Eze Tersingkir di Jeda, Kemenangan Arsenal atas Forest Jadi Alarm bagi Pemain 60 Juta Pound
Baca dalam 60 detik
- Eberechi Eze ditarik keluar saat jeda dalam kemenangan 1-0 Arsenal atas Nottingham Forest, memicu kekecewaan menurut Ian Wright.
- Keputusan Arteta memasukkan Noni Madueke berbuah gol kemenangan, sementara Eze makin terpinggirkan oleh performa Martin Odegaard.
- Tekanan bagi Eze meningkat untuk membuktikan kualitasnya di sayap kiri, posisi yang belum ia kuasai sepenuhnya.

Kemenangan tipis Arsenal 1-0 atas Nottingham Forest di City Ground, Minggu (18/10/2026), menyisakan cerita pahit bagi Eberechi Eze. Gelandang serang bernilai 60 juta pound itu harus rela ditarik keluar saat jeda babak pertama, sebuah keputusan yang dinilai Ian Wright akan meninggalkan luka mendalam bagi sang pemain.
Eze sebenarnya dipercaya Mikel Arteta untuk mengisi starting XI Premier League untuk pertama kalinya musim ini. Namun, ia gagal memberikan dampak berarti ketika Arsenal kesulitan menembus rapatnya pertahanan Forest di 45 menit awal. Arteta pun tak ragu menggantinya dengan Noni Madueke, yang kemudian menjadi pahlawan lewat gol pada menit ke-80.
Keputusan tersebut bukan sekadar pergantian taktik biasa. Bagi Eze, ini adalah sinyal keras bahwa posisinya di skema Arteta belum aman. Sejak didatangkan dari Crystal Palace pada musim panas 2025, ia memang masih berjuang mendapatkan menit bermain reguler. Kembalinya Martin Odegaard ke performa terbaik di pos nomor 10 semakin mempersempit ruang gerak Eze di area favoritnya, memaksanya beradaptasi di sayap kiri yang jelas bukan habitat alaminya.
Ian Wright, mantan penyerang Arsenal yang kini menjadi pengamat, mengakui situasi Eze memang tidak mudah. Berbicara kepada Sky Sports, ia menilai penempatan Eze di sayap kiri membuat sang pemain terisolasi dan sulit memaksimalkan kemampuan terbaiknya. โSituasinya sedang sangat sulit baginya saat ini,โ ujar Wright, seperti dikutip Football365.
โSaya lebih memilih manajer menarik saya keluar karena saya mencoba melakukan sesuatu daripada tidak menunjukkan apa-apa. Menurut saya, dia harus lebih berani dan memaksakan permainan karena saat ini sepertinya manajer juga belum tentu memilihnya,โ kata Wright.
Wright bahkan sudah menduga Eze akan ditarik keluar setelah melihat penampilan babak pertama. Namun, ia tak menyangka Arteta mengambil keputusan secepat itu. Menurutnya, Eze pasti sangat kecewa. Meski demikian, Wright menyarankan agar Eze tidak larut dalam kekecewaan dan justru lebih berani mengambil inisiatif di setiap kesempatan yang diberikan.
Tekanan bagi Eze bukan hanya soal menit bermain, tetapi juga soal pembuktian kualitas. Wright menegaskan Eze memiliki kemampuan untuk memberikan lebih banyak bagi Arsenal, tetapi kualitas itu harus ditunjukkan di lapangan. Sejauh ini, performanya belum sesuai harapan, dan persaingan di lini serang Arsenal semakin ketat dengan kehadiran Madueke serta Viktor Gyokeres yang juga belum menjadi pilihan utama.
Bagi Arteta, keputusan menarik Eze terbukti tepat karena Madueke langsung mencetak gol kemenangan. Namun, dalam jangka panjang, manajemen menit bermain akan menjadi ujian bagi Arteta untuk menjaga moral pemain mahal seperti Eze. Jika situasi ini berlanjut, bukan tidak mungkin Eze akan mencari jalan keluar pada bursa transfer berikutnya.
Pertanyaannya kini: akankah Eze mampu bangkit dan merebut kembali kepercayaan Arteta, atau justru semakin tenggelam di bangku cadangan? Publik Arsenal tentu berharap sang pemain bisa segera menemukan performa terbaiknya, karena kualitasnya tidak perlu diragukan lagi.



