Pekan Kelima BRI Super League: Persija Tumbang, Van Gastel Jadi Korban Ketiga
Baca dalam 60 detik
- Persija Jakarta menelan kekalahan pertama musim ini setelah takluk 2-3 dari Persita Tangerang, meski tetap memuncaki klasemen dengan 12 poin.
- Jean-Paul van Gastel dipecat dari kursi pelatih PSIM Yogyakarta menyusul empat kekalahan beruntun, menjadi korban ketiga setelah Juan Cortes dan Mario Lemos.
- Persijap Jepara masih tanpa poin di dasar klasemen, sementara Persita dan Dewa United menjaga rekor tak terkalahkan di posisi tiga besar.

Persija Jakarta akhirnya merasakan kekalahan pertamanya di BRI Super League 2026/2027 setelah takluk 2-3 dari Persita Tangerang pada pekan kelima, Jumat (16/10/2026). Kekalahan dramatis ini tidak menggeser posisi Macan Kemayoran di puncak klasemen dengan koleksi 12 poin dari lima laga, tetapi menjadi sinyal bahwa kompetisi musim ini jauh lebih ketat dari perkiraan.
Dalam pertandingan di markas Persita, Persija sempat dua kali menyamakan kedudukan setelah tertinggal. Namun, gol Aleksa Andrejic pada menit ke-90+5 memastikan kemenangan tuan rumah dan memutus rentetan kemenangan sempurna anak asuh Shin Tae-yong. Hasil ini memperlihatkan bahwa dominasi awal musim tidak serta-merta menjamin konsistensi hingga pekan-pekan berikutnya.
Kekalahan Persija bukan satu-satunya cerita. Di hari yang sama, PSIM Yogyakarta menyerah 1-2 kepada PSM Makassar di Stadion Sultan Agung, Bantul. Kekalahan keempat secara beruntun itu membuat manajemen PSIM mengambil keputusan tegas: memecat pelatih Jean-Paul van Gastel. Juru taktik asal Belanda tersebut menjadi pelatih ketiga yang kehilangan pekerjaan setelah Juan Cortes (Persijap Jepara) dan Mario Lemos.
Di sisi lain, Persijap Jepara semakin terbenam di dasar klasemen setelah kalah 0-1 dari sesama tim papan bawah Isenmulang FC di kandang sendiri. Laskar Kalinyamat belum sekalipun meraih poin dari lima laga, mencatat rekor terburuk di antara kontestan. Sementara itu, Persita Tangerang dan Dewa United masih menjaga rekor tak terkalahkan dan berada di posisi tiga besar, diikuti Persebaya Surabaya dan Bhayangkara FC yang juga belum merasakan kekalahan.
"Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi kami. Persija tetap di puncak, tetapi kami harus segera memperbaiki konsistensi," ujar Shin Tae-yong usai laga, seperti dikutip dari keterangan pers klub.
Menariknya, pekan kelima juga menandai kemenangan perdana bagi sejumlah tim papan bawah. Isenmulang FC dan PSM Makassar akhirnya meraih tiga poin pertama, yang turut mengubah komposisi zona merah. Persaingan di papan bawah semakin sengit, dengan PSIM dan Persijap masih tertahan tanpa kemenangan.
Dalam konteks yang lebih luas, BRI Super League musim ini menunjukkan tren peningkatan daya saing. Tim-tim yang sebelumnya dianggap underdog mampu memberikan perlawanan sengit, sementara tim besar seperti Persija dan Persebaya mulai menghadapi tekanan. Hal ini tidak lepas dari persiapan matang dan strategi transfer yang dilakukan masing-masing klub.
Ke depan, Persija akan menghadapi ujian berat dengan menghadapi Persebaya Surabaya pada pekan keenam. Sementara itu, PSIM Yogyakarta harus segera menemukan pengganti Van Gastel untuk membangkitkan semangat tim. Akankah Persija kembali ke jalur kemenangan, atau justru tren negatif berlanjut? BRI Super League masih menyisakan banyak cerita.



