Hamilton Puji Antonelli: "Layak Jadi Juara Dunia"
Baca dalam 60 detik
- Lewis Hamilton menilai Kimi Antonelli tampil mengesankan dan pantas meraih gelar juara F1 2026.
- Antonelli memimpin klasemen dengan keunggulan 102 poin atas Russell dan bisa mengunci titel di Austin.
- Dukungan struktur Mercedes dan ketenangan mental menjadi kunci performa konsisten pembalap muda Italia itu.

Lewis Hamilton memberikan penilaian tinggi terhadap penerusnya di Mercedes, Kimi Antonelli, dengan menyebut pembalap muda Italia itu layak menjadi juara dunia Formula 1 2026. Pernyataan ini muncul menjelang Grand Prix Amerika Serikat di Austin, di mana Antonelli berpeluang mengunci gelar jika meraih hasil maksimal dan rival-rivalnya terpuruk.
Antonelli saat ini memimpin klasemen dengan keunggulan 102 poin atas rekan setimnya, George Russell, sementara Hamilton tertinggal 111 poin. Dengan empat seri tersisa, pembalap berusia 19 tahun itu berada di ambang gelar juara dunia pertamanya, sebuah pencapaian luar biasa pada musim keduanya di F1.
Hamilton, yang meninggalkan Mercedes untuk bergabung dengan Ferrari pada 2025, membuka jalan bagi Antonelli untuk naik ke kursi utama Mercedes. Keputusan itu diambil setelah performa impresif Antonelli di kategori junior, termasuk gelar juara Formula 2. Hamilton mengaku sudah mengetahui siapa yang akan menggantikannya dan menilai promosi tersebut sebagai langkah tepat.
"Saya rasa itu keputusan yang benar untuk memberikan kesempatan kepada pembalap muda. Kimi telah menunjukkan kemampuannya di kategori bawah, antusiasme, karisma, dan pendekatannya yang baik terhadap segala hal. Dia selalu cocok dengan lingkungan tim," ujar Hamilton.
Musim debut Antonelli pada 2025 sempat diwarnai kesalahan dan kurangnya konsistensi, tetapi ia bangkit pada 2026 dengan meraih enam pole position dan delapan kemenangan dari 17 balapan. Kemenangan gemilang di Monza, dari posisi start ke-19, menjadi sorotan utama. Tidak ada pembalap lain yang mampu meraih lebih dari tiga kemenangan sejauh ini.
Hamilton juga menyoroti peran struktur pendukung di Mercedes, termasuk insinyur balap Peter Bonnington, direktur teknik sirkuit Andrew Shovlin, dan kepala tim Toto Wolff. Menurutnya, lingkungan yang suportif sangat penting bagi perkembangan pembalap muda. "Saya melihat kesamaan antara tahun-tahun awal saya dan pendekatan Kimi musim ini," tambahnya.
Meski demikian, Hamilton menegaskan bahwa performa di lintasan tetap menjadi faktor penentu. "Kita tidak pernah tahu bagaimana seseorang akan bereaksi di bawah tekanan sampai kita melihatnya sendiri. Kimi telah menanganinya dengan baik, dan dia seperti jiwa tua dalam tubuh muda," ujarnya.
Dengan gelar juara yang semakin dekat, Antonelli dihadapkan pada ujian mental terakhir: mempertahankan konsistensi di empat balapan tersisa. Jika berhasil, ia akan menjadi juara dunia F1 termuda sejak Sebastian Vettel pada 2010, sekaligus menandai era baru Mercedes pasca-Hamilton.



