Sony Rilis Update PS5 14.20, Perlombaan Senjata Digital dengan Peretas Memanas Jelang GTA 6
Baca dalam 60 detik
- Sony merilis pembaruan firmware PS5 26.07-14.20.00 berukuran 1,2 GB untuk menambal celah keamanan yang dieksploitasi komunitas homebrew.
- Langkah ini merupakan bagian dari siklus adu cepat: peretas menemukan celah, Sony menambal, dan peretas mencari celah baru, dengan AI mempercepat kedua belah pihak.
- Peluncuran GTA 6 pada 19 November menjadi pemicu utama, karena banyak pihak ingin membobol PS5 sebelum game paling dinanti tahun ini hadir tanpa versi fisik.

Sony kembali memperketat pertahanan PlayStation 5 melalui pembaruan firmware 26.07-14.20.00 yang dirilis Rabu (26/7/2025). Pembaruan berukuran 1,2 GB ini tersedia untuk diunduh dan oleh sebagian pengamat dianggap sebagai langkah untuk memperlambat upaya jailbreak yang semakin agresif menjelang peluncuran Grand Theft Auto 6 pada 19 November mendatang.
Dalam catatan resminya, Sony hanya menyebut pembaruan ini "meningkatkan pesan dan kegunaan di beberapa layar." Namun, komunitas homebrew meyakini ada agenda tersembunyi: menutup celah keamanan yang baru saja ditemukan. Sebelumnya, peretas berhasil menembus firmware 14.10 dan mengakses menu debug PS5—level akses tertinggi yang memungkinkan eksekusi kode tak resmi. Keberhasilan itu memicu reaksi cepat Sony.
Jailbreak sendiri memungkinkan pengguna memasang perangkat lunak di luar ekosistem PlayStation Store yang tertutup, termasuk potensi pembajakan game. Dalam beberapa bulan terakhir, kemajuan komunitas homebrew melesat berkat bantuan alat pengodean berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mempermudah pencarian celah. Sony pun tak tinggal diam: mereka merilis pembaruan firmware secara berkala, dan setiap pembaruan kerap memaksa pemain memperbarui sistem untuk mengunduh patch game terbaru. Siklus ini menciptakan tarik-menarik tanpa henti antara peretas dan pembuat konsol.
Perhatian komunitas jailbreak terhadap PS5 bukan tanpa alasan. Selain karena GTA 6 menjadi rilisan terbesar tahun ini, kebijakan Sony dan Rockstar terkait distribusi fisik memicu kontroversi. Sony telah mengumumkan akan menghentikan produksi cakram game mulai 2028, sementara GTA 6 tidak akan tersedia dalam bentuk fisik. Peralihan ke distribusi digital ini semakin memanas setelah Sony berupaya membuktikan di pengadilan bahwa pemain tidak memiliki hak kepemilikan legal atas game digital yang mereka beli. Sikap ini memunculkan sentimen di kalangan gamer: "Jika membeli game digital berarti tidak memiliki, maka membajak bukanlah mencuri."
Di Indonesia, fenomena ini turut memengaruhi pasar gim konsol. Meski penjualan PS5 resmi di Tanah Air tidak sebesar di Jepang atau Amerika Serikat, komunitas pengguna konsol cukup aktif, terutama di kota-kota besar. Kebijakan digital-only dan potensi hilangnya kepemilikan game menjadi perhatian tersendiri, terlebih bagi kolektor yang selama ini mengandalkan cakram fisik. Pembaruan firmware yang terus-menerus juga bisa memperlambat akses ke fitur online, karena pemain dituntut selalu menggunakan versi terbaru.
Yang menarik, kedua kubu—Sony dan peretas—diperkirakan memanfaatkan AI untuk mempercepat pekerjaan. Peretas menggunakan AI untuk menghasilkan kode eksploit, sementara Sony memanfaatkannya untuk mendeteksi dan menambal celah. Ini menjadikan pertarungan bukan sekadar soal keahlian manusia, melainkan juga kecepatan mesin dalam memindai kerentanan.
Dengan pembaruan 14.20 yang baru tersedia, para homebrewer kini berpacu dengan waktu untuk membobolnya sebelum GTA 6 hadir. Sony di sisi lain hampir pasti menyiapkan pembaruan berikutnya. Pertanyaannya, akankah siklus ini berakhir, atau justru semakin intensif ketika game yang paling ditunggu tahun ini resmi dirilis?



