Arsenal Menang Tipis di City Ground, tapi Odegaard dan Eze Jadi Sorotan
Baca dalam 60 detik
- Arsenal meraih kemenangan 1-0 atas Nottingham Forest lewat gol telat Noni Madueke, tetapi performa lini serang kembali dipertanyakan.
- Martin Odegaard dan Eberechi Eze tampil di bawah standar, memicu kritik atas kreativitas dan konsistensi di sepertiga akhir.
- Kemenangan ini menyelamatkan muka, namun ketergantungan pada pemain pengganti menunjukkan masalah mendalam yang harus segera dibenahi Mikel Arteta.

Arsenal kembali memetik kemenangan dramatis 1-0 atas Nottingham Forest di City Ground, Minggu (18/10/2026) malam WIB. Gol telat Noni Madueke menjadi pembeda, tetapi di balik tiga poin itu, performa lini serang The Gunners kembali menjadi sorotan tajam.
Kemenangan ini merupakan kali ketiga dalam sepekan Arsenal menang dengan margin tipis, dan untuk ketiga kalinya pula mereka tampil kurang meyakinkan di sepertiga akhir. Meski menguasai bola lebih banyak, tim asuhan Mikel Arteta hanya mampu melepaskan satu tembakan tepat sasaran sepanjang laga. Nottingham Forest, yang tampil disiplin dengan pertahanan rapat, beberapa kali mengancam melalui serangan balik dan nyaris mencuri poin penuh.
Eberechi Eze, yang didatangkan dari Crystal Palace dengan harga 67,5 juta poundsterling pada musim panas 2025, kembali gagal menunjukkan konsistensi. Bermain di sayap kiri, ia ditarik keluar pada jeda babak setelah hanya menyelesaikan 69% umpan, tanpa menciptakan peluang kunci, dan tanpa melepaskan satu pun tembakan. Penampilan buruk ini bukan yang pertama bagi pemain timnas Inggris tersebut, dan semakin memunculkan spekulasi bahwa masa depannya di Emirates Stadium bisa berakhir lebih cepat dari perkiraan.
Kapten Martin Odegaard juga menuai kritik. Setelah memulai musim dengan gemilang—empat gol dalam lima pertandingan pertama—gelandang asal Norwegia itu kini gagal mencetak gol dalam enam laga terakhir. Melawan Forest, Odegaard kehilangan bola 15 kali, hanya menciptakan satu peluang, dan kalah dalam 75% duel udara. Meski menjadi pemain dengan jarak tempuh terjauh, kontribusinya dalam membongkar pertahanan rendah lawan dinilai minim.
Kritik juga dialamatkan kepada Kai Havertz yang kembali tampil tumpul di lini depan. Penyerang Jerman itu hanya melepaskan dua tembakan tanpa satupun mengarah ke gawang dan kalah dalam empat dari tujuh duel. Sejak beberapa pekan terakhir, Havertz memang kesulitan menemukan ritme permainannya, dan hal ini memperparah minimnya opsi di lini serang Arsenal setelah kepergian Leandro Trossard dan Gabriel Martinelli pada bursa transfer musim panas lalu.
"Kemenangan ini memang penting, tetapi jika Arsenal ingin bersaing dengan Manchester City, mereka harus menemukan kembali ketajaman di sepertiga akhir," ujar seorang pengamat sepak bola Inggris.
Arsenal sebenarnya sempat berupaya mendatangkan amunisi baru pada musim panas lalu, dengan mendekati Morgan Rogers dan Vinicius Junior. Namun, upaya tersebut gagal, dan kini mereka harus menerima kenyataan bahwa lini serang terlalu bergantung pada permainan pengganti seperti Madueke atau Bukayo Saka. Pola ini mengingatkan pada musim lalu ketika Trossard dan Martinelli bergantian menjadi starter, tetapi kini kualitas kedalaman skuad dinilai menurun.
Kemenangan atas Forest memang menyelamatkan muka, tetapi tidak menutupi masalah mendasar. Arsenal masih tertinggal dalam hal kreativitas dan penyelesaian akhir dibandingkan rival utamanya. Dengan jadwal padat, termasuk pertemuan dengan Bayern Munich di Liga Champions pada tengah pekan nanti, Arteta dituntut segera menemukan solusi. Jika tidak, gelar juara yang musim lalu berhasil diraih bisa menjadi pencapaian terakhir mereka untuk sementara waktu.
Pertanyaannya kini: apakah manajemen akan bergerak di bursa transfer musim dingin, ataukah Arteta mampu membangkitkan kembali performa Odegaard dan Eze sebelum terlambat? Publik Arsenal berhak menuntut jawaban.



