Mario Lemos Peringatkan Persis Solo: Obsesi Promosi Bisa Jadi Bumerang di Liga 2
Baca dalam 60 detik
- Mario Lemos, Sporting Advisor anyar Persis Solo, menilai target promosi sebaiknya tidak membebani pemain di Pegadaian Championship 2026/2027.
- Persis masih tertahan di peringkat ketujuh Grup Timur dengan enam poin dari enam laga, terpaut delapan angka dari Deltras FC di puncak.
- Fokus pada proses harian dan laga per laga dinilai lebih krusial ketimbang terjebak tekanan hasil instan.

Mario Lemos, yang baru saja dipercaya sebagai Sporting Advisor Persis Solo, mengingatkan bahwa ambisi kembali ke Liga 1 jangan sampai menjelma beban mental bagi para pemain di Pegadaian Championship 2026/2027. Menurutnya, tekanan berlebihan untuk segera promosi justru berpotensi mengganggu konsentrasi dan performa Laskar Sambernyawa di kasta kedua.
Pernyataan itu muncul di tengah situasi tim yang belum stabil. Persis baru saja mengganti komposisi kepelatihan dengan menunjuk Lemos dan Nurcholis Majid sebagai caretaker, namun hasil di lapangan belum menunjukkan perbaikan signifikan. Pada laga terakhir, mereka hanya mampu membawa pulang satu poin dari markas Deltras Sidoarjo.
โKita semua tahu Persis Solo adalah klub Liga 1. Tapi kadang-kadang, ketika kita terlalu fokus pada promosi, hal-hal yang kita inginkan malah tidak terjadi. Itu yang penting,โ ujar Lemos, Selasa (20/10/2026), seperti dikutip dari Bola.com.
Lemos menekankan pentingnya pendekatan bertahap. Ia menilai para pemain harus fokus menghadapi setiap pertandingan yang ada di depan mata, bukan terlena oleh target akhir musim. โKita harus melakukannya game-by-game, game-by-game, game-by-game, memperbaiki setiap hari, dan tentu saja kita harus pergi ke tempat yang seharusnya karena Persis Solo adalah klub Liga 1,โ kata mantan pelatih Persijap Jepara itu.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa kompetisi di Liga 2 menuntut konsistensi dan kerja keras. Setiap laga menjadi krusial jika Persis ingin kembali ke kasta tertinggi. โSangat penting untuk tidak hanya fokus pada Liga 1. Kita harus melakukan tugas kita di Liga 2, menang di Liga 2, dan berkompetisi. Dengan begitu, kita bisa mendapatkan promosi,โ tegasnya.
โKadang-kadang ketika kita terlalu fokus pada promosi, hal-hal yang terjadi tidak terjadi. Itu sangat penting.โ โ Mario Lemos
Pernyataan Lemos sejalan dengan pandangan umum di dunia kepelatihan bahwa tekanan target jangka panjang sering kali menjadi penghambat bagi tim yang sedang berjuang di papan tengah. Alih-alih membebani pemain dengan ekspektasi besar, pelatih biasanya lebih memilih membangun momentum melalui kemenangan-kemenangan kecil yang konsisten.
Bagi Persis, fokus pada proses harian menjadi kunci. Sesi latihan yang digelar setiap hari harus dimanfaatkan untuk memperbaiki kekurangan, baik dari segi taktik maupun mental. Lemos menegaskan bahwa perbaikan kecil yang dilakukan secara rutin akan berdampak besar pada performa tim dalam jangka panjang.
Dengan posisi saat ini di peringkat ketujuh, Persis masih memiliki peluang untuk bangkit. Namun, jalan menuju promosi tidak akan mudah. Mereka harus mampu bersaing dengan tim-tim papan atas seperti Deltras FC dan RANS FC yang akan menjadi lawan berikutnya. Duel melawan RANS FC di Stadion Manahan, Sabtu (24/10/2026), akan menjadi ujian sekaligus pembuktian apakah arahan Lemos mulai membuahkan hasil.
Jika mampu meraih hasil positif, bukan tidak mungkin kepercayaan diri pemain kembali tumbuh. Sebaliknya, kekalahan bisa memperlebar jarak dengan zona promosi. Publik Solo tentu berharap perubahan kepelatihan ini menjadi titik balik, tetapi seperti kata Lemos, segalanya harus dimulai dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.



