Bhayangkara FC Incar Kemenangan Ketiga, Moussa Sidibe Waspadai PSM Makassar
Baca dalam 60 detik
- Bhayangkara FC akan menjamu PSM Makassar di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Sabtu (24/10/2026) malam, dengan target meraih tiga poin untuk menjaga rekor tak terkalahkan.
- Moussa Sidibe menjadi andalan di lini depan dengan kontribusi tiga assist dan satu gol, meski tim dilanda cedera dan harus merotasi pemain.
- PSM Makassar yang berada di posisi ke-10 berpotensi menyulitkan tuan rumah, sementara Bhayangkara FC berupaya mempertahankan posisi enam besar klasemen.

Bhayangkara FC kembali mengincar poin penuh saat menjamu PSM Makassar pada laga pekan kedelapan BRI Super League 2026/2027 di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Sabtu (24/10/2026) pukul 19.00 WIB. Kemenangan menjadi harga mati bagi tim asuhan Oscar Bruzon untuk menjaga rekor belum terkalahkan sekaligus menembus persaingan papan atas.
Sejauh ini, The Guardian โ julukan Bhayangkara FC โ menempati peringkat keenam dengan koleksi 10 poin dari dua kemenangan dan empat imbang. Catatan tersebut menjadikan mereka satu-satunya tim di kompetisi yang belum menelan kekalahan. Namun, posisi tersebut belum aman karena persaingan di klasemen semakin ketat.
Menghadapi PSM, Bhayangkara FC diprediksi melakukan rotasi di starting XI. Meski demikian, satu nama tetap menjadi tumpuan di lini serang: Moussa Sidibe. Penyerang berusia 31 tahun itu telah menyumbang tiga assist dan satu gol dari total sekitar 300 menit bermain. Golnya ke gawang PSIM Yogyakarta pada menit ke-59 menjadi pembeda dalam kemenangan 1-0 beberapa hari lalu.
Meski di atas kertas lebih diunggulkan, Sidibe menolak anggapan bahwa laga akan berjalan mudah. Ia menegaskan bahwa setiap pertandingan di Liga Indonesia memiliki tingkat kesulitan tersendiri. "Tidak ada pertandingan yang mudah di Liga Indonesia. Semuanya sulit," ujarnya kepada media, Jumat (23/10/2026).
Pemain asal Mali itu mengambil contoh saat Bhayangkara FC mengalahkan PSIM Yogyakarta. Meskipun lawan bermain dengan 10 orang sejak menit ke-27 setelah kartu merah Ze Valente, The Guardian tetap kesulitan menembus pertahanan rapat. "Lawan memang bermain dengan 10 pemain, tetapi kami tetap kesulitan karena tidak mudah menyerang jika lawan bermain bertahan," tambahnya.
Selain fokus pada kekuatan lawan, Bhayangkara FC juga menghadapi masalah internal berupa badai cedera. Beberapa pemain masih menjalani pemulihan, sehingga pelatih Oscar Bruzon harus memutar otak untuk meracik komposisi. Sidibe mengakui hal itu, namun ia optimistis dengan kedalaman skuad yang dimiliki. "Kami banyak kehilangan pemain karena cedera atau alasan lain, jadi pelatih harus melakukan perubahan. Namun, siapa pun yang diturunkan, kami tetap memiliki tim yang bagus. Itu memudahkan pekerjaan pelatih," jelasnya.
Di kubu lawan, PSM Makassar datang dengan modal delapan poin dari tujuh laga. Meski berada di papan tengah, tim berjuluk Juku Eja itu dikenal memiliki organisasi pertahanan yang solid dan kerap menyulitkan tuan rumah. Pertemuan kedua tim diprediksi berlangsung sengit, mengingat Bhayangkara FC ingin mempertahankan tren positifnya.
Kemenangan atas PSM akan menjadi modal berharga bagi Bhayangkara FC untuk menghadapi rangkaian jadwal padat. Tambahan tiga angka juga bisa mendongkrak posisi mereka ke papan atas, setidaknya hingga pekan berikutnya. Namun, jika gagal meraih hasil maksimal, jarak dengan tim-tim di atas bisa melebar.
Pertanyaan besarnya: mampukah Bhayangkara FC mempertahankan rekor tanpa kekalahan, atau justru PSM Makassar yang menjadi tim pertama yang menjungkalkan mereka musim ini? Jawabannya akan tersaji di Stadion Sumpah Pemuda, Sabtu malam.



