Carlos Pena Enggan Persita Cepat Puas, Bali United Ujian Ketahanan di Puncak
Baca dalam 60 detik
- Persita Tangerang menatap laga pekan ketujuh BRI Super League 2026/2027 melawan Bali United dengan modal kemenangan atas Persija Jakarta.
- Carlos Pena menekankan pentingnya peningkatan performa berkelanjutan agar Hokky Caraka dkk. tidak terlena oleh hasil positif sementara.
- Duel di Banten International Stadium, Minggu (25/10/2026), menjadi tolok ukur ambisi Pendekar Cisadane mempertahankan rekor tak terkalahkan dan posisi tiga besar.

Persita Tangerang tidak ingin kemenangan atas Persija Jakarta menjadi puncak kepuasan. Pelatih Carlos Pena menegaskan timnya harus terus berkembang menjelang bentrokan melawan Bali United pada pekan ketujuh BRI Super League 2026/2027 di Banten International Stadium (BIS), Serang, Minggu (25/10/2026). Laga ini menjadi ujian sesungguhnya bagi ambisi Pendekar Cisadane mempertahankan rekor tak terkalahkan sekaligus mengunci posisi di papan atas.
Persita saat ini menempati peringkat ketiga klasemen sementara dengan koleksi 11 poin dari tiga kemenangan dan dua imbang. Hasil tersebut belum membuat Pena jemawa. Ia justru menyoroti perlunya peningkatan kualitas permainan setiap pekan, bukan sekadar mengumpulkan angka. "Tim harus terus berkembang. Performa juga harus terus ditingkatkan," ujar pelatih berkebangsaan Spanyol itu.
Menurut Pena, tim pelatih tak henti melakukan evaluasi dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Kesalahan serupa tidak boleh terulang. "Setiap minggu harus lebih baik. Kami akan merasa lebih baik lagi jika peningkatan di setiap pekannya dibarengi dengan perolehan poin," imbuhnya. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa bagi Pena, proses menjadi fondasi penting untuk menjaga konsistensi di kompetisi yang masih panjang.
Bagi Persita, bermain di hadapan ribuan pendukung sendiri menjadi modal berharga untuk meraih tiga angka. Namun, Bali United bukan lawan yang bisa diremehkan. Tim asuhan Stefano Cugurra itu dikenal memiliki kedalaman skuad dan pengalaman bersaing di level atas. Duel ini akan menguji sejauh mana mentalitas Persita setelah mengalahkan Persija, klub yang sebelumnya dilatih Pena.
Pena juga memuji kerja keras anak-anak asuhnya. "Masih ada hal-hal yang perlu diperbaiki. Usaha, komitmen, dan konsentrasi para pemain sungguh luar biasa," katanya. Pujian tersebut menunjukkan bahwa meski ada kekurangan, fondasi tim sudah terbentuk. Kini tantangannya adalah menjaga fokus dan konsistensi, terutama saat menghadapi tim sekaliber Bali United yang memiliki motivasi tinggi untuk memperbaiki posisi di klasemen.
Pertandingan ini bukan sekadar ajang pembuktian bagi Persita, tetapi juga cerminan dinamika kompetisi domestik yang semakin kompetitif. Keberhasilan tim-tim seperti Persita dan Bali United dalam menantang dominasi klub-klub besar menjadi indikasi bahwa BRI Super League 2026/2027 berpotensi menyajikan persaingan yang lebih terbuka. Bagi publik sepak bola Indonesia, laga ini menjadi tontonan menarik untuk mengukur kualitas taktik dan mentalitas tim di lapangan.
Ke depan, Persita dituntut untuk membuktikan bahwa kemenangan atas Persija bukan sekadar kebetulan. Jika mampu melewati ujian Bali United dengan hasil positif, posisi mereka di papan atas akan semakin kokoh. Sebaliknya, kekalahan bisa menjadi sinyal bahwa tim masih perlu pembenahan serius. Pertanyaannya, mampukah Persita mempertahankan momentum dan menjawab kepercayaan pendukungnya?



