Apple Watch Ultra 4 Terkunci di iPhone, Galaxy Watch Ultra 2 Jadi Jawaban untuk Pengguna Android
Baca dalam 60 detik
- Apple Watch Ultra 4 hanya kompatibel dengan iPhone, sehingga pengguna Android harus mencari alternatif lain untuk smartwatch tangguh.
- Samsung Galaxy Watch Ultra 2 menawarkan daya tahan IP69K dan 10ATM, layar 5.000 nits, serta baterai hingga 60 jam, melampaui beberapa aspek Apple Watch Ultra 4.
- Pilihan lain seperti Garmin fenix 9 Pro dan Amazfit T-Rex Dual Solar hadir dengan daya tahan ekstrem dan baterai lebih lama, sementara Google Pixel Watch 5 menjadi opsi premium yang lebih terjangkau.

Apple Watch Ultra 4 memang dirancang untuk petualang, tetapi eksklusivitasnya di ekosistem iPhone membuat pengguna Android tak bisa menikmatinya. Pertanyaannya, adakah smartwatch Android yang mampu menandingi ketangguhan dan fitur perangkat tersebut? Jawabannya ada pada Samsung Galaxy Watch Ultra 2, yang oleh banyak pengamat digadang sebagai padanan terdekat.
Apple Watch Ultra 4 membawa sejumlah pembaruan, mulai dari kemampuan komunikasi satelit, GPS dan pelacakan detak jantung yang lebih presisi, mode latihan diperpanjang, hingga daya tahan baterai terpanjang di jajaran Apple Watch. Namun, perangkat ini hanya bisa dipasangkan dengan iPhone. Kondisi itu membatasi pilihan bagi pengguna Android yang menginginkan jam tangan pintar kelas petualang.
Galaxy Watch Ultra 2 muncul sebagai kandidat utama. Meski fitur kesehatan Samsung Health paling optimal saat dipasangkan dengan ponsel Galaxy, jam ini tetap kompatibel dengan perangkat Android lain. Bahkan, dalam hal ketahanan fisik, Watch Ultra 2 sedikit unggul. Sertifikasi IP69K dan 10ATM membuatnya tahan debu, air, serta semburan air bertekanan tinggi dan bersuhu tinggi—standar yang sering diuji pada perangkat kelas militer.
Dari sisi performa, Galaxy Watch Ultra 2 ditenagai chip Snapdragon Wear Elite, sedangkan Apple Watch Ultra 4 menggunakan chip S11 yang diperbarui plus Health Sensing System untuk akurasi pembacaan detak jantung. Samsung mengandalkan pengalaman Gemini AI, sementara Siri di Apple Watch belum sekuat itu, meski menawarkan fitur Audio Recognition. Layar Galaxy Watch Ultra 2 juga lebih terang: 5.000 nits berbanding 3.000 nits pada Apple Watch Ultra 4. Soal daya tahan baterai, keduanya tergolong kelas atas—50 jam untuk Apple dan 60 jam untuk Samsung.
Keduanya menyajikan fitur pemantauan kesehatan yang komprehensif: Readiness Score, rincian vital, pelacakan tidur mendetail, akses aplikasi, dan integrasi perangkat yang mulus. Galaxy Watch Ultra 2 menambahkan pembacaan antioksidan, sedangkan keduanya mendukung deteksi sleep apnea. Bagi pengguna Android yang ingin pengalaman semirip mungkin dengan Apple Watch Ultra 4, Galaxy Watch Ultra 2 adalah jawabannya.
Namun, pasar smartwatch tangguh tidak hanya diisi dua nama itu. Garmin fenix 9 Pro hadir dengan rating selam 10ATM dan memenuhi standar militer untuk ketahanan suhu, guncangan, dan air. Jam ini dilengkapi lampu senter built-in, peta topografi offline, serta metrik lanjutan untuk pelari dan aktivitas seperti triatlon dan ski backcountry. Fitur keselamatannya mirip, tetapi baterainya bisa bertahan hingga 10 hari, atau 15 hari dalam mode hemat daya. Amazfit T-Rex Dual Solar menawarkan daya tahan baterai lebih impresif lagi karena dapat mengisi daya terus-menerus dari sinar matahari, mencapai 25 hari per pengisian. Jam ini tahan debu, air, dan suhu ekstrem. Pengguna bahkan bisa membuat rute lari langsung dari jam menggunakan peta yang sudah dimuat, serta memanfaatkan pelacakan lokasi LiveShare.
Di luar kelas tangguh, ada pula smartwatch premium Android atau lintas merek yang layak dipertimbangkan. Google Pixel Watch 5, misalnya, telah meraih rating IP68 dan 5ATM, sehingga bisa dipakai berenang meski tidak untuk menyelam. Jam ini sarat fitur keselamatan, pelacakan kesehatan, mode olahraga, Gemini AI, dan baterai hingga 40 jam (72 jam dengan mode hemat daya). Harganya pun lebih bersahabat. Jadi, pertimbangkan untung-ruginya: jika butuh perangkat ultra-tangguh untuk petualangan luar ruang, Galaxy Watch Ultra 2 atau Garmin fenix 9 Pro bisa jadi pilihan. Jika tidak, opsi lain mungkin sudah lebih dari cukup.
Bagi konsumen Indonesia, keberadaan smartwatch tangguh Android ini membuka peluang lebih luas untuk memantau kesehatan dan aktivitas luar ruang tanpa terikat ekosistem Apple. Dengan medan geografis yang beragam—dari pantai hingga pegunungan—perangkat dengan ketahanan ekstrem dan baterai panjang menjadi nilai tambah tersendiri. Pertanyaannya, akankah Samsung dan Google memperluas ketersediaan serta layanan purna jual di pasar domestik, sehingga pengguna Android di Indonesia bisa menikmati pengalaman setara tanpa harus beralih ke iPhone?



