Pierre Sage di Ujung Tanduk, Crystal Palace Incar Rob Edwards sebagai Pengganti
Baca dalam 60 detik
- Crystal Palace dikabarkan mempertimbangkan Rob Edwards untuk menggantikan Pierre Sage yang baru mengoleksi tujuh poin dari tujuh laga.
- Direktur olahraga Matt Hobbs disebut sebagai pengagum Edwards, tetapi ada opsi lain seperti Scott Parker, Kieran McKenna, dan Vitor Matos.
- Rekam jejak Edwards yang rata-rata 0,68 poin per laga dan dua kali terdegradasi menjadi pertimbangan risiko bagi Palace yang ingin tampil di Eropa.

Pierre Sage belum genap dua bulan menangani Crystal Palace, tetapi kursinya sudah goyang. Kekalahan telak 0-5 dari Brighton & Hove Albion akhir pekan lalu membuat manajemen klub mulai membuka pintu bagi opsi pengganti, dan nama mantan pelatih Wolverhampton Wanderers, Rob Edwards, muncul sebagai kandidat utama.
Menurut laporan TEAMtalk, direktur olahraga Palace, Matt Hobbs, dikenal sebagai pengagum Edwards. Namun, Edwards bukan satu-satunya nama yang dipertimbangkan. Scott Parker, Kieran McKenna, dan Vitor Matos juga masuk dalam radar. Matos, yang kini menangani Swansea City dan membawa tim itu memuncaki Championship, disebut sebagai opsi yang paling menarik karena performanya musim ini.
Tekanan terhadap Sage memang bukan tanpa alasan. Dari tujuh pertandingan Premier League, ia hanya meraih dua kemenangan dan total tujuh poin. Padahal, ia diharapkan mampu melanjutkan warisan Oliver Glasner yang sukses mempersembahkan tiga trofi di Selhurst Park. Catatan defensif Palace pun memprihatinkan: mereka menjadi tim dengan rekor pertahanan terburuk di liga setelah kebobolan 14,8 expected goals (xG) dan baru sekali mencatat clean sheet.
Meski demikian, mendatangkan Edwards bukan tanpa risiko. Pelatih berusia 43 tahun itu terakhir kali menangani Wolves dan dipecat pada musim panas lalu. Rekam jejaknya di Premier League juga jauh dari impresif: hanya 0,68 poin per laga, dan ia pernah membawa Luton Town terdegradasi. Bahkan, dua promosi yang ia raih bersama Luton berakhir dengan degradasi di musim berikutnya.
"Sedih melihat masa jabatan Rob Edwards di Luton berakhir seperti ini. Tapi jangan lupakan betapa hebatnya pekerjaan yang ia lakukan. Apa pun yang terjadi, ia pantas mendapatkan klub Championship dengan anggaran lebih besar," tulis jurnalis Henry Hill di X, November 2024.
Di sisi lain, Edwards dikenal sebagai pelatih yang loyal pada formasi 3-4-2-1, yang bisa jadi cocok dengan materi pemain Palace. Namun, dengan tawaran bermain di Europa League musim depan, Palace seharusnya bisa mendapatkan pelatih dengan rekam jejak lebih meyakinkan. Nama seperti McKenna, yang membawa Ipswich Town promosi ke Premier League, atau Matos yang sedang on fire di Championship, mungkin lebih menjanjikan.
Keputusan Palace akan sangat bergantung pada hasil beberapa laga ke depan. Jika Sage mampu membalikkan keadaan, posisinya bisa selamat. Namun, jika tren negatif berlanjut, manajemen tidak ragu untuk bermanuver. Yang jelas, bursa pelatih Premier League kembali menghangat, dan Palace berada di pusat sorotan.



