Hamilton dan Verstappen Desak Perombakan Sirkuit Marina Bay: Butuh Straight Lebih Panjang
Baca dalam 60 detik
- Lewis Hamilton dan Max Verstappen menilai Marina Bay Street Circuit perlu modifikasi layout agar balapan lebih kompetitif.
- Keduanya sepakat sirkuit jalan raya Singapura membutuhkan lintasan lurus lebih panjang atau hairpin sesungguhnya untuk menciptakan peluang menyalip.
- Verstappen menyapu bersih kemenangan sprint dan grand prix Singapura, sementara Hamilton finis kedua di sprint dan Leclerc melengkapi podium utama.

Dua pembalap terdepan Formula 1, Lewis Hamilton dan Max Verstappen, menyerukan perubahan pada Marina Bay Street Circuit. Mereka menilai sirkuit jalan raya di Singapura itu perlu dimodifikasi—terutama penambahan lintasan lurus yang lebih panjang atau hairpin yang sesungguhnya—agar balapan tidak lagi didominasi prosesi satu baris.
Pernyataan itu muncul dalam konferensi pers usai sprint race Singapura. Hamilton, yang finis kedua di belakang Verstappen, mengaku menyukai atmosfer balapan di Marina Bay. Namun ia melihat ada keterbatasan mendasar pada layout sirkuit yang membuat aksi menyalip sangat jarang terjadi. "Saya rasa mereka perlu mengubah trek, mungkin menambah lintasan lurus di suatu tempat agar benar-benar menjadi sirkuit balap yang hebat," ujar pembalap Ferrari tersebut, seperti dikutip Motorsport.com.
Hamilton menambahkan bahwa Marina Bay sangat memikat untuk satu putaran cepat di kualifikasi. Akan tetapi, dalam balapan, hanya ada satu titik yang memungkinkan pembalap mendekat dan mencoba menyalip. Ia juga menyoroti aspek teknis lain, seperti crest di Tikungan 16 yang membuat mobil memercikkan bunga api karena permukaan trek tidak sepenuhnya rata. Menurutnya, sejumlah penyesuaian bisa dilakukan untuk membuat sirkuit itu mendekati sempurna, tetapi ia tidak yakin apakah pihak berwenang akan mengeksekusinya.
Verstappen memberikan dukungan penuh terhadap gagasan rekannya. Pembalap Red Bull itu sepakat bahwa Marina Bay akan jauh lebih baik jika memiliki lintasan lurus yang lebih panjang atau hairpin yang lebih proper untuk menyalip. Namun ia menambahkan satu syarat lain: perbedaan kecepatan (delta) di lintasan lurus juga harus lebih besar. Tanpa itu, kata dia, penambahan panjang straight tidak akan banyak membantu terciptanya aksi salip-menyalip.
"Saya sepenuhnya setuju kita perlu lintasan lurus yang lebih panjang atau hairpin yang lebih proper untuk menyalip. Tetapi bahkan dengan itu, kita juga perlu delta yang lebih besar di lintasan lurus," kata Verstappen.
Kritik terhadap Marina Bay bukan hal baru. Sirkuit sepanjang 4,9 kilometer ini telah menjadi tuan rumah F1 sejak 2008 dan dikenal sebagai balapan malam pertama dalam sejarah ajang tersebut. Meski demikian, karakter jalan raya yang sempit dengan tembok beton di kiri-kanan membuatnya kerap dikritik karena minim drama balapan. Beberapa edisi bahkan lebih banyak ditentukan oleh strategi pit stop dan safety car ketimbang aksi salip-menyalip di lintasan.
Bagi F1, perubahan layout bukan perkara mudah. Marina Bay dikelola oleh pemerintah Singapura melalui Singapore GP, dan setiap modifikasi harus melalui kajian teknis serta persetujuan otoritas setempat. Biaya dan dampak terhadap infrastruktur kota menjadi pertimbangan utama. Namun tekanan dari para pembalap—terutama nama besar seperti Hamilton dan Verstappen—bisa menjadi katalis. F1 sendiri sedang gencar meningkatkan kualitas balapan di berbagai sirkuit, termasuk melalui regulasi teknis 2026 yang diharapkan membuat mobil lebih mudah untuk saling menyalip.
Jika perubahan tidak segera dilakukan, Marina Bay berisiko terus kehilangan daya tarik sebagai ajang balap, meski tetap menjadi magnet pariwisata dan bisnis. Verstappen dan Hamilton, sebagai dua pembalap dengan pengaruh terbesar di grid, tampaknya ingin memastikan bahwa sirkuit ikonik ini tidak hanya cantik secara visual, tetapi juga mendebarkan secara kompetitif. Pertanyaannya, akankah Singapore GP mendengar seruan itu sebelum kontrak balapan berakhir?



