detik
- Persib Bandung menargetkan kemenangan atas Garudayaksa FC pada pekan ketujuh BRI Super League 2026/2027 meski harus melewati jadwal kompetisi yang rapat.
- Kekalahan 0-1 dari Madura United menjadi alarm bagi Maung Bandung yang telah dua kali menelan kekalahan musim ini, menuntut rotasi cerdas dari pelatih Igor Tolic.
- Kedalaman skuad dengan 27 pemain menjadi kunci Persib untuk menjaga konsistensi performa di tengah tekanan jadwal dan agresivitas lawan.

Persib Bandung tidak punya waktu untuk meratapi kekalahan 0-1 dari Madura United. Gelandang senior Dedi Kusnandar menegaskan bahwa timnya tetap membidik kemenangan saat bertandang ke markas Garudayaksa FC pada pekan ketujuh BRI Super League 2026/2027, meski jadwal pertandingan sangat rapat.
Dedi mengakui bahwa ia dan rekan-rekannya baru tiba di Bandung, lalu menjalani sesi latihan singkat sebelum kembali bertolak ke Bogor pada malam harinya. Namun, ia menolak menjadikan kelelahan sebagai alasan untuk kehilangan fokus. "Kami tidak punya alasan untuk tidak mendapatkan hasil maksimal besok melawan Garudayaksa," ujar pemain bernomor punggung 11 itu usai latihan, Sabtu (24/10/2026).
Kekalahan dari Madura United menjadi pukulan kedua bagi Persib musim ini. Pelatih Igor Tolic menilai timnya sebenarnya mampu menciptakan peluang, tetapi penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah. Hasil tersebut membuat persaingan di papan atas semakin ketat dan menuntut Maung Bandung segera bangkit.
Menurut Dedi, jadwal padat sudah menjadi risiko yang harus dihadapi sejak awal kompetisi. Ia menyebut bahwa setiap pemain dalam skuad wajib memiliki kesiapan mental dan fisik untuk tampil kapan pun dipanggil. Dengan 27 pemain yang tersedia, Persib memiliki fleksibilitas untuk melakukan rotasi tanpa menurunkan kualitas permainan.
"Kami ada 27 pemain yang siap bermain, jadi siapapun yang disiapkan harus siap. Formasi bisa berubah-ubah, tapi kami harus siap menghadapi jadwal padat ini," kata Dedi.
Ia juga menyoroti karakter lawan yang selalu bermain ngotot saat menghadapi Persib. Menurutnya, setiap tim yang bersua Maung Bandung kerap tampil seperti sedang berperang, sehingga timnya dituntut untuk selalu waspada dan tampil agresif sejak menit awal.
Kedalaman skuad menjadi modal berharga bagi Persib di tengah kompetisi yang menuntut konsistensi. Namun, rotasi yang tepat akan menjadi ujian bagi Igor Tolic. Pelatih asal Kroasia itu perlu memastikan bahwa pemain yang diturunkan tetap memahami taktik dan ritme permainan, terutama saat menghadapi tim yang bermain dengan intensitas tinggi.
Bagi Persib, laga melawan Garudayaksa bukan sekadar upaya meraih tiga poin, tetapi juga momentum untuk membuktikan bahwa kekalahan dari Madura United tidak menggoyahkan ambisi juara. Dukungan suporter tentu menjadi energi tambahan, meski pertandingan digelar di kandang lawan.
Jika mampu mengatasi tekanan jadwal dan meraih kemenangan, Persib dapat kembali menempel ketat para pesaing di papan atas. Sebaliknya, hasil negatif akan semakin memperlebar jarak dan memunculkan pertanyaan tentang efektivitas rotasi yang diterapkan.
Pertanyaannya, mampukah Persib menjaga konsistensi di tengah padatnya jadwal, atau justru kelelahan fisik dan mental menjadi bumerang yang menghambat langkah mereka menuju gelar?



