Knicks Coret Bruce Brown, Pertahankan Wiseman di Roster 2026-27
Baca dalam 60 detik
- New York Knicks melepas Bruce Brown dan memilih James Wiseman untuk mengisi slot pemain reguler.
- Keputusan ini mempertimbangkan kebutuhan rotasi center setelah Mitchell Robinson hengkang ke Celtics.
- Wiseman diberi kontrak minimum liga setelah tampil menjanjikan di pramusim dengan rata-rata 8,0 poin dan 4,3 rebound.

New York Knicks menuntaskan komposisi skuad untuk musim 2026-27 dengan melepas Bruce Brown dan mempertahankan James Wiseman di roster reguler. Langkah ini menjadi sinyal jelas bahwa manajemen lebih memprioritaskan kedalaman lini tengah ketimbang pengalaman di posisi guard.
Keputusan tersebut diambil setelah Knicks kehilangan Mitchell Robinson yang memilih bergabung dengan Boston Celtics di pasar bebas. Kebutuhan akan sosok big man pelapis Karl-Anthony Towns pun menjadi prioritas utama. Manajemen sempat mendatangkan Andre Drummond sebagai backup anyar, tetapi tetap mencari tambahan tenaga di posisi center.
Wiseman, yang direkrut lewat kontrak Exhibit 9 pada masa pramusim, langsung mengesankan jajaran pelatih. Dalam empat penampilan pramusim, pemain berusia 25 tahun itu mencatatkan rata-rata 8,0 poin dan 4,3 rebound. Performa tersebut meyakinkan Knicks untuk mengonversi kontraknya menjadi kesepakatan minimum liga, membuka jalan bagi mantan pick kedua draft 2020 itu kembali ke rotasi NBA setelah beberapa tahun terpuruk.
Bagi Wiseman, ini adalah peluang bangkit setelah dua musim terakhir hanya tampil dalam lima gim bersama Indiana Pacers. Sejak meninggalkan Golden State Warriorsโyang memilihnya sebagai pick kedua pada 2020โia belum mampu memenuhi ekspektasi. Konsistensi dan pertahanan menjadi pekerjaan rumah utama yang membuatnya sulit menembus rotasi utama. Meski demikian, Knicks melihat potensi kontribusi sebagai pemain pelapis yang bisa diandalkan dalam menit-menit terbatas.
Di sisi lain, Bruce Brown harus mencari pelabuhan baru. Pemain berusia 30 tahun itu sebenarnya menunjukkan ketahanan luar biasa dengan tampil di seluruh 82 pertandingan bersama Denver Nuggets musim lalu. Kontribusinya sebesar 7,9 poin, 3,9 rebound, dan 2,1 assist per gim tergolong solid untuk pemain peran. Namun, kepadatan roster Knicks membuat manajemen harus mengambil keputusan sulit, dan Brown menjadi korban dari kebutuhan komposisi tim yang lebih spesifik.
Knicks sendiri tengah berada di fase transisi setelah meraih gelar juara. Manajemen ingin menjaga kedalaman skuad agar tetap kompetitif di musim panjang. Kehadiran Wiseman memberikan opsi tambahan di bawah ring, terutama saat Towns butuh istirahat atau menghadapi masalah foul. Pelatih Mike Brown disebut cukup terkesan dengan etos kerja dan mobilitas Wiseman selama pramusim, meski peran pastinya belum dijamin.
Keputusan ini juga mencerminkan tren NBA yang semakin menghargai pemain big man dengan kontrak murah dan fleksibilitas. Knicks memilih bertaruh pada potensi ketimbang pengalaman, sebuah langkah yang berisiko tetapi bisa mendatangkan hasil besar jika Wiseman mampu memanfaatkan kesempatan. Sementara itu, Brown diprediksi tidak akan lama menganggur mengingat rekam jejaknya sebagai pemain peran yang andal.
Pertanyaannya kini: apakah Wiseman bisa membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar proyek gagal, atau justru Knicks akan menyesali keputusan melepas Brown? Jawabannya akan terlihat seiring bergulirnya musim 2026-27.



